Surat Al-Fatihah Sebagai Mahkota Tuntunan Ilahi

1
35

BincangSyariah.Com – M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah Volume 1: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an (Lentera Hati, 2017) menuliskan bahwa Surat Al-Fatihah adalah Ulumul Qur’an atau Indul Al-Qur’an. Ia juga mencatat bahwa banyak nama yang disandangkan untuk surat yang ada di awal Al-Qur’an ini.

Surat Al-Fatihah mempunyai kurang lebih 20 nama lain di mana dari nama-nama tersebut ada dampak yang diperoleh untuk siapa pun yang membacanya. Maka, sangat wajar apabila ada anjuran untuk menutup Surat Al-Fatihah dengan Al-Hamdu lillahi Rabbil ‘Alamin. (Baca: Membaca Hamdalah Setelah Amin Al-Fatihah, Apakah Boleh?)

Hanya ada tiga atau empat nama lain dari surat ini yang dikenalkan oleh Rasulullah Saw. nama-nama tersebut adalah al-Fatihah, Ummul Kitab, Ummul Qur’an dan as-Sab ‘al-Matsani. Selain itu, banyak pula hadits Rasulullah Saw. yang menyebut surat ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

Tidak ada (tidak sah) shalat bagi yang tidak membaca Fatihah al-Kitab.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Para Perawi Lainnya).

Akar kata Al-Fatihah adalah fath. Kata fath memiliki arti menyingkirkan sesuatu yang terdapat pada satu tempat yang akan dimasuki. Selain nama tersebut, kita juga bisa menamai Al-Fatihah sebagai Pembuka yang Sangat Agung untuk segala macam kebaikan atau kebijakan.

Meski begitu, makna harfiah yang dimaksud bukan seperti itu. Nama Al-Fatihah disematkan lantaran surat ini berada di awal Al-Qur’an. Penamaan tersebut memiliki makna bahwa biasanya yang pertama memasuki sesuatu adalah juga yang membukanya, maka kata Al-Fatihah di sini berarti awal Al-Qur’an.

Menurut Quraish Shihab, surat ini adalah awal dari segi penempatan Al-Qur’an, tidak seperti banyak dugaan ulama kecil bahwa surat ini dinamakan demikian lantaran merupakan surat yang pertama kali turun.

Baca Juga :  Belajar Mendidik Istri dari Rasulullah

Sementara itu, penamaan surat ini dengan nama lain as-Sab’ al-Matsani bersumber dari beberapa hadits sahih. Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi sebagai berikut:

Rasulullah saw. bersabda, “Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, Allah Swt. tidak menurunkan di dalam Taurat, Injil, maupun Zabur dan al-Qur’an suatu surat seperti as-Sab’ al-Matsani.

Dalam segi bahasa, kata as-Sab memiliki arti tujuh. Hal ini disebabkan karena Surat Al-Fatihah memiliki tujuh ayat. Sementara itu, kata matsani adalah bentuk jamak dari kata mutsanna atau matsna yang secara harfiah memiliki makna dua-dua.

Makna dua-dua dalam kata ini adalah bahwa surat ini dibaca dua kali setiap melaksanakan shalat dalam setiap rakaat. Apabila makna ini yang dimaksudkan, maka penamaan ini dilahir pada awal masa Islam di mana setiap kali shalat baru terdiri dari dua rakaat, atau disebabkan karena surat ini turun dua kali yakni di Mekkah dan Madinah.

Quraish Shihab menambahkan, bisa jadi makna kata dua-dua bisa dipahami dalam makna berulang-ulang dalam shalat dan di luar shalat. Atau bisa juga karena kandungan pesan setiap ayatnya terulang-ulang dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang lain.

Sementara itu, nama Ummul Kitab atau Ummul Qur’an pun bersumber dari hadits Nabi Muhammad Saw. sebagai berikut: “Siapa yang shalat tanpa membaca Ummu al-Qur’an maka shalatnya khidaj (kurang atau tidak sah).”

Ada juga riwayat dari Imam Bukhari yang menyimpulkan bahwa salah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw. Abu Said al-Khudri yang melaporkan kepada beliau bahwa ia membacakan Ummul Qur’an untuk seseorang yang digigit ular kemudian kesehatannya pulih.

Secara bahasa, kata Umm memiliki arti induk. Nama lain Induk al-Qur’an bisa jadi disebabkan karena surat ini ada di awal Al-Qur’an dan menjadi asal dan sumber. Seperti pula seorang ibu yang datang mendahului anak sebagai sumber kelahirannya.[]

Baca Juga :  Apakah Status Seseorang yang Bunuh Diri Otomatis Menjadi Musyrik?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here