Tafsir al-Baqarah [2]: 1-5: Ciri-Ciri Orang yang Bertakwa, Seperti Apa?

0
805

BincangSyariah.Com – Selain berisi ajaran dan petunjuk bagi umat muslim, Al-Qur’an juga mencantumkan beberapa kriteria maupun ciri-ciri beberapa golongan yang dimuliakan Allah maupun golongan yang dimurkai Allah. Salah satu golongan yang disebutkan Allah sekaligus dipaparkan secara jelas ciri dan tanda-tandanya adalah golongan orang bertakwa. Ayat yang menjelaskan ciri-ciri mereka salah satu di antaranya adalah ayat 1-5 dalam surat Al-Baqarah.

Diawali dengan huruf muqotho’ah (pembuka surat), ayat pertama dalam surat Al-Baqarah memiliki beberapa pendapat dalam penafsirannya. Abu Bakar Al-Jazairi menuturkan bahwa faidah dari pembuka surat tersebut adalah menunjukkan bahwa Al-Qur’an tersusun dari lafaz-lafaz yang indah sekaligus menantang kaum musyrikin untuk menyusun yang sepadan dengannya.

Ayat selanjutnya (ayat 2) kemudian mempertegas bahwa Kitab atau Al-Qur’an merupakan kitab mulia yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad saw dengan tanpa keraguan sedikitpun tentangnya baik dalam proses penurunan sebagai wahyu-Nya maupun ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya. Kitab inilah yang menjadi petunjuk bagi orang-orang bertakwa yaitu mereka yang senantiasa mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, untuk memperoleh kebahagiaan dan kesempurnaan baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Selain mendapat nikmat Allah berupa petunjuk dalam wujud Al-Qur’an, orang-orang yang bertakwa lalu disebutkan ciri-cirinya agar setiap orang muslim bisa masuk ke dalam golongan mulia ini. Dalam ayat 3 dijelaskan, bahwa ciri-ciri orang bertakwa adalah mereka meyakini secara pasti dan jelas hal-hal ghaib yang tidak bisa diihat dan diindra oleh panca indra manusia, seperti zat Allah, sifat-sifat Allah, para malaikat, surga dan kenikmatannya, serta neraka dan azab-azabnya. Ibnu ‘Arabi sendiri lebih cenderung menafsirkannya sebagai zat Allah itu sendiri.  Termasuk juga salah satu cirinya adalah senantiasa terus-menerus (istiqomah) dalam melaksanakan shalat wajib lima waktu, dengan memperhatikan waktu, syarat, rukun, dan sunnah-sunnahnya. Adapun mengenai harta yang telah Allah berikan, mereka juga tidak segan untuk mengeluarkan zakatnya, menginfaq-kannya kepada orang tuanya, istri dan anak-anaknya, serta tidak lupa disedekahkan kepada kaum faqir dan miskin.

Baca Juga :  Menunggangi Agama demi Politik

Adapun ciri dan tanda selanjutnya bagi orang yang bertakwa adalah mereka yang percaya dan meyakini terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Rasulullah Muhammad saw berupa Al-Qur’an dan Sunnahnya, sekaligus percaya dan yakin atas segala sesuatu yang diturunkan Allah berupa kitab-kitab bagi para Rasul-Nya sebelum Nabi Muhammad saw, seperti Taurat, Injil, dan Zabur. Al-Biqa’i menuturkan bahwa penggunaan bentuk fi’il mudhori’ pada kedua ayat (yu’minuna, yuqimuna, yunfiquna) menunjukan makna dawam atau kontinuitas dalam beramal tanpa batas waktu, bukan karena dibuat-buat atau ingin dipuji dihadapan orang, melainkan murni timbul dari hati karena percaya akan balasan dari Allah.

Dengan demikian, 5 ayat di awal surat Al-Baqarah menunjukkan lima kriteria orang yang bertakwa, yaitu:

  1. Percaya kepada hal-hal ghaib seperti adanya Allah, surga, neraka, dan lainnya.
  2. Senantiasa mendirkan shalat lima waktu
  3. Selalu menginfakkan harta bendanya
  4. Meyakini apa yang diwahyukan kepada Rasulullah berupa Al-Qur’an dan Sunnahnya
  5. Percaya kepada kitab-kitab dan ajaran-ajaran para Rasul sebelum Nabi Muhammad

Maka mereka yang memiliki kriteria ini telah terjamin mendapat petunjuk Allah berupa kesempurnaan iman dan menjadi golongan yang beruntung (muflihun) dengan balasan surga setelah selamat dari azab neraka. wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here