Tafsir Surah al-Lahab Ayat 4 sampai 5: Istri Bisa Mempengaruhi Suami Berlaku Buruk

0
872

BincangSyariah.Com – Apakah yang terbesit dalam benak anda ketika membaca surat Al-Lahab? Kenalkah dengan sepasang manusia yang disitir Allah dalam surat tersebut. Pasangan itu adalah Abdul Uzza bin Abdul Mutholib dan Ummu Jamil Binti Harb, yang merupakan paman dari Rasulullah SAW manusia termulia di jagat ini. Pasangan ini kompak dalam beberapa hal, membenci Islam, Rasulullah dan masuk Neraka bersama.

Dalam tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir karya Ibn ‘Asyur, penggunaan nama Abu Lahab yang dipilih disebut dalam Al-Qur’an bukan nama alamiahnya (nama asli). Karena nama asli beliau adalah Abdul Uzza yang artinya penyembahannya terhadap berhala yang bernama Uzza. Ia merupakan manusia yang kelak diakhirat kekal di neraka. Nama Abu Lahab lebih masyhur daripada nama aslinya dalam kesehariannya. Makna penamaan Abu Lahab tiada lain karena wajahnya yang cerah. Nama Abu Lahab juga mengisyaratkan bahwa gejolak api selalu menyertainya. Yakni api permusuhannya kepada Rasulullah.

Al-Quran di dalamnya terdapat beberapa tokoh perempuan yang wajib dijadikan panutan, sebut saja Siti Maryam, Ibu Hawa, Sarah, Ratu Bilqis, putri dan Istri-istri Nabi Muhammad. Sementara surah Al-Lahab terdapat perempuan yang sebaliknya, tidak untuk ditiru bahkan tidak untuk diidolakan. Istri Abu Lahab disebut dalam Al-Quran namun penyebutannya dalam Al-Quran justru untuk diwaspadai dan diambil pelajaran oleh para muslimah di dunia dan akhirat. Istri Abu Lahab bernama Ummu Jamil, atau nama aslinya adalah Arwah binti Harb bin Umayyah, saudara perempuan Abu Sufyan.

Ummu Jamil : Istri yang Berpengaruh Buruk pada Suami

وامراته حمالة الحطب

Dalam ayat ke 4 surah Al-Lahab tersebut, Ibnu Asyur menjelaskan dalam tafsirnya bahwa apa yang dialami oleh Abu lahab kelak di Akherat maka akan dialamai pula oleh Istrinya. Karena perlakuan dia terhadap Nabi Muhammad sama halnya dengan apa yang dilakukan oleh Abu Lahab terhadap Nabi. Ummu Jamil bahkan membantu, memberi semangat, dan mendanai Abu Lahab dalam hal menyakiti Nabi Muhammad.

Baca Juga :  KH. Maimoen Zubair akan Dimakamkan di Ma'la Makkah

Ummu Jamil disebut Al Qur’an sebagai hammaalatal hathab yang artinya adalah pembawa kayu bakar, Karena Ummu Jamil pernah meletakkan kayu berduri di jalan dimana Rasulullah biasa melaluinya dengan niat mencederai, melukai dan menjebak kaki Rasulullah. Kalimat dalam ayat ini juga berarti pembawa isu dan fitnah. Ummu Jamil suka mengejek Rasulullah sebagai orang fakir.

في جيدها حبل من مسد

Ayat ke 5, Ibnu Asyur menjelaskan, ayat ini merupakan sifat yang kedua yang diberikan kepada Ummu Jamil. Sekaligus merupakan berita tentang apa yang akan dialaminya di akhirat. Bahwa kelak di akhirat lehernya akan diberikan kalung dari api neraka. Dan dia memanggul kayu agar menambahkan bara api kepada Abu lahab Sebagai balasan atas apa yang dilakukannya di dunia yang itu sangat dibenci oleh Allah.

Dalam tafsirnya Ibnu Katsir mencantumkan suatu pendapat dari Sa’id ibnul Musayyab mengatakan bahwa dahulu istri Abu Lahab mempunyai sebuah kalung yang mewah, lalu ia mengatakan, “Sesungguhnya aku akan membelanjakan kalung ini (menjualnya) untuk biaya memusuhi Muhammad Saw.” Maka Allah menghukumnya dengan tali dari api neraka yang dikalungkan di lehernya (kelak di hari kemudian).

Miniatur Ummu Jamil Kontemporer

Sebagai muslim, ketika kita membaca suatu surat atau ayat dalam Alquran maka sejatinya kita dihadapkan dan berjumpa dengan 3 hal. Yakni pertama, isi atau konten dari Al-Quran. Kedua, tentang mengenal Allah dan Rasul. Ketiga, kita melihat diri kita didalamnya atau cermin. Ketika Al-Quran berbicara tentang ayat-ayat orang mukmin, orang sholih, dan muttaqien, maka sebagai pembaca jangan percaya berlebihan terlebih dahulu. Karena bisa jadi ketika membaca ayat-ayat tentang orang munafiq, fasiq, dan pendosa. Itulah sejatinya kepribadian kita yang sebenarnya.

Baca Juga :  Masa Depan Moderasi Islam di Indonesia

Dalam kaitannya dengan surat Al-Lahab, kita perlu mengambil suatu hikmah bahwa dalam kehidupan ini ada sosok istri yang juga berperan dan berpengaruh buruk pada suami. Dari Ummu Jamil, seorang muslimah harus sadar dan menghindari sifat buruk seperti penebar fitnah (hoax), selalu bertutur yang kasar penuh kebencian, benci terhadap kebaikan, pemberi semangat kepada hal negatif, dan keinginannya untuk melukai orang lain sangat besar. Pengaruh buruk terhadap suami harus benar-benar dijauhi dan dihindari. Dan jika suami yang berperilaku buruk maka seyogiyanya memberi nasehat dan peringatan yang baik tanpa menyakiti hati dan makruf bukan sebaliknya.

Barangkali di era saat ini sekeliling kita banyak kasus kriminal yang melibatkan pasangan suami istri. Dorongan istri yang buruk terhadap suami untuk melakukan kejahatan Seperti, korupsi, pencurian, pembunuhan, dan perilaku buruk di dunia nyata ataupun maya. Sejatinya merupakan miniatur perilaku Ummu Jamil dan Abu Jahal yang oleh Allah sangat dibenci dan kelak di akherat akan abadi di neraka Jahannam. Naudzubillahi min dzalik.

Wallahua’lam Bisshowab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here