Syarat Bagi Suami yang Akan Menjatuhkan Talak

7
9151

BincangSyariah.Com –Sahnya talak  yang  dijatuhkan suami mesti memenuhi beberapa syarat yang  telah diatur dalam syariat berdasarkan kesepakatan para ulama. Di samping ada beberapa rukun yang harus  dipatuhi

Di antara beberapa syarat talak itu, terdapat perbedaan pendapat ulama dalam menetapkannya. Menurut ulama  dari kalangan Hanafiyah, syarat-syarat talak yang mesti dipenuhi tersebut diklasifikasikan kepada tiga kategori, yaitu ada yang terdapat pada suami, istri, dan lafal talak itu sendiri.

Adapun syarat-syarat yang terdapat pada suami yang akan menalak; pertama, yang menalak adalah suami yang sah. Syarat ini maksudnya adalah antara pasangan tersebut memiliki hubungan pernikahan yang sah. Seandainya tidak ada nikah, lalu ia akan menalak, maka ini termasuk talak yang tidak sah. Atau diucapkan sebelum akad nikah, maka itu tidak sah karena yang bersangkutan belum diikat  dengan pernikahan.

Dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:

لاَ نَذْرَ لاِبْنِ آدَمَ فِيمَا لاَ يَمْلِكُ وَلاَ عِتْقَ لَهُ فِيمَا لاَ يَمْلِكُ وَلاَ طَلاَقَ لَهُ فِيمَا لاَ يَمْلِكُ

“Tidak ada nazar bagi anak Adam pada sesuatu yang bukan miliknya. Tidak ada membebaskan budak pada budak yang bukan miliknya. Tidak ada talak pada  sesuatu yang bukan miliknya.”

Begitu juga firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنّ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan-perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka ….” (QS al-Ahzab: 49)

Pada  ayat di atas, kata talak disebutkan setelah  menikah. Ini menunjukkan bahwa yang menalak benar-benar suami yang sah melalui pernikahan.

Kedua, yang mengucapkan talak telah balig. Ini bisa saja terjadi pada pasangan yang menikah pada usia belum balig. Meskipun di Indonesia hal ini kemungkinan kecil terjadi, karena merujuk kepada UU Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Baca Juga :  Mengenal Istilah Tafwidh, Perpindahan Hak Talak pada Istri

Mayoritas ulama berpandangan bahwa jika anak kecil yang telah mumayyiz (bisa membedakan bahaya dan manfaat, baik dan buruk) atau belum mumayyiz menjatuhkan talak, talaknya dinilai tidak sah. Karena dalam talak sebenarnya murni bahaya, anak kecil tidaklah memiliki beban taklif (beban kewajiban syari’at).

Dalam hadits Aisyah, Rasullah saw. bersabda:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الْمُبْتَلَى حَتَّى يَبْرَأَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَكْبَرَ

“Pena diangkat dari tiga orang: orang yang tidur sampai ia bangun, orang yang hilang ingatan sampai kembali ingatannya dan anak kecil sampai ia dewasa.”

Sementara Imam Hambali berpandangan bahwa talak bagi anak kecil tetap sah. Mereka berdalil dengan hadits,

كُلُّ طَلاَقٍ جَائِزٌ إِلاَّ طَلاَقَ الْمَعْتُوهِ الْمَغْلُوبِ عَلَى عَقْلِهِ

“Setiap talak itu boleh kecuali talak yang dilakukan oleh orang yang kurang akalnya.” Namun hadits ini mauquf (hanya perkataan sahabat).

Ketiga, yang melafalkan talak tidak dungu, bingung ataupun sedang tidur.

Dasar hukum tidak sahnya talak orang bingung tersebut adalah hadis Nabi saw. berikut:

كل طلاق جائز إلا طلاق الصبي والمعتوه

“Setiap talak boleh kecuali talak anak kecil dan orang bodoh.”

Adapun dasar hukum tidak sahnya talak orang orang tidur itu adalah hadis Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Arba’ah selain al-Tirmidzi, sebagaimana yang telah diterangkan di atas. Ada tiga kelompok orang yang dibebaskan dari dosa, yaitu, orang tidur hingga bangun, anak kecil hingga dewasa dan orang gila hingga ia sembuh.

7 KOMENTAR

  1. 1. talak yang benar itu seperti apa? tapi suami saya cuma mengucapkan ini sudah talak 3
    2. bila suamai tidak mengucapkan talak 1,2 tetapi di niat talak dengan ke ada mengunakan obat” terlarang itu sah atau tidak berapa jatuh talak ke istrinya 1 atau 3 ?
    3. suami sudah tidak ada rasa tetepi masih mengauli istrinya

  2. Kalo suami yg terlalu sering mengucapkan talak ke istrinya dlm segala masalah apa pun, bahkan lebih dr 3 kali .Apa kah itu sudh sm dgn kita bukan istrinya lagi.?

  3. 10 KETENTUAN TALAK DARI AL-QUR’AN DAN SUNNAH
    Nomor 6 jarang orang tahu.

    1.Mempertimbangkan maslahat dalam menjatuhkannya, setelah memikirkannya dengan penuh kesadaran dan mengambil pandangan dua penengah dari kedua belah pihak.
    2. Mengeluarkan vonis talak saat takut tidak dapat menegakkan aturan-aturan Allâh Azza wa Jalla .
    3. Talak tidak boleh dijatuhkan dengan maksud menyakiti istri, sebab menimbulkan madharat kepada orang lain dilarang oleh syariat Islam.
    4. 4. Mentalak karena merasa tidak tenang menjadikannya sebagai istri, dikarenakan suami melihat istrinya tidak menolak tangan lelaki lain dan tidak dapat dipercaya untuk menjaga harta dan rahasia, atau si istri tidak bisa memelihara keutuhan rumah tangga atau kehormatan suami, atau tidak taat kepada suami dan adanya akhlak-akhlak buruk lainnya yang telah menjadi bagian dari perangai kuatnya dan telah terbiasa dengannya.
    5. Tidak mentalak tiga kali sekaligus
    6. Mempersaksikan talak kepada orang lain.
    7. Talak tidak dilakukan dalam keadaan gelap mata.
    8. Berniat mentalak
    9. Penjatuhan talak dalam waktu yang diperbolehkan syariat, sehingga tidak diharamkan dan menjadi talak bid’i, akan tetapi dalam masa yang diperintahkan syariat, dengan cara mengetahui waktu talak yang ditentukan.
    10. Talak dilakukan dengan ihsân (baik-baik), tidak dengan menyakiti, ucapan-ucapan kasar, kezhaliman dan permusuhan.

    https://almanhaj.or.id/8874-10-ketentuan-talak-dari-alqurn-dan-sunnah.html

  4. Assalamualaikum
    Saya seorang suami, dan baru kemaren sore 1 september 2019 , saya bertengkar hebat dengan istri karena selama 7 bulan istri kos sendiri dan tak mau tinggal bersama, dan lewat sms q bilang ke istri (kalau gitu mulai hari ini kita bukan siapa siapa siapa lagi) karena sangking jengkelnya saya selama 7 bulan tak mau diajak tinggal bersama. Apa itu termasuk talak mohon bimbinganya ustad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here