Tafsir Surah al-Insyirah: Satu Kesulitan Direspon dengan Dua Kemudahan

0
1711

BincangSyariah.Com – Seorang manusia tak lepas dari berbagai cobaan dan kesulitan. Musibah yang terus berdatangan adakalanya sebagai ujian, cobaan, bahkan alarm untuk kembali ke jalan yang benar. Kerapkali ujian dinisbahkan pada hal-hal negatif, padahal ada juga ujian yang Allah berikan dalam bentuk kebahagiaan misal harta melimpah, jabatan tertinggi, keluarga sakinah mawaddah warahmah, dan sejenisnya. Oleh sebab itu, manusia yang diberi ujian kemudian meresponnya dengan persepsi yang baik akan melahirkan kebaikan pula, dan sebaliknya.

Banyak ijazah yang diberikan oleh para kyai untuk mengatasi persoalan hidup di antaranya adalah membaca surah al-Insyirah 9 kali selepas shalat fardhu. Surah al-Insyirah adalah surah ke-94 di dalam al-Qur’an dan surah ke-12 yang diterima oleh Nabi.

Surah al-Insyirah terdiri dari 8 ayat, surah yang mengatakan tentang penegasan nikmat-nikmat Allah swt diberikan pada Nabi Muhammad saw. dan umatnya, serta pernyataan bahwa di dalam kesukaran satu paket dengan kemudahan. Tentang surah ini, terjadi khilaf di antara para ulama mengenai apakah tergolong surah Makkiyah atau Madaniyah.

Menurut Abduh, surah ini Makkiyah (diturunkan di Mekkah). Sedangkan ‘Aisyah Abdurrahman dalam at-Tafsir al-Bayani li al-Qur’ani al-Karim, surah ini dikategorikan Madaniyah. Al-Biqa’i mengatakan bahwa surah ini Madaniyah berdasarkan pemahaman dari ketetapan “kelapangan dada” dan sesudahnya. Surah ini turun sesudah al-Duha dan dirangkai bahwa al-Duha dan al-Insyirah termasuk kategori satu surah dikarenakan adanya munasabah (kaitan) yaitu kaitan menghitung nikmat yang terdapat dalam surah al-Duha.

Penafsiran Surah al-Insyirah

Dinamakan surah al-Insyirah atau Alam Nasyrah (perihal melapangkan dada) karena surat ini pada mulanya untuk memberikan kelapangan dada Nabi akan beban berat yang diembannya. Surah ini menjadi pelipur lara tatkala Nabi tengah gencar menunaikan risalah kenabianya untuk mensyiarkan ajaran Islam ke seluruh penjuru hijaz Arab. Sejatinya surah al-Insyirah ini dialamatkan pada Rasulullah saw. tak terkecuali pada umatnya, terdiri dari dua bagian, pertama, mengingatkan akan anugerah Allah dan pertolonganNya kepada Rasulullah saw. Kedua, bagian pengajaran, yakni inayah dan penjelasan tentang suatu sebab.

Baca Juga :  Hukum Jual-Beli Saham Menurut Kyai Ali Mustafa Yaqub

Ada yang unik dari surah ini, yakni pada ayat keempat; Fa inna ma’al ‘usri yusra , diulang dua kali dalam surah al-Insyirah. Ini termasuk ayat-ayat yang menguraikan anugrah Allah swt.

Dalam kitab al-Mu’jam al-Mufahras li Alfaadz al-Qur’an, Muhammad Fuad ‘Abd al-Baqi menyebutkan bahwa menjelaskan kata al-‘Usr dalam al-Qur’an terulang sebanyak 4 kali, dalam berbagai bentuk derivasinya 12 kali.  Kata yusr terulang sebanyak 6 kali, tiga di antaranya beriringan secara langsung dengan ‘usr, sedang kata yusr dengan berbagai derivasinya disebut sebanyak 44 kali.

Dalam tafsir al-Azhar, Hamka menjelaskan bahwa sempit karena susah atau dukacita, sempit yang akan ditempuh sehingga Allah melapangkan dada. Lapang dada di sini sebagai ungkapan fikiran yang sempit.

Artinya, secara umum, sesungguhnya jika kesulitan itu datang, maka ia pasti disertai kemudahan. Oleh karenanya, kemudahan tersebut berada dalam kesulitan itu, dan hanya orang-orang yang berprasangka baik yang akan memahami hal itu. Apabila mengalami kesempitan, maka kesempitan itu dirasakan tanpa batas dan kesempitan dada seorang bertingkat-tingkat sesuai dengan tingkat kematangan emosinya. Demikian juga apabila hati seseorang mengalami insyirah (kelapangan) maka kelapangan itu akan tanpa batas juga. Allah telah melapangkan dada Rasulullah saw. dengan cahaya Islam sehingga dadanya menjadi sempit dari kebatilan.

Di dalam surah ini mengandung ibrah (pelajaran) yang bisa diambil, salah satunya adalah bahwa setiap orang pasti mengalami kesulitan, dan setiap kesulitan pasti satu paket dengan kemudahan. Di sini manusia dididik al-Qur’an untuk meneladani Rasul perihal sikapnya yang optimisme dalam menyelesaikan berbagai ujian, rintangan dan cobaan kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here