Suami Gila, Bolehkah Istri Menikah Lagi?

2
379

BincangSyariah.com – Setiap istri pasti mengharapkan pernikahannya menjadi keluarga yang sakinah, sejahtera dan berjalan dengan baik dengan sang suami. Namun kadang harapan tersebut terhempas di tengah jalan karena sang suami terkena penyakit fatal seperti kelainan kejiwaan atau gila. Dalam kondisi demikian, kadang seorang istri tidak bisa bertahan sehingga ada keinginan menikah dengan orang lain. Jika suami gila, bolehkah istri menikah lagi?

Istri tidak bisa langsung menikah dengan orang lain kecuali ikatan pernikahan dengan suami pertama sudah putus. Sebelum ditalak oleh suaminya, dia tetap berstatus sebagai istri sah meskipun suaminya gila. Karena itu, dia tidak boleh menikah dengan orang lain hanya karena suaminya gila.

Meski demikian, Islam menawarkan alternatif dalam kasus seperti ini. Jika suami gila, maka istri boleh mengajukan gugat cerai dengan suami kepada hakim atau pengadilan agama. Dalam Islam, menggugat cerai suami ke hakim atau pengadilan agama disebut dengan faskhun nikah.

Disebutkan bahwa salah satu alasan yang dibenarkan seorang istri menggugat cerai suaminya ke hakim adalah penyakit gila yang menimpa suami. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Abu Syuja’ dalam kita Taqrib berikut;

ويردّ الرجل بخمسة عيوب بالجنون والجذام والبرص والجبّ والعنّة

“Seorang laki-laki atau suami boleh dikembalikan atau digugat cerai dengan adanya lima aib; gila, terkena penyakit lepra, terkena barash atau penyakit kulit, penisnya terputus atau impoten.”

Juga disebutkan dalam kitab Alfiqhu ‘alal Mazahibil Arba’ah sebagai berikut;

أما البرص والجذام والجنون فإنها تجعل لأحد الزوجين الحق في طلب الفسخ في الحال سواء كان الزوج صغيرا أو كبيرا

“Adapun penyakit barash atau penyakit kulit, lepra dan gila, semuanya memberikan hak kepada suami atau istri untuk menggugat cerai pada waktu itu juga, baik suami masih anak kecil atau sudah dewasa.”

Baca Juga :  Hidup Makmur Dengan Bersyukur

Berdasarkan keterangan ini, istri dibenarkan secara syar’i menggugat cerai suami ke hakim jika suami gila. Setelah hakim menjatuhkan putusan bahwa ikatan pernikahan di antara istri dan suaminya telah putus dan setelah lewat masa iddah, maka istri boleh menikah lagi dengan orang lain.

2 KOMENTAR

  1. Isteri saya meninggalkan saya dengan alasan saya brrutang dan macam alasan yg tidak masuk akal.sedangkan saya jaga dia dengan baik cukup semua dari segi zahir dan batin.dan memfailkan cerai.apa hukum dan tindakan yg harus saya ambil.ingin dapat jawapan dari anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here