Tafsir QS. Al-Hasyr Ayat 9; Tentang Sifat Kikir dan Murah hati

0
3759

BincangSyariah.Com – Sifat kikir merupakan salah satu sifat tercela. Dalam Shahih Bukhari dijelaskan bahwa Nabi Muhammad sering memohon kepada Allah agar dijauhkan dari sifat tersebut. Sebaliknya sifat murah hati merupakan sifat terpuji, bahkan Allah dalam salah satu firman-Nya memuji pada sahabat Nabi yang saling bersifat murah hati. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini;

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum kedatangan mereka (Muhajirin), mereka (Anshar) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshar) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung (QS. Al-Hasyr; 9)

Berdasarkan ayat ini, menurut Ibnu Jauzy dalam Bustanul Wa’izin, tak ada seorang pun hamba yang saleh, kecuali adalah orang yang baik dan murah hati, seperti para sahabat anshar dan muhajirin yang digambarkan dalam ayat di atas.

Sifat murah hati tidaklah hanya bisa dilakukan ketika diri kita diberikan keluasan rejeki. Justru kemurahan hati yang sejati adalah ketika kita tetap mengutamakan orang lain atas diri sendiri sekalipun dalam kesusahan.

Menurut Ibnu Jauziy seseorang yang memiliki sifat kikir dan pelit merupakan orang yang tidak beruntung. Sebab kikir ibarat sebuah pohon di neraka yang cabang dan rantainya menjuntai hingga ke dunia. Maka seseorang yang memanjat pohon tersebut maka ia akan menuntunnya ke api neraka.

Sedangkan murah hati ibadat pohon surga yang batang dan akarnya menjundai ke dunia. Maka seseorang yang memanjat salah satu cabangnya maka ia akan menghantarkannya ke surga.

Karenanya dalam ayat di atas disebutkan orang yang di dalam hatinya terdapat akhlak tersebut merupakan orang yang sangat beruntung. Sementara orang yang kikir dan pelit, berarti ia tidak dipelihara dan tidak beruntung. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here