Tafsir Mengenai Dua Surga bagi Orang yang Takut pada Allah

0
195

BincangSyariah.Com – Ada kemuliaan tersendiri bagi mereka yang takut kepada Allah, tentu takut dalam artian menjalani perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Dan tidak semua orang bisa merasakan keistimewaan ini kelak di hari akhir. Al-Quran menegaskan:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga” (QS. Ar Rahman: 46).

Menurut Ibnu Katsir (pengarang kitab Ibnu Katsir) rahimahullah menyatakan bahwasanya “Orang yang kelak mendapatkan dua surga itu dan mendapatkan maqam mulia di hadapan Allah adalah mereka yang melakukan hal berikut.

Pertama, menahan hawa nafsu. Sudah barang tentu, menahan hawa nafsu bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Sebab manusia adalah nafsu itu sendiri. Karenanya ulama sufi seperti Imam al-Ghazali selalu mendorong bagaimana mengekang hawa nafsu. Menahan hawa nafsu butuh keistiqomahan dalam melunakkan melalui zikir dan shalat berjamaah.

Kedua, tidak melampaui batas. Baik melampaui batas dalam menjalankan agama atau beragama itu sendiri. Agama memilki aturan masing-masing yang jelas, termasuk Islam. Islam itu tidak menekan akan tetapi Islam itu memimpin.

Ketiga, tidak mengutamakan urusan dunia. Di dunia kita hanya sementara dan dunia sebenarnya hanya sebatas titipan. Dunia adalah jembatan menuju akhirat. Dunia sebenarnya tidak hina. Yang hina adalah maksud dan tujuan kita atas dunia.

Keempat, tahu dan paham bahwa mengejar akhirat itu lebih baik dan akhirat itu kekal. Akhirat adalah paling kekalnya tempat dan paling mulianya tempat.

Kelima, menjalankan kewajiban pada Allah dan menjauhi larangan Allah. Inilah esensi takwa kita kepada Allah.

Maka menurut Ibnu Katsir orang seperti itu pada hari kiamat akan dikaruniai dua surga. Dua surga yang dimaksud adalah:

Baca Juga :  Ini Penjelasan al-Ghazali Soal Tanda Takutnya Hamba Pada Allah

Dari ‘Abdullah bin Qais, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

جَنَّتَانِ مِنْ فِضَّةٍ ، آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا وَجَنَّتَانِ مِنْ ذَهَبٍ آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا ، وَمَا بَيْنَ الْقَوْمِ وَبَيْنَ أَنْ يَنْظُرُوا إِلَى رَبِّهِمْ إِلاَّ رِدَاءُ الْكِبْرِ عَلَى وَجْهِهِ فِى جَنَّةِ عَدْنٍ

“Dua surga itu bejana dan apa yang ada di dalamnya dari perak. Dua surga itu bejana dan apa yang ada di dalamnya dari emas. Tidaklah di antara kaum dan di antara mereka melihat Rabb mereka, melainkan ada pakaian keagungan di wajah-Nya di surga ‘Aden (yang tetap).” (HR. Bukhari no. 4878 dan Muslim no. 180). (Shahih Tafsir Ibnu Katsir, 4: 344-345).

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang takut kepada Allah SWT. Amin. Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here