Tafsir: Bagaimana Al-Qur’an menjelaskan Cahaya dan Kegelapan?

0
231

BincangSyariah.Com – Diantara kata yang digunakan Alquran untuk menyebut cahaya adalah an-Nur, dan az-Zhulumat untuk kegelapan. Allah berfirman dalam surah al-Baqarah [2]: 257,

ٱللَّهُ وَلِیُّ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ یُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۖ وَٱلَّذِینَ كَفَرُوۤا۟ أَوۡلِیَاۤؤُهُمُ ٱلطَّـٰغُوتُ یُخۡرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَـٰتِۗ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِیهَا خَـٰلِدُونَ

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Dalam Al-Qur’an, semua kata Nur yang berarti cahaya disebutkan selalu dalam bentuk mufrod/tunggal. Sebaliknya kata az-Zhulumat disebutkan selalu dalam bentuk jamak/pluralnya, dari bentuk asli mufrodnya “dzulm”.

Hikmah yang tersimpan di baliknya adalah karena “Nur” hanya memiliki satu sumber primer yaitu kebaikan yang datang dari Allah swt, seperti disebutkan dalam surat An-Nur ayat 35 dan 40. Sedangkan “Dzulumat” disebutkan selalu dalam bentuk jamak karena banyak penyebab dan sumbernya, seperti gangguan syaitan, jeleknya hawa nafsu, penyembahan berhala dan keburukan lainnya.

Dari segi keindahan Al-Qur’an dan hikmah penggunaan mufrod-jamaknya, ternyata memang ditemukan setidaknya 3 hal yang menunjukkan adanya sifat yang berlawanan (at-tanaqudh) dari penggunaan Nur dalam bentuk mufrod, beserta Dzulumat dalam bentuk jamaknya, yaitu:

  1. Berlawanan sumber dan asalnya. An-Nur bersumber dari Allah, sedangkan Zhulumat berasal dari syaitan, hawa nafsu dan kejelekan lainnya.
  2. Berlawanan maknanya. An-Nur berati hidayah dan iman yang semuanya pemberian Zhulumat berati kekufuran, maksiat, kebodohan, dan keburukan lainnya yang berasal dari syaitan, nafsu dan sumber kejelekan lainnya.
  3. Berlawanan lafadz atau bentuk katanya itu sendiri, dimana An-Nur selalu disebut mufrodnya, sedangkan Zhulumat disebutkan selalu bentuk jamaknya.
Baca Juga :  Firman Allah agar Menang Tidak Terlalu Berbangga, Kalah tidak Bersedih

Terakhir, saya ingin menutup tulisan ini dengan doa,

اللّهم نوِّرْ قُلُوبنا بِنُور هِدايَتِك كما نَوَّرْتَ الأَرْضَ بِنُوْرِ شَمْسِك وَقَمَرِكَ أبَدًا بِرَحْمَتِك يا أرْحَمَ الراحِمِين. آمين

Ya Allah, terangilah hati kami dengan sinar hidayah-Mu, layaknya Engkau selalu sinari bumi dengan cahaya matahari dan bulan sebagai bagian dari kasih-Mu, Wahai Allah Yang Maha Pengasih. Amiin

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here