Tafsir Surat Al-Qadr: Mengapa Lailatul Qadar Adalah Malam yang Mulia?

0
1053

BincangSyariah.Com – Allah berfirman dalam surah al-Qadr ayat 1 sampai 5,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْر (٣) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْر (٤) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ – ٥

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Qadr. Dan tahukan kamu apa malam Qadr itu? (yaitu) malam Qadr itu lebih baik dari malam seribu bulan. Pada malam itu, turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.”

Secara kebahasaan Kata inzaal menurut sebagian ulama dimaknai, bahwa Alquran diturunkan dari Lauhil Mahfudz ke Bayt al-‘Izzah (langit dunia), kemudian diturunkan secara berangsur-angsur selama 23 tahun sesuai kejadian yang  terjadi.

Makna Al-Qadr, secara terminologi, menurut Ibnu Mukarram adalah keputusan yang ditetapkan oleh Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Tinggi dan Dia memberlakukannya terhadap segala perkara. Dalam Al-Qur’an, kata Al-Qadr digunakan untuk menunjukkan makna yang beragam, seperti membatasi, menetukan, mengagumkan, menguasai, mengukur, dan sebagainya. Sedangkan dalam surat Al-Qadr sendiri, kata Qadr, memiliki makna “kemuliaan”. Lailatul Qadr adalah malam kemuliaan.

Malam tersebut dikatakan mulia, karena kitab Suci Al-Qur’an diturukan pada malam itu dari lauhil mahfudz ke langit dunia. Sebagaimana jelas disebutkan dalam ayat pertama surat Al-Qadr. Karena kemuliaan Al-Qur’an pula, malam Qadr yang jatuh pada bulan Ramadhan, menjadikan bulan tersebut sebagai bulan yang paling mulia.

Malam Qadr juga dikenal dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan ( khoyrun min alfi syahrin). Ibnu Jarir At-Thabari mengatakan (pahala) beribadah pada malam tersebut lebih utama daripada malam-malam yang tidak bertepatan pada al-Lail al-Qadr. Artinya banyak kebaikan-kebaikan yang akan diberikan pada malam itu. Jadi, sangat disayangkan jika tidak dipergunakan dengan baik. Dikatakan malam yang lebih baik dari seribu bulan, bukan berarti seseorang harus menghiraukan malam di bulan-bulan lainnya.

Baca Juga :  Do’a yang Diajarkan Rasul Saat Lailatul Qadar

Dalam Tafsir Al-Misbah, kemuliaan malam itu akan terasa, ketika ada kesadaran dalam hati manusia sebagai hasil ibadah dan kedekatan kepada sang Pencipta. Dari kesadaran itu, maka akan timbul kedamaian dan ketengangan dalam hati seseorang.

Kemuliaan malam itu  semakin dipertegas kembali pada ayat ke-4, bahwa Jibril ( ar-Ruuh ) dan bala tentaranya (malaikat-malaikat) turun untuk memenuhi bumi. Doa-doa para malaikat menyertai doa-doa para manusia pada malam itu. Karena malam tersebut sangat mulia. Maka menajadi wajar jika muslimin di Lailatul Qadar ini memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah. Karena Lailatul Qadar adalah malam yang mulia.

Terakhir, kata as-Salam dalam ayat ke-5 menurut para ahli tafsir bermakna kesejahteraan dalam segala urusan. Kesejahteraan ini akan terasa hingga terbitnya fajar ( hatta mathla’il fajr ).

Wawwahu a’lam bisshowab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here