Tafsir Surah Al-Humazah 1-9 : Ancaman Bagi Pengumpat dan Penumpuk Harta

0
4817

BincangSyariah.Com – Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dan lainnya. Tanpa bersosialisasi (habl minan-nas) hidup manusia akan terasa hampa seakan tak bermakna. Karena itu, sebagai makhluk sosial, sudah barang tentu memperhatikan etika saat berinteraksi, supaya hubungan antar sesama bisa terjalin dengan baik.

Islam sendiri, dalam Al-Qur’an sudah lama mewanti-wanti agar kita beretika yang baik dalam menjalani kehidupan sosial dan menghindari sifat yang dapat merusak hungungan antar sesama manusia. Diantara sifat tercela (sayyi’ah) yang tegas dilarang oleh Islam adalah mengumpat dan kikir.

Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam Alquran surah al-Humazah. Dalam surah ini Allah mengancam bagi siapa saja dari hambanya yang senang mengumpat dan menumpuk harta.

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ(1)  الَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ (2) يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ (3) كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ (4) وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗ (5) نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ (6) الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ (7) اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ  (8) فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ  (9

Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela (1) yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya (2) dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya (3) Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah (4) Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu? (5) (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan (6) yang (membakar) sampai ke hati (7) Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka (8) (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang (9). (QS. Al-Humazah; 1-9)

Pada ayat pertama Allah lansung menggunakan dua kata yaitu Humazah dan Lumazah. Menukil dari pendapat Abu ‘Aliyah, al-Hasan, Mujahid dan ‘Atha’ bin Abi Rabah tentang maksud dari dua kata tersebut. Humazah yaitu mengumpat/memebeberkan kejelekan di depan orangnya. Sedangkan Lumazah, mengumpat saat orangnya tidak ada.

Baca Juga :  Peran Perempuan dalam Pemberantasan Korupsi

Lebih dalam lagi, Sufyan ats-Tsauri berpendapat bahwa Humazah mengumpat dengan lisan, sedangkan Lumazah mengumpat dengan pandangan (meremehkan/tidak suka).

Lalu siapakah orang yang mengumpat dengan dua sifat itu? Jawabannya pada ayat selanjutnya (QS.104:2), “Yaitu mereka yang senang mengumpulkan harta dan menumpuknya”.

Maksud dari ayat ini menurut para Mufassir adalah mereka yang mengumpulkan harta dan menyimpannya untuk para ahli waris, lalu membanggakan diri, sehingga menahan harta tersebut untuk kebaikan, seperti infaq, zakat, dan shadaqah. Sebagaimana kaitannya dengan surah al-Qalam:12 dan al-Ma’arij:18.

Bukan hanya itu, Allah juga menyinggung mereka dikarenakan merasa bahwa harta yang mereka tumpukkan akan kekal, sebagaimana keterangan ayat ke-4. Allah membantah anggapan itu dengan menggunakan kata kallaa (sekali-kali tidak!), yang menurut ‘Abdullah bin Umar: “Jika Allah Swt berkata/berfirman dengan menggunakan redaksi kallaa, maka masksudnya adalah dusta/bohong”.

Karena sifat tercela itulah. Allah menyediakan suatu tempat yang dinamakan dengan Huthamah, yaitu Api yang menyala dan membakar sampai kehati” (QS 104:7). Dan para ulama mengkategorikan Huthamah adalah nama dari sebuah neraka.

Selanjutnya, pada ayat ke 8 dan 9. Para mufassir berpendapat bahwa di Huthamah mereka – yang memiliki sifat tadi – akan diazab pada sebuah tempat yang terkunci, lalu diikat dan digantung disebuah tiang.

Karena beratnya siksaan itu, sebagian Mufassir ada yang berpendapat bahwa Huthamah adalah neraka tingkatan ke-6, sebagian yang lain mengatakan tingkatan ke 2.

Alhasil kesimpulannya, Islam melalui Alquran sangat melarang kita untuk melakukan sifat tercela, khususnya angkuh dengan harta yang kita miliki, sebagaimana yang diterangkan dalam QS 104 ini, apalagi sampai tidak mau berbagi kepada yang membutuhkan. Ingatlah, bahwa segala sesuatu yang kita miliki hakikatnya adalah milik Allah. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here