Surah Al-Kahfi: 45: Perumpaan Alquran bahwa Dunia Seperti Air

0
2475

BincangSyariah.Com – Dalam Alquran, Allah berfirman tentang perumpamaan bahwa dunia seperti air. Pernyataan tersebut terdapat dalam Surah al-Kahfi [18]: 45,

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا

Dan unjukkanlah (wahai Muhammad) kepada mereka tentang perumpaan kehidupan dunia. Dunia seperti air yang Kami turunkan dari langit, kemudian biji-bijian di bumi bercampur (dan tumbuh) dengan air, kemudian biji itu menjadi kering dan diterbangkan oleh angin. Dan, Allah itu Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Dalam menafsirkan ayat ini, Imam At-Thabari dalam tafsirnya, Jami’ al-Bayan fi Ta’wil Aayi al-Qur’an,

يقول: فلا يفخر ذو الأموال بكثرة أمواله، ولا يستكبر على غيره بها، ولا يغترنّ أهل الدنيا بدنياهم، فإنما مَثَلُها مثل هذا النبات الذي حَسُن استواؤه بالمطر، فلم يكن إلا رَيْثَ أن انقطع عنه الماء، فتناهى نهايته، عاد يابسا تذروه الرياح، فاسدا، تنبو عنه أعين الناظرين ، ولكن ليعمل للباقي الذي لا يفنى، والدائم الذي لا يبيد ولا يتغير. 

Maka janganlah berbangga orang-orang yang memiliki harta dengan jumlahnya yang banyak. Juga jangan sombong (jumawa) terhadap orang lain dengan harta itu. Janganlah para pemuja dunia tertipu dengan (harta) dunia (yang dimiliki). Perumpamaannya seperti biji-biji tumbuhan, yang tumbuh dengan baik karena hujan. Maka tumbuhan itu hanya akan menjadi kering ketika ada air. Ia menjadi mati, dan kembali menjadi kering dan rusak, yang ditiup oleh hembusan angin, serta dipandang jelek oleh orang yang melihatnya. Karena itu, hendaknya beramal untuk yang Maha Kekal dan tidak akan pernah sirna, Yang Maha Ada dan tidak berubah.

Melalui ayat ini, Allah mengilustrasikan dunia layaknya air yang selalu berubah, bergerak mengikuti bentuk wadah yang ia tempati. Apapun yang terkena air pasti akan terkena dampak. Seperti biji tanaman ketika terkena air, juga akan berdampak menjadi tumbuhnya tanaman itu. Begitu juga dunia, siapapun tidak akan pernah terlepas dari cobaan dan dampak (baik dan buruk ) yang dihasilkan darinya. Demikian pendapat para bijak bestari sebagaimana dikutip oleh Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an. Tapi kita perlu ingat, yang sudah terlarut oleh dunia harusnya menyadari bahwa dunia tidak kekal, ketika ia hilang – seperti hilangnya air dari tanaman – maka tanaman tadi menjadi tidak berarti apa-apa. Wallahu A’lam.

Baca Juga :  Barang Pinjaman Rusak, Apakah Wajib Diganti?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here