Tafsir Surah al-Balad Ayat 11-20: Hidup Penuh dengan Perjuangan

0
1339

BincangSyariah.Com – Misi kehidupan tertinggi manusia adalah pengabdian kepada Allah swt. Dan pengabdian kepada-Nya mensyaratkan perjuangan serta pengorbanan baik fikiran, tenaga maupun finansial meskipun sebenarnya Ia tak butuh itu semua. Dia hanya ingin melihat kemesraan hamba-Nya yang tertatih-tatih dalam menempuh jalan ridha-Nya. Hal inilah yang termaktub dalam Surah al-Balad ayat 11-20.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir menjelaskan bahwa Surah al-Balad diturunkan di Mekkah (Makkiyah) terdiri atas 20 ayat, diturunkan sesudah surat Qaf. Penamaan Surah al-Balad disebabkan karena Allah membuka surah ini dengan sumpah (qasam) terhadap kota yang mulia yakni Makkah di dalamnya terdapat Ka’bah sebagai kiblat orang-orang Muslim di seluruh dunia.

Jalan Terjal Kebaikan

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ (11) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ – 12

Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar? Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

Dalam Tafsir Ibn Katsir, Ibn Jarir meriwayatkan dari Ibn Umar mengenai firman-Nya falaa iqtahama al-‘Aqabah. Dia mengatakan, “Gunung-gunung di Neraka Jahanam”. Qatadah mengatakan, kata al-‘Aqabah berarti kesulitan yang teramat lagi menyusahkan. Lalu mereka pun menceburkan diri dalam kesulitan mentaati Allah swt. Dalam riwayat lain, Ibn Zaid mengatakan fa laa iqtahama al-‘Aqabah. Ini adalah jalan yang di dalamnya terdapat keselamatan dan kebaikan. (Tafsir Ibn Katsir, vol. 7 h. 476-477).

Ayat di atas juga mengandung makna Istifham tahwil dan ta’dzim yaitu pertanyaan untuk mengejutkan dan mengagungkan pada ayat {wa Maa Adraaka Ma al-‘Aqabah} di mana dalam ayat ini istifham tidak dimaksudkan untuk meminta jawaban, tetapi berfungsi sebagai pengagungan begitu mulianya amal shalih sehingga untuk meraihnya pun dihiasi dengan kesukaran. (Tafsir Al-Munir, Jilid 15, h. 626-633).

Baca Juga :  Penafsiran Ayat "Fantasyiru Fi Al Ardhi" dengan Aktivitas Sosial Setelah Salat Jumat

Jalan sukar dan terjal tersebut adalah;

Pertama,

فَكُّ رَقَبَةٍ

(Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan. (Q.S. al-Balad (90): 11)

Allah menginginkan penghambaan yang sempurna kepada-Nya, bukan perbudakan sesama manusia. Oleh karenanya, salah satu misi utama agama Islam adalah menghapus dan menghilangkan perbudakan di muka bumi.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Sa’id bin Mirjanah bahwasannya dia pernah mendengar Abu Hurairah berkata Rasul saw. bersabda, “

مَنْ أَعْتَقَ رَقَبَةً مُؤْمِنَةً أَعْتَقَ اللَّهُ بِكُلِّ إِرْبٍ- أَيْ عَضْوًا- مِنْهَا إِرْبًا مِنْهُ مِنَ النَّارِ حَتَّى إِنَّهُ لَيُعْتِقُ بِالْيَدِ الْيَدَ وَبِالرِّجْلِ الرِّجْلَ وَبِالْفَرْجِ الْفَرْجَ

Barang siapa memerdekakan budak wanita yang beriman, maka Allah akan membebaskan untuk setiap anggota tubuhnya – satu anggota tubuh orang yang membebaskan – dari api Neraka sehingga dia dapat membebaskan tangannya dengan tangan (budak dari perbudakan), kaki dengan kaki, dan kemaluan dengan kemaluan. (H.R al-Bukhari, Muslim, al-Tirmidzi, al-Nasa’i). (Tafsir Ibn Katsir, Vol. 7, Hal. 477).

Kedua,

أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ

Atau memberi makan pada hari kelaparan. (Q.S. al-Balad (90): 12).

Maulana Jalaluddin Rumi, saat ditanya apakah musik haram itu? Rumi menjawab, “Tatkala  piring dan sendok bertemu kemudian dimainkan oleh orang kaya lalu terdengar oleh orang yang kelaparan. Artinya, kepedulian sosial terhadap sesama seperti memberi makan orang fakir miskin yang kelaparan, menolong sesama yang membutuhkan adalah hal yang sangat dianjurkan dalam agama Islam.

Ketiga,

يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ

(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat. (Q.S. al-Balad (90): 13)

Memuliakan anak yatim merupakan sunnah Rasul saw. Apalagi jika anak yatim tersebut masih ada hubungan kekerabatan, tentu akan menambah nilai tambah. Sebagaimana sabda Rasul saw.,

Baca Juga :  Kajian Alquran: Dhomir dan Penafsiran Al Quran

عن عبد العزيز بن أَبِي حَازِمٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أبي قال: سَمِعْتُ سَهَلْ اِبْن سَعْدٍ (رض) قَالَ: قَالَ رَسُوْلَ اللهِ (ص) أَنَا وَكَافِلُ اْليَتِيْمِ فِى الْجَنَّةِ هَكَذَا وَقَالَ بِإِصْبَعِيْهِ السَّبَابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا

Dari Sahl bin Sa’ad R.A. berkata: Rasulullah saw.  bersabda : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian Beliau saw. mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah serta agak merenggangkan keduanya. (HR al-Bukhari)

Keempat,

أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ

Atau orang yang miskin yang sangat fakir. (Q.S. al-Balad (90): 14)

Orang fakir miskin dan tertekan keadaan finansialnya adalah menempati skala prioritas untuk dibantu. Akan tetapi mereka terus semangat, tanpa putus asa berusaha bertakwa dan beriman kepada Allah swt serta menahan diri dari menghalalkan segala cara. Orang-orang seperti inilah layak dalam mendapatkan bantuan/ santunan.

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ (17) أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ (18) وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ (19) عَلَيْهِمْ نَارٌ مُؤْصَدَةٌ – 20

Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan ini) adalah golongan kanan. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.

Makna ayat 17-20 menyiratkan bahwa orang-orang yang menempuh jalan kesukaran dan terjal tersebut dialah golongan kanan yang senantiasa beriman, saling berpesan dengan kesabaran dan kasih sayang. Sebaliknya orang-orang yang kafir kepada ayat tersebut, mereka itu golongan kiri. Dan mereka dalam neraka yang ditutup rapat. Al-Dhahhak mengatakan: Mu’shadah berarti semua berwujud dinding dan tidak memiliki pintu. (Tafsir Ibn Katsir, Hal. 478).

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Hikmah dari Ulama-ulama yang Membujang

Hidup: Sarat Akan Perjuangan

Life is a struggle, hidup adalah perjuangan. Apalagi jika menghendaki hidup sukses dan diridhai oleh Allah swt, tentu meniscayakan perjuangan yang teramat keras. Rasulullah saw. sebagai manusia sempurna kekasih Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here