Sunnah Melakukan Dua Hal Ini Ketika Melihat Setan

0
473

BincangSyariah.Com – Saat melihat setan dan takut kepadanya, dianjurkan mengucapkan asma Allah sebab setan takut ketika asma Allah diucapkan, Allah berfirman

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Fussilat; 36)

Imam Nawawi dalam Al-Azkar mengatakan ketika kita melihat setan maka disunnahkan melakukan dua hal ini, yaitu;

Pertama; Membaca Ta’awuz dan ditambah dengan zikir yang diajarkan Rasul sebanyak tiga kali. Sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim berikut ini

عن أبي درداء رضي الله عنه قال: قام رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي فسمعناه يقول: أعوذ بالله منك، ثم قال: ألعنك بلعنة الله ثلاثا، وبسط يده كأنه يتناول شيئا فلما فرغ من الصلاة قلنا يا رسول الله سمعناك تقول في الصلاة شيئا لم نسمعك تقوله قبل ذلك ورأيناك بسطت يدك، قال: إن عدو الله إبليس جاءك بشهاب من نار ليجعله في وجهي، فقلت: أعوذ بالله منك ثلاث مرات، ثم قلت: ألعنك بلعنة الله التامة، فاستأخر ثلاث مرات، ثم أردت أن آخذه، واالله لولا دعوة سليمان لأصبح موثقا تلعب به ولدان أهل المدينة

Dari Abu Darda’ ra, dia berkata; ‘Bahwa Rasulullah Saw mendirikan shalat kemudian aku mendengar beliau mengatakan; ‘A’udzu bil laahi minka (aku berlindung kepada Allah darimu).’ kemudian beliau melanjutkan; ‘Al’anuka bila’natil laahi (aku melaknatmu dengan laknat Allah)’, sebanyak tiga kali. Kemudian aku melihat beliau mengulurkan tangannya seakan mengambil sesuatu.

Setelah beliau selesai shalat aku bertanya; ‘Wahai Rasulullah, aku mendengar engkau mengatakan sesuatu di dalam shalat perkataan yang belum pernah aku dengar sebelumnya, dan aku lihat engkau mengulurkan tangan.’

Baca Juga :  Doa Mohon Kebaikan dalam Harta dan Anak

Beliau menjawab; ‘Sesungguhnya musuh Allah, iblis, datang dengan obor dari neraka di hadapanku, kemudian aku berkata; ‘Aku berlindung kepada Allah darimu’ sebanyak tiga kali, lalu aku ingin mencengkeramnya, seandainya bukan karena doa saudaraku Sulaiman, pasti dia sudah terikat dan dibuat mainan anak-anak penduduk Madinah.” (HR. Muslim)

Kedua; Mengumandangkan Azan. Sebab ketika azan terdengar Setan akan lari terbirit-birit dan menghilang. Seperti dikatakan dalam sebuah riwayat dalam Shahih Muslim, dari Suhail bin Abi Shalil, menceritakan,

أرسلني أبي إلى بني حارثة ومعي غلام لنا أو صاحب لنا، فناداه مناد من حائط باسمه وأشرف الذي معي علي الحائط فلم ير شيئا، فذكرت ذلك لإبي فقال: لو شعرت أنك تلقي هذا لم أرسلك ولكن إذا سمعت صوتا فناد بالصلاة، فإن سمعت أبا هريرة رضي الله عنه يحدث عن رسول الله قال: إن الشيطان إذا نودي بالثلاثة أدبر

“Bapakku mengutusku ke kabilah Bani Haritsah dan aku bersama pembantuku. Tiba-tiba ada suara yang memanggilnya dari tembok. Pembantuku menoleh ke arah tembok dan memerhatikannya, akan tetapi tidak melihat sesuatu pun, kemudian aku menceritakan hal itu kepada bapakku.

Beliau mengatakan; ‘Seandainya dari pertama aku mengetahui akan terjadi hal itu, tentu aku tidak mengutusmu. Jika kamu melihat suara seperti itu kumandangkan azan, karena aku mendengar Abu Hurairah ra meriwayatkan sebuah hadis dari Rasulullah Saw, bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya setan lari ketika dikumandangkan azan.” (HR. Muslim)



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here