Tafsir Surah al-Baqarah ayat 255: Memahami Makna Ayat Kursi

0
2447

BincangSyariah.Com – Setiap ayat dalam Al-Qur’an pasti memiliki barbagai keutamaan baik dari segi keindahan, keserasian bahasa, maupun makna yang terkandung di dalamnya. Salah satu ayat yang sering dibaca setelah shalat maupun di waktu-waktu tertentu adalah ayat 255 dalam surat Al-Baqarah yang dikenal juga sebagai ayat kursi, dengan bacaan ayatnya berikut ini,

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةٞ وَلَا نَوۡمٞۚ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ مَن ذَا ٱلَّذِي يَشۡفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيۡءٖ مِّنۡ عِلۡمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۖ وَلَا يَ‍ُٔودُهُۥ حِفۡظُهُمَاۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa´at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Nabi Saw pernah bersabda seperti disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, dari Abu Hurairah, bahwasanya “setiap sesuatu memiliki inti, dan inti Al-Qur’an adalah surat Al-Baqarah, di dalamnya terdapat ayat yang merupakan tuannya (sayyidah) ayat-ayat dalam Al-Qur’an, yaitu ayat kursi.”

Penyebutan ayat kursi sebagai sayyidah ayat-ayat Al-Qur’an menunjukkan betapa mulianya ayat ini sekaligus sebagai paling utamanya ayat dalam Al-Qur’an. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadis riwayat Imam Abu Daud ketika ditanya ahlu shuffah dari Muhajirin, tentang ayat manakah yang paling agung dalam Al-Qur’an. Beliau pun menjawab ayat kursi sebagai ayat yang paling agung di dalamnya.

Baca Juga :  Membaca Hal Politis dalam Kemunculan Sekte-Sekte Islam

Sufyan bin ‘Uyaynah ketika menafsirkan perkataan Ibnu Mas’ud juga menyebutkan:

مَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ سَمَاءٍ وَلاَ أَرْضٍ أَعْظَمَ مِنْ آيَةِ الْكُرْسِىِّ. قَالَ سُفْيَانُ لأَنَّ آيَةَ الْكُرْسِىِّ هُوَ كَلاَمُ اللَّهِ وَكَلاَمُ اللَّهِ أَعْظَمُ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ مِنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ.

Tidaklah Allah menciptakan langit dan bumi yang lebih agung melebihi ayat kursi. Sufyan berkata: “Karena ayat kursi adalah kalam Allah dan kalam Allah lebih agung dari ciptaan Alah seperti langit dan bumi.

Syekh Muhammad Al-Amin bin Abdullah Al-‘Alawi Al-Harari dalam tafsirnya “Tafsir Hadaiq Al-Ruh wa Al-Rayhan”, menyebutkan pendapat ulama mengenai alasan ayat kursi dijuluki sebagai ayat paling agung dalam Al-Qur’an. Hal tersebut berkaitan dengan kandungan ayat serta pahala yang terkandung di dalamnya jika seseorang membacanya.

Dalam ayat ini terkumpul pokok-pokok nama dan sifat Allah (ushul al-asma wa al-shifat), mulai dari ketuhanan Allah (ilahiyah), keesaan-Nya (wahdaniyah), Allah Maha Hidup (al-haya), Maha Mengetahui (al-‘ilm), yang berkuasa mengadakan dan mengatur  segala sesuatu (al-qayyum) tanpa ada satu pun yang terlewat sehingga mustahil Ia merasa kantuk bahkan tidur karena kelelahan, Allah pemilik segala yang ada di langit dan bumi (al-mulk), Maha  Berkuasa (al-qudroh)  termasuk memberikan syafaat kelak di akhirat, serta Maha Berkehendak (al-irodah).

Adapun dari sisi pahala bagi pembacanya, ayat kursi juga memiliki fadhilah atau keutamaan yang mulia, dan inilah pendapat mayoritas ulama yang mengatakan penyebab dari kemuliaan ayat ini adalah khasiat atau kandungan ayat. Salah satunya disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwa Nabi Muhammad saw membenarkan perkataan seorang penyusup yang menyuruh membaca ayat kursi ketika hendak tidur agar Allah senantiasa menjaganya dan setan juga tidak akan mendekatinya hingga pagi.

Baca Juga :  Hukum Memasak dengan Bahan Bakar Najis

Ayat Kursi juga disunnahkan untuk dibaca setiap selesai shalat fardhu, menjelang tidur, atau di bagian-bagian tertentu dalam rumah untuk mengusir gangguan jin dan syetan. Wallahu a’lam

Apa Maksud “Kursi” pada Ayat Kursi?

Adapun makna “kursi” yang disebutkan dalam ayat tersebut juga memiliki banyak pendapat. Secara bahasa, al-kursiyyu berarti sesuatu yang terbentuk karena saling tersusun, sehingga disebut al-kurrosah (buku tulis) karena ia tersusun dari beberapa lembaran kertas. Sedangkan secara adat, kursi adalah tempat atau sarana untuk duduk, disebut kursi karena biasanya ia tersusun dari beberapa kayu. Ulama kemudian berbeda pendapat tentang makna kursi dalam ayat ini.

Pertama, kursi bermakna ‘arsy atau singgasana Allah, sebagaimana pendapat Hasan.

Kedua, kursi bukan ‘arsy. Terletak di bawah ‘arsy, di atas langit ketujuh, serta lebih luas dari langit dan bumi. Ibnu Katsir, Ibnu Abbas dalam riwayat Atha’ juga membenarkan pernyataan ini, dan mengatakan bahwa ‘arsy lebih besar dari kursi sebagaimana disebutkan dalam hadis, Rasulullah saw bersabda:

مَا السَّمَاوَات السَّبْع مَعَ الْكُرْسِيّ إِلَّا كَحَلْقَةٍ مُلْقَاة بِأَرْضٍ فَلَاة وَفَضْل الْعَرْش عَلَى الْكُرْسِيّ كَفَضْلِ الْفَلَاة عَلَى الْحَلْقَة 

Tidaklah tujuh langit dibandingkan kursi Allah kecuali seperti cincin yang dilemparkan di tanah lapang dan besarnya ‘arsy dibandingkan kursi adalah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin.

Ketiga, al-kursiyyu merupakan ilmu Allah yang agung, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Jabir dari Ibnu Abbas.

Keempat, kursi di sini merupakan metafor atau majaz dari tahta kerajaan, kepemilikan dan kekuasaan, karena raja juga selalu identik dengan sebuah tahta dan kekuasaannya.

Dengan demikian, ayat kursi merupakan ayat yang paling agung dan paling mulia dalam Al-Qur’an, karena di dalamnya terkandung nama-nama Allah swt. Abu Bakar Al-Jazairi juga merincikan, bahwa di dalam ayat ini ada 18 nama Allah baik secara jelas disebutkan maupun tersirat di dalam ayat, dimana terdiri dari 50 kata dan 10 kalimat yang semuanya berbicara tentang sifat Allah baik uluhiyah maupun rububiyah, serta nama-nama Allah yang menunjukkan kesempurnaan zat-Nya, ilmu-Nya, dan keagungan kekuasaan-Nya.

Baca Juga :  Keutamaan Membaca Ayat Kursi Saat Menemui Orang Zalim

Wallahu A’lam wa A’zham.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here