Tafsir Surah Al-Isra Ayat 32; Makna Jangan Dekati Zina

0
4179

BincangSyariah.Com – Zina adalah melakukan hubungan badan di luar nikah. Dalam KBBI, zina diartikan sebagai perbuatan bersenggama antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat dengan hubungan pernikahan (perkawinan). Zina adalah perbuatan yang terlarang dalam agama islam.

Dalam Kitab Tausyikh hal. 245, perbuatan zina dibagi menjadi dua. Pertama, zina muhshon, yaitu zina yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang sudah menikah. Kedua Zina Ghoiru muhshon, yaitu zina yang dilakukan oleh seorang laki-laki atau perempuan yang belum menikah.

Salah satu yang menjadi landasan haramnya perbuatan zina adalah firman Allah Swt. dalam Qs. Al-Isra (17) : 32,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.

Dalam Tafsir Jalalain Juz 1/hal. 230 dijelaskan bahwa penggunaan kata “taqrobu” memiliki makna lebih tegas daripada lafadz “ta’tuu“. Artinya, larangan dalam ayat ini tidak menggunakan kata “jangan lakukan zina“, tapi “jangan dekati zina“.

Dalam ilmu ushul fiqh dijelaskan bahwa lafadz amar itu menunjukkan kewajiban dan lafadz nahi (larangan) menunjukkan keharaman. Jadi, mendekati zina saja hukumnya haram (manthuq), apalagi melakukan perbuatan keji tersebut (mafhum)? Na’udzubillah.

Dalam Tafsir Qurthubi Juz 10/hal. 253 juga dijelaskan tentang penggunaan lafadz “laa Taqrobu” dalam ayat tersebut. Karena makna dari kata tersebut adalah “Laa Tadnun”, janganlah kalian mendekati zina. Berbeda dengan kata “laa Taznuu” yang artinya janganlah kalian berzina. Tentunya hal-hal yang dapat menjerumuskan pada perzinahan hukumnya sama, yaitu haram. Zina itu paling buruknya jalan. Karena ia dapat menjerumuskan ke dalam neraka dan zina termasuk kategori dosa besar.

Baca Juga :  Tafsir Basmalah: Kenapa Allah Disifati Ar-Rahman dan Ar-Rahim?

Begitu juga dalam Tafsir Ibnu Katsir Juz 5/hal. 72 dijelaskan bahwa Allah Swt. melarang hamba-Nya untuk berbuat zina dan mendekati sesuatu yang bisa menyebabkan perzinahan. Karena zina itu adalah “fahisyah“, yakni termasuk dosa besar dan paling buruknya jalan kemaksiatan.

Kesimpulan dari beberapa pendapat di atas adalah mendekati zina (baca: pacaran) hukumnya haram. Melakukan hal-hal yang dapat membawa ke perzinahan saja sudah diharamkan, apalagi sampai melakukan zina. Tentunya dosanya jauh lebih besar lagi. Semoga kita dan keluarga serta saudara -saudara kita dijauhkan dari perbuatan tersebut. Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here