Tafsir: Apa Beda Kata La’ibun dan Lahwun dalam Al-Qur’an?

0
2237

BincangSyariah.Com – Ada dua kata dalam Al-Qur’an yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang identik dengan permainan atau sesuatu yang tidak serius, yaitu la’ibun dan lahwun. Keduanya diantaranya disebutkan dalam surah al-An’am [6]: 32 dan al-‘Ankabut [29]: 64,

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ

dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah permainan dan senda gurau (al-An’am: 32)

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِب

dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanya permainan dan senda gurau (al-‘Ankabut: 64)

Meski kata la’ibun (permainan) dan lahwun (senda gurau) ini dirangkai dengan ‘athaf berupa huruf waw, akan tetapi bentuknya ada yang mendahulukan la’ibun, seperti di surah Al-An’am [6]:32 dan 70, Muhammad [47]:36, dan Al-Hadid [57]:20. Ada juga yang sebaliknya, mendahulukan kata lahwun seperti dalam surah Al-‘Ankabut [29]:64 dan Al-A’raf [7]: 51. Apa rahasia dari mendahulukan salah satu kata tersebut?

Kata la’ibun yang berarti permainan didahulukan, karena dunia permainan identik terjadi di masa kecil. Sedangkan kata lahwun yang berarti senda gurau diakhirkan, karena dipakai untuk menunjukkan masa remaja atau dewasa yang identik dengan gaya hidup foya-foya dan banyak menyia-nyiakan waktu yang ada. Dengan demikian didahulukan kata la’ibun daripada lahwun karena masa kecil lebih dahulu dari masa remaja atau dewasa.

Adapun di dua ayat lain, kata lahwun didahulukan dari kata la’ibun, karena kedua ayat ini berbicara dalam konteks hari kiamat. dimana kehidupan pasca hari kiamat diibaratkan seperti masa remaja/dewasa yang lebih lama dan abadi (diasosiasikan dengan kata lahwun) daripada kehidupan dunia yang seperti masa kecil dan lebih sedikit waktunya (diasosiakan dengan kata lahwun).

Wallahu A’lam

Baca Juga :  Haramkah Menggunakan Alquran Warna-warni?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here