Tafsir Surah al-Mulk ayat 15: Untuk Siapa Bumi dan Segala Isinya ?

0
1557

BincangSyariah.Com ?Memuliakan Sang Pencipta berarti memelihara alam ciptaan-Nya. Bumi dan segala isinya berperan memelihara, menyediakan segala hajat kebutuhan dan menjamin keberlangsungan hidup manusia. Bahkan harus kita akui, kehidupan manusia di bumi ini sepenuhnya bergantung pada alam seisinya. Sebagai mitra Allah, manusia adalah rekan kerjaNya dalam memelihara bumi dan segala isinya. Ini semakin mempertegas bahwa bumi dan segala isinya dianugerahkan kepada manusia untuk dipelihara, dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagaimana firmanNya dalam Q.S. al-Mulk [67]: 15,

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهِ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Q.S. al-Mulk [67]: 15)

Tafsir Surah Al Mulk Ayat 15

Ibnu Asyur dalam al-Tahrir wa al-Tanwir menjelaskan bahwa Allah swt menjadikan bumi dan segala kenikmatannya bukan hanya sekadar dijelajahi, melainkan untuk dikenali dan disadari manusia bahwa bumi dan segala isinya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan cara ditanam, dipupuk, diolah dan ditunai dari, oleh dan untuk manusia. Untuk itu, redaksi famsyu fi manakibiha memiliki maksud lithalabir rizqi wal makasib (mencari rezeki yang halal dan mencari nafkah). Selanjutnya setelah memakan sebagian dari rezeki-Nya, hendaknya manusia kembali mengorientasikan dirinya kepada Allah swt sebagai sangu (jawa: bekal) menuju kehidupan akhirat kelak.

Penafsiran serupa juga disampaikan oleh Ibnu Katsir. Allah menyebutkan nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada makhluk-Nya melalui bumi yang telah Dia tundukkan dan dimudahkan untuk mereka, dengan menjadikannya tenang, stabil dan kondusif, tidak berguncang dan miring berkat gunung-gunung yang telah Dia pancangkan kepadanya.

Baca Juga :  Empat Keramat Umat Nabi Muhammad yang Diakui Nabi Adam

Dia telah mengalirkan mata air, menyediakan jalan bagi manusia untuk ditempuh dan dijelajahi, serta menyediakan lahan untuk ditanami, dipupuk, disemai dan ditunai hasilnya. Maka tak heran Dia menyuruh manusia untuk “berjalanlah kalian ke manapun yang kamu sukai di manapun serta lakukanlah perjalanan mengelilingi semua daerah penjuru bumi guna mencari mata pencaharian dan perniagaan.” Dan diakhir perintah tersebut, wa ilaihin nusyur, seakan Allah ingin menunjukkan kebesaran kuasa-Nya bahwa upaya manusia itu tidak akan menuai hasil apapun kecuali apabila Allah memudahkan jalan baginya.

Selanjutnya Imam Ahmad berkata dari Abdullah bin Hubairah, dari Aba Tamim al-Jaisyani mengatakan, sesungguhnya Umar bin Khattab berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya Dia akan memberimu rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung; burung pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan pulang di petang hari dalam keadaan perut kenyang.” Imam Turmudzi, Imam Nasai, dan Ibnu Majah telah meriwayatkannya dari hadits Ibnu Hurairah, Imam Turmudzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

Melalui hadits di atas, Allah swt juga memerintahkan kita untuk mencari nafkah dan menjelajahi buminya disertai dengan rasa tawakkal kepada-Nya ٍebab Dia lah yang menundukkan, memperjalankan dan menjadi sebab adanya rezeki itu.

Kemudian redaksi manakibiha, Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Saddi dan Qatadah menafsirkannya athrafuha, fujajuha, wa nawahiha (daerah-daerah yang jauh, pedalaman dan seluruh wilayah). Ibnu Abbas dan Qatadah menambahkan yang dimaksud manakibuha adalah jibal (daerah pegunungan).

Merawat Bumi Adalah Tugas Kita Bersama

Melalui ayat ini, kita diingatkan kembali betapa rahman rahim-nya Allah swt kepada kita sebagai makhluk-Nya. Karunia-Nya tiada terhingga. Bumi segala isinya diciptakan untuk menopang keberlangsungan hidup manusia. Rotasi bumi, pergantian siang dan malam, sehingga manusia dapat beraktivitas pada siang dan beristirahat di malam hari, bumi memancarkan sumber mata air segar untuk diminum manusia dan binatang ternak peliharaannya. Dengan air itu pula manusia mengairi kebun-kebun dan sawah mereka, membersihkan badan mereka yang kotor sehingga terasa segar dan nyaman. Diciptakan pula bukit-bukit, lembah dan pegunungan yang hijau nan elok guna menyejukkan pandangan dan hati manusia.

Baca Juga :  Tafsir Surah al-Mulk Ayat 3-4: Penglihatan Manusia Sangat Terbatas

Semua kenikmatan itu hanya untuk manusia. Karenanya, sungguh sangat kufur nikmat apabila manusia justru tidak memelihara kelestarian bumi segala isinya. Seandainya Allah menahan satu nikmat saja misalnya tidak memberikan udara segar yang kita hirup, tentu manusia akan mengalami penderitaan yang sangat. Itu baru satu nikmat, belum kenikmatan lain yang tak kita sadari.

Maka menjaga, melestarikan dan merawat bumi adalah tugas kita bersama. Mari kita awali dari diri sendiri. Seperti membuang sampah pada tempatnya, memakai air secukupnya, tidak merusak tanaman sekitar apalagi merusaknya, dengan begitu kita telah menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Wallahu A’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here