Tafsir QS Al-Ma’arij ayat 19-25; Sifat Asli Manusia Saat Ditimpa Kesusahan dan Diberi Kenikmatan

0
596

BincangSyariah.Com – Pada dasarnya manusia adalah makhluk unik, nilai kemanusiaannya terlihat dari sejauh mana ia dapat melawan egonya. Dari hal tersebut maka sifat asli manusia akan terlihat. Ini jelas sekali disebutkan Allah Swt dalam firman-Nya berikut ini

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. (QS. Al-Ma’arij; 19-21)

Haluu’aa diambil dari suku kata hala’a yang secara bahasa dapat diartikan; kaget, terkejut, takut panik, dan ngeri yang dalam ayat ini ditafsirkan sebagai sifat keluh kesah.

Imam Syaukani dalam Tafsir Fathul Qadir menafsirkan sifat kaluh kesah adalah seseorang yang jika mendapatkan kebaikan tidak bersyukur dan jika tertimpa keburukan tidak bersabar.

Dalam ayat ini menjelaskan bahwa di antara sifat asli manusia adalah gampang mengeluh jika ditimpa kesusahan dan kikir jika mendapatkan nikmat, ia lupa bahwa dalam rejeki yang ia peroleh sesungguhnya terselip hak-hak orang yang membutuhkan, seperti fakir miskin dan lainnya.

Adapun agar terhindar dengan sifat-sifat tersebut, Allah kemudian menjelaskan dalam potongan ayat selanjutnya

إِلَّا الْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta) (QS. Al-Ma’arij; 19- 25)

Menurut Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya ayat ini yang bisa menghilangkan sifat buruk tersebut adalah shalat dan zakat. shalat yang dilakukan dengan hati penuh keikhlasan karena Allah dapat menunjukkan seseorang kepada sifat-sifat baik. Shalat juga mendorong seseorang menyadari bahwa dalam rejeki yang ia miliki terdapat hak-hak orang yang membutuhkan. Wallahu’alam.

Baca Juga :  Kriteria Harta yang Wajib Dizakati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here