Tafsir Surah Ar-Rad Ayat 11: Tentang Perubahan Sosial

0
10

BincangSyariah.Com – Tafsir Surah Ar-Rad Ayat 11 adalah tentang perubahan sosial. Sesungguhnya Allah Swt. tidak mengubah keadaan suatu kaum dari positif ke negatif atau sebaliknya dari negatif ke positif.

Sehingga, mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka, yakni sikap mental dan pikiran mereka sendiri. Dan apabila Allah Swt. menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tetapi ingat bahwa Dia tidak menghendakinya kecuali jika manusia mengubah sikapnya terlebih dahulu.

Jika Allah Swt. menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, ketika itu berlakulah ketentuan-Nya yang berdasar sunnatullah atau hukum-hukum kemasyarakatan yang ditetapkan-Nya.

Bila itu terjadi, maka tak ada yang dapat menolaknya dan pastillah sunnatullah menimpanya; dan sekali-kali taka da pelindung bagi mereka yang jatuh atasnya ketentuan tersebut selain dia.

Qur’an Surat Ar-Ra’d Ayat 11

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

Lah mu’aqqibātum mim baini yadaihi wa min khalfihī yafaẓụnah min amrillāh, innallāha lā yugayyiru mā biqaumin attā yugayyir mā bianfusihim, wa i</em><em>żā</em><em> ar</em><em>ā</em><em>dall</em><em>ā</em><em>hu biqaumin s</em><em>ū</em><em>an fa lā maradda lah, wa mā lahum min dnihī miw wāl

Artinya: “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Baca Juga :  Pengajian Tafsir Quraish Shihab: Perintah Menegakkan Keseimbangan (Surah Ar-Rahman ayat 5-8)

Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah (2017) menggarisbawahi beberapa hal menyangkut tafsir surah Ar-Rad ayat 11 dan 10 sebagai berikut:

Pertama, ayat-ayat tersebut berbicara tentang perubahan sosial, bukan perubahan individu. Hal ini bisa dipahami dari penggunaan kata qaum atau masyarakat pada kedua ayat tersebut.

Selanjutnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa perubahan sosial tidak tidak dapat dilakukan oleh seorang manusia saja. Memang, boleh saja perubahan bermula dari seseorang yang, saat ia melontarkan dan menyebarkan ide-idenya, diterima dan menggelinding dalam masyarakat.

Di sini, ia bermula dari pribadi dan berakhir pada masyarakat. Pola pikir dan sikap perseorangan itu “menular” kepada masyarakat luas, lalu sedikit demi sedikit “mewabah” kepada masyarakat luas.

Kedua, penggunaan kata “qaum” juga menunjukkan bahwa hukum kemasyarakatan ini tidak hanya berlaku bagi kaum Muslimin atau satu suku, ras dan agama tertentu, tapi ia berlaku umum, kapan dan di mana pun mereka berada.

Ketiga, kedua ayat tersebut juga berbicara tentang dua pelaku perubahan. Pelaku yang pertama adalah Allah Swt. yang mengubah nikmat yang dianugerahkan-Nya kepada suatu masyarakat atau apa saja yang dialami oleh suatu masyarakat atau, katakanlah, sisi luar atau lahiriah masyarakat.

Pelaku kedua adalah manusia. Dalam hal ini, masyarakat yang melakukan perubahan pada sisi dalam mereka atau dalam istilah Ar-Rad ayat 10 dan 11 adalah “apa yang terdapat dalam diri mereka”.

Perubahan yang terjadi akibat campur tangan Allah atau yang diistilahkan oleh ayat di atas dengan ma bi qaumin menyangkut banyak hal, seperti kekayaan dan kemiskinan, kesehatan dan penyakit, kemuliaan atau kehinaan, persatuan atau perpecahan, dan lain-lain yang berkaitan dengan masyarakat secara umum, bukan secara individu.

Baca Juga :  Aksi Sweeping menurut Ibn Taimiyah dan al-Qurthubi

Sehingga, bisa saja ada di antara anggotanya yang kaya, tetapi jika mayoritasnya miskin, masyarakat tersebut dinamai masyarakat miskin, demikian seterusnya.

Keempat, Ar-Rad ayat 10 dan 11 menekankan bahwa perubahan yang dilakukan oleh Allah Swt. haruslah didahului oleh perubahan yang dilakukan oleh masyarakat menyangkut sisi dalam mereka.

Tanpa perubahan ini, mustahil aka nada perubahan sosial. Karena itu, boleh saja terjadi perubahan penguasa atau bahkan sistem, tetapi jika sisi dalam masyarakat tidak berubah, keadaan akan tetap bertahan sebagai mana sediakala.

Tafsir surah ar-Rad ayat 11 dalam Tafsir al-Misbah Apabila demikian, maka perlu ditegaskan bahwa dalam pandangan al-Qur’an yang paling pokok guna keberhasilan perubahan sosial adalah perubahan sisi dalam manusia.

Karena, sisi dalam manusialah yang melahirkan aktivitas, baik postif maupun negatif, dan bentuk, sifat, serta corak aktivitas itulah yang mewarnai keadaan masyarakat apakah positif atau negatif.[] (Baca: Hikmah Pagi: Semuanya Punya Kesempatan Menjadi Baik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here