Sumber Kebahagiaan dalam Islam

0
2113

BincangSyariah.Com –Kebahagiaan adalah dambaan setiap insan. Adapun indikasi dari sebuah kebahagian adalah merasakan ketenangan jiwa dan raga. Jika kebahagiaan adalah dambaan setiap insan, maka tentunya setiap jiwa yang bernafas akan berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut.

Namun rupanya tidak semua manusia berhasil menemukan kebahagiaan. Karena apa? Mereka tidak semua manusia mengerti bagaimana cara merengkuh kebahagiaan tersebut.

Islam mengajarkan kita sebuah metode untuk cepat menggapai kebahagiaan tersebut. Salah satunya adalah zuhud. zuhud bukan berarti kita mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta.

Ini melainkan lebih mempercayakan apa yang ada di tangan Allah daripada apa yang ada di tangan kita.Dengan kata lain, zuhud bukanlah sikap yang menjauhi materi. Namun sebuah sikap menganggap materi di dunia ini hanyalah suatu yang sepele. Karena itu kenikmatan dunia tidak perlu dianggap utama.

Karena dianggap tidak utama, bukan berarti orang zuhud tidak bisa memiliki. Karena sepele, maka kenikmatan haruslah dengan mudah ditaklukan oleh orang yang zuhud.

Setelah meraih kenikmatan dunia dengan gampang, orang zuhud tidak terbuai. Sikap zuhud ditandai dengan tidak bergantung kepada kenikmatan dunia itu. Karena tidak bergantung, maka orang zuhud lebih hebat dari materi. Karena memang itulah posisi manusia, lebih mulia dari apa pun, termasuk kekayaan duniawi.

Dengan demikian, zuhud adalah sumber kebahagiaan dimana seseorang tidak bangga memiliki dunia yang bukan prioritas utama. Dan tidak juga sedih karena kehilangannya, sebab ia tidak bergantung kepadanya. Seperti itulah ynag dijelaskan dalam QS Al Hadid ayat 23:

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آَتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan bersedih terhadap apa yang tidak kamu dapatkan, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Zuhud tidak harus miskin. Zuhud adalah amal hati, sehingga yang bisa menilai hanya Allah. Karena itu, kita tidak bisa menilai status seseorang itu zuhud ataukah tidak zuhud hanya dengan melihat penampilan luar.

Baca Juga :  Sahabat Nabi yang Kaya namun Tetap Zuhud

Kekayaan dan harta yang dimiliki, bukan standar zuhud. Karena orang bisa menjadi zuhud, sekalipun Allah memberikan banyak kekayaan kepadanya. Kita tidak memungkiri bahwa para Nabi yang Allah beri kerajaan, seperti Nabi Yusuf, Nabi Daud, atau Nabi Sulaiman, mereka adalah manusia-manusia yang sangat zuhud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here