Singgung Potensi Ekonomi Islam, Begini Tanggapan Kemenko PMK Terkait Arsitektur Gerakan Zakat

0
552

BincangSyariah.Com – Demi menemukan ritme terbaik terkait dengan penguatan regulasi dan kolaborasi lembaga amil zakat, LAZ CEO Forum kembali digelar dengan melibatkan lebih dari serratus CEO LAZ dari seluruh Indonesia. Bertema ‘Menuju Arsitektur Baru Gerakan Zakat Indonesia”, agenda ini menghadirkan banyak tokoh dan ulama seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Prof. Agus Sartono, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag, Ahmad Juwaini, Dr. Fitra Arsil, S.H., M.H., KH. Abdullah Gymnastiar, KH. Yusuf Mansur, Bambang Suherman, Nana Sudiana.

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Prof. Agus Sartono, dalam sambutannya mengatakan, “Berbicara mengenai Arsitektur Gerakan Zakat, saya berpandangan bahwa penting untuk melihat dari perspektif global. Laporan terbaru State Of The Global Islamic Economy 2018/2019 menunjukkan bahwa potensi ekonomi Islam sangat besar,”

Lebih lanjut, kata dia, diperkirakan pada tahun 2023 nanti nilai Islamic Finance mencapai US$ 3.809 B, sementara potensi terkait halal food mencapai US$ 1.863 B. Dalam konteks ini kita bersyukur bahwa sejak bulan Oktober 2019 ini, UU Jaminan Produk Halal efektif berlaku. “Artinya kita harus mampu mengoptimalkan captive market di dalam negeri sebelum melihat potensi pasar diluar negeri,” jelasnya.

Selain halal food, potensi halal travel dan modest fashion juga masing-masing mencapai US$ 274 B dan US$ 361 B.

“Indonesia saat ini sudah menjadi semacam pusat busana muslim dunia. Hal ini perlu terus dikembangkan dan kita perlu mendorong tumbuhnya designer dan industriawan busana muslim baru. Mengapa tidak kita selenggarakan lomba mulai dari tingkat Kabupaten hingga Nasional terkait hal ini. Maka saya yakin kita akan memiliki ”Stock ide-ide” yang sangat bagus,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pertikaian Antar Penguasa di Era Andalusia: Kasus Sevilla dan Badajoz

Bidang lain yang juga memiliki potensi sangat besar adalah Halal Media diperkirakan mencapai US$ 288 B. Sementara Halal Pharmaceutical/Obat-obatan mencapai US$ 131 B.

“Saya yakin bahwa semakin meningkat kesejahteraan penduduk, maka kesadaran akan arti pentingnya kesehatan akan semakin tinggi. Ambil satu hal saja, berapa banyak kebutuhan obat-obatan untuk jamaah Haji. Setiap tahun tidak kurang dari 80 ton obat-obatan disediakan bagi jamaah haji yang hanya sekitar 225.000 orang. Bagaimana dengan kebutuhan obat-obatan untuk setidaknya 5 juta jamaah umroh?,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here