Tafsir Surah al-Waqi’ah: 10-11: Siapa Golongan Orang-Orang Terdahulu?

2
2019

BincangSyariah.Com – Dalam artikel sebelumnya mengenai ayat 7-9 surat al-Waqi’ah telah diterangkan bahwa di Hari Kiamat umat manusia akan terbagi dalam tiga golongan. Dua golongan pertama yaitu golongan kanan dan golongan kiri, telah diuraikan. Pada artikel kali ini akan dijelaskan lebih lanjut golongan yang ketiga, yaitu golongan orang-orang terdahulu Keterangannya dijelaskan dalam ayat 10-11,

وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ () أُولئِكَ الْمُقَرَّبُونَ ()

dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah Swt).

Terdapat beberapa riwayat yang dikutip Ibnu Jarir al-Thabari ketika menafsirkan dua ayat di atas, terkait siapa yang dimaksud dengan golongan orang-orang terdahulu (al-saabiquun al-saabiquun). Menurut beberapa riwayat seperti riwayat dari Qatadah dan al-Hasan, yang dimaksud dengan golongan ini adalah orang-orang yang paling awal beriman di setiap generasi awal Nabi dan Rasul. Dalam keterangan dari riwayat al-Hasan, Rasulullah menjelaskan lebih lanjut orang-orang paling awal beriman ini. Rasulullah SAW bersabda:

سَوَّى بَين أصَحاب اليمَين مِنَ الأمَمَ السَّابِقَةِ، وَبَيَنَ  أصحَابِ اليَمِين مِنْ هَذِهِ الأمَّةِ، وكانَ السَّابِقُونَ مِنَ الأمَمِ أكْثَرَ مِنْ سابِقي هَذِهِ الأمَّةِ

“Antara golongan kanan (ashab al-yamin) dari umat-umat terdahulu dan umat ini (umat Nabi Muhammad) jumlahnya sama. Sedangkan jumlah golongan al-sabiqun dari umat-umat terdahulu lebih banyak dibandingkan dengan umat ini.”

Riwayat lain seperti riwayat dari Ibnu Sirin mengatakan bahwa yang dimaksud dengan golongan terdahulu adalah mereka yang pernah solat menghadap dua kiblat. Yang dimaksud dengan Ibnu Sirin disini berarti para sahabat yang menerima perintah solat pertama kali sampai turunnya Q.S al-Baqarah [2]: 142 – 144. Menurut keterangan Ibn Katsir, ayat ini turun setelah 10 bulan perintah salat pertama kali diberlakukan kepada umat Islam.

Baca Juga :  Allah Berjanji Menjadikan Umat Islam Penguasa Dunia Lagi? (2-Habis)

Al-Thabari juga mengutip riwayat Usman bin Abi Saudah yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan golongan terdahulu adalah orang-orang yang paling awal masuk masjid dan paling bersegera untuk berkorban di jalan Allah. Bila kita mengikuti pendapat Usman bin Abi Saudah ini, maka golongan ketiga ini tidak terbatas pada para sahabat yang hidup bersama Nabi dan paling dahulu beriman saja, akan tetapi kita sebagai umat Nabi yang tidak pernah bertemu pun bisa termasuk dalam golongan ini. Asalkan kita rajin pergi ke masjid dan sigap untuk berbuat kebaikan di jalan Allah.

Seperti al-Thabari yang menyuguhkan berbagai penafsiran al-sabiqun ini, al-Qusyairi dalam Lathaif al-Isyarat juga menyebutkan beberapa pemaknaan terkait siapa sebenarnya yang dimaksud dalam ayat ini. Secara global, al-Qusyairi mengatakan bahwa al-sabiquun al-saabiquun ini adalah mereka yang bersegera melaksanakan kebiasaan terpuji dan utama (al-saabiquun ila al-khishal al-hamidah wa al-afdhal). Menurut al-Qusyairi termasuk di antara mereka adalah orang-orang yang bersegera melaksanakan salat lima waktu, bersegera bertaubat dari dosa-dosa dan menyesali seluruh dosanya.

Beberapa riwayat juga dikutip al-Baghawi untuk menerangkan siapa yang dimaksud dengan al-saaabiquun al-saabiquun ini. Selain yang telah dikutip oleh al-Thabari, al-Baghawi mengutip riwayat dari Ibnu Abbas, ia berkata,

“Yang dimaksud dengan ayat ini adalah orang-orang yang lebih dahulu berhijrah, mereka itulah yang lebih dahulu (masuk surga) di akhirat.”

Riwayat dari Ikrimah, “Orang-orang yang paling awal masuk Islam.”

Kemudian riwayat dari al-Rabi’ bin Anas, “Al-saabiquun adalah mereka yang bersegera memenuhi panggilan Rasulullah di dunia, mereka itulah yang bersegera menuju surga.” Sedang riwayat dari Ali bin Abi Thalib, tertulis bahwa mereka adalah orang-orang yang bersegera melaksanakan salat 5 waktu.

Baca Juga :  Mengapa Cahaya Ilahi Sulit Masuk dalam Hati Kita? Ini Kata Buya Syakur

Selain mengutip riwayat-riwayat, al-Baghawi juga memaknai ayat ini dengan ayat-ayat lain. Menurutnya berdasarkan Q.S al-Hadid ayat 21, maka golongan ini adalah mereka yang bersegera menuju ampunan Tuhannya. Hal ini juga senada dengan keterangan Q.S Ali Imran ayat 133.

Mirip dengan penafsiran-penafsiran di atas mufasir bergelar Jarullah, al-Zamakhsyari, menafsirkan bahwa golongan ketiga ini adalah mereka yang ikhlas (al-mukhlashun), bersegera menuju panggilan Allah SWT dan selalu rindu untuk mencari ridha Tuhannya. Lebih lanjut al-Zamakhsyari juga mengutip penafsiran yang cukup berbeda terkait dengan tiga golongan pada Hari Kiamat nanti:

الناس ثلاثة فرجل ابتكر الخير في حداثة سنه، ثم داوم عليه حتى خرج من الدنيا، فهذا السابق المقرّب، ورجل ابتكر عمره بالذنب وطول الغفلة، ثم تراجع بتوبة، فهذا صاحب اليمين، ورجل ابتكر الشر في حداثة سنه، ثم يزل عليه حتى خرج من الدنيا، فهذا صاحب الشمال

Manusia terbagi dalam tiga golongan: a). seseorang yang sejak awal menuju kebaikan dalam setiap waktunya lalu konsisten dengan kebaikan itu hingga ia mati, inilah yang termasuk dalam golongan paling awal yang didekatkan; b). seseorang yang pada permulaannya berbuat dosa dan luput dalam kealpaan, kemudian ia kembali ke jalan-Nya dan bertaubat, maka inilah orang yang termasuk golongan kanan; c). seseorang yang paling permulaannya berbuat keburukan, kemudian tetap pada keburukan hingga ia mati, maka inilah yang termasuk golongan kiri.

Menurut Syekh Nawawi Banten orang-orang terdahulu ini ialah yang termasuk dalam janji Allah SWT, yakni mereka yang paling awal masuk surga dengan tapa perhitungan (hisab). Mereka adalah orang-orang yang bersegera menuju kebaikan-kebaikan, mereka pula yang bersegera menuju surge. Wallahu A’lam.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here