Suka Memarahi Istri di Depan Umum, Ini Dalil yang Melarangnya

0
5582

BincangSyariah.Com – Wanita adalah makhluk yang istimewa, selalu mengedepankan hatinya dalam menilai sesuatu, menyukai keindahan, memiliki rasa malu yang tinggi, banyak bicara tapi memilih diam ketika emosi. Sekalipun tidak semuanya wanita begini, tapi umumnya demikian. Itu sebabnya wanita akan selalu berbeda secara kodrati dengan lelaki.

Maka Islam memiliki cara yang berbeda dalam memperlakukan wanita sebagai makhluk yang istimewa. Dalam bingkai rumah tangga, wanita adalah yang diberi nafkah. Sedang lelaki adalah yang memberikan nafkah. Namun seringkali keistimewaan ini raib ditangan lelaki yang tidak mengerti cara pandang agama terhadap wanita. Sehingga memperlakukan istrinya dengan seenaknya sendiri tanpa bisa dinasehati.

Tak jarang tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi, bahkan terlihat oleh umum tanpa diprivasi. Padahal hal yang demikian ini sangat dilarang oleh Nabi, sekalipun dengan alasan yang benar seperti untuk mendidik istri supaya jera dan tidak mengulangi perbuatan yang tidak layak dilakukan. Sekalipun tujuannya adalah benar tetap saja harus dengan cara yang benar dan tidak boleh semena-mena.

Nabi Muhammad Saw bersabda,

حَقُّ الْمَرْأَةِ  عَلَى الزَّوْجِ أَنْ يُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمَ وَيَكْسُهَا إِذَا اكْتُسِيَ وَلاَ يَضْرِبُ الْوَجْهَ وَلاَ يُقَبِّحُ وَلاَ يَهْجُرُ إِلاَّ فِي الْبَيْتِ

Hak perempuan yang harus dipenuhi oleh lelaki adalah memberinya makan ketika ia makan, memberinya pakaian ketika ia berpakaian; dan tidak memukul wajah. Juga tidak mengumpat, dan tidak membentak-nya kecuali di rumah (tempat yang sepi).

Hadis tersebut menyinggung masalah hak yang harusnya didapat oleh wanita ketika menjadi seorang istri, terlihat hak-hak tersebut adalah untuk memuliakan wanita. Dalam hadits tersebut Nabi Muhammad Saw menjelaskan bahwa wanita adalah makhluk yang istimewa, oleh karena itu mereka harus mendapatkan hak-hak tersebut dari suami.

Baca Juga :  Sikap Jujur Menurut Imam al-Ghazali

Dengan demikian harusnya sebagai seorang suami bisa mengerti dengan tidak memarahi istri di depan umum. Mereka sudah banyak mengalah dalam urusan rumah tangga. Bahkan, ada yang mau membantu suaminya untuk bekerja demi mencukupi kebutuhan rumah tangga. Padahal jika melihat dalam tugasnya pekerjaan adalah tugasnya lelaki bukan wanita. Maka buat istrimu selalu bahagia, didik dia dengan cara yang baik tanpa dengan kekerasan. Itu cara pandang agama terhadap wanita. Wallahu A’lam Bisshawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here