Silaturrahim Lebaran Via Online di Tengah Pandemi Covid-19

0
81

BincangSyariah.Com- Bersilaturrahim dengan keluarga dan kerabat dekat, khususnya mendekati hari raya seperti ini, seperti menjadi sebuah keharusan. Bagaimana tidak? tradisi saling maaf-memaafkan saat lebaran sudah mendarah daging bagi umat muslim di pelosok tanah air. Silaturrahim dengan bersalaman, sambil mengutarakan kalimat maaf, hingga berpelukan adalah beberapa di antara ciri khas masyarakat Indonesia saat hari lebaran.

Tak pelak silaturrahim dengan keluarga menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu. Saat hari raya, sebagian besar orang bisa bertemu dengan keluarga di sela waktu yang selalu dipadati dengan pekerjaan. Lebaran juga dijadikan waktu yang amat prestisius bagi seseorang untuk merajut kembali persaudaraan yang sebelumnya renggang. Sebagaimana yang termakktub dalam kitab at Targhiib wa at Tarhiib karya al Mundziriy (w. 656 H) no. 184,

عن أبي أيوب الأنصاري قال : قال رسول الله ص.م. : يا أبى أيوب، ألا أدلك على صدقة يرضى الله تعالى موضعوها؟ قال : قالت :بلى يا رسول. قال : تسعى في إصلاح ذات بين الناس إذا تفاسدوا، وتقا رب بينهم إذا تباعدوا.

Artinya:

Dari Abu Ayyub al Anshoriy berkata, Rasulullah SAW. bersabda : “Wahai Abu Ayyub, maukah kamu aku beritahu tentang sedekah yang di ridhloi Allah ta’ala padanya?”. Aku berkata : “Tentu Yaa Rasulullah”. Rasulullah SAW. bersabda : “(yaitu) Mengusahakan untuk mendamaikan (hubungan) antara manusia bila sedang rusak, dan mendekatkan diantara mereka apabila sedang renggang (berjauhan)”.

Dalam suatu kesempatan, Nabi SAW. juga pernah didatangi seorang lelaki yangmana hubungan keluarganya sedang tidak baik. Lelaki tersebut ingin membalas keluarganya yang bertindak dzolim terhadap dirinya, namun Nabi SAW. melarangnya dengan bersabda seperti dalam hadis riwayat Ahmad no. 6413, yang berbunyi

قَالَ:  لَا إِذًا تُتْرَكُونَ جَمِيعًا وَلَكِنْ خُذْ بِالْفَضْلِ وَصِلْهُمْ فَإِنَّهُ لَنْ يَزَالَ مَعَكَ ظَهِيرٌ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَا كُنْتَ عَلَى ذَلِكَ

Artinya:

Rasulullah bersabda: “Tidak, karena kalian semua akan ditinggalkan. Akan tetapi berbuatlah yang lebih utama dari itu dan sambunglah terus tali silaturrahim dengan mereka sebab sesungguhnya pertolongan akan senantiasa menyertaimu selama kamu masih berbuat demikian

Problem Silaturrahim di Tengah Pandemi

Lebaran tahun ini akan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang kita ketahui bersama, negeri ini dilanda suatu wabah yang dikenal dengan istilah Covid-19, atau yang sering kita ucap dengan istilah virus korona. Wabah ini setidaknya telah merenggut korban (nasional) sebanyak 1.028 orang dari total 15.438 kasus positif per tanggal 14 Mei 2020.

Pandemi ini membawa dampak sosial yang sangat merugikan banyak elemen masyarakat, mulai dari industri berskala besar hingga UMKM (Uusaha Mikro Kecil dan Menengah). Orang-orang yang menggantungkan penghidupan dirinya di kota besar dengan menjadi buruh atau pedagang harian, kebanyakan juga sudah diberhentikan dengan sebab-sebab tertentu atau juga dagangannya sudah tidak laku. Mereka pun akhirnya harus pulang ke kampung halaman lebih awal (sebelum bulan Ramadhan).

Namun, faktor inilah yang ditengarai malah menyebabkan penyebaran virus Covid-19 ini semakin meluas. Mereka yang pulang kampung dari kota-kota besar semisal Jakarta (kota dengan angka kasus tertinggi) dikhawatirkan membawa virus ini ke keluarga yang ada di desa. Dari fenomena inilah, pemerintah pada tahap selanjutnya bertindak tegas untuk membatasi mobilitas sosial dengan pelbagai cara secara bertahap, untuk menekan penyebaran virus tersebut.

Maka dari itu, timbullah persoalan mengenai larangan mudik. Tentu hal ini tidak seperti lebaran pada tahun-tahun sebelumnya yang selalu identik dengan mudik. Harapan yang sebelumnya bisa bertemu keluarga dan bersilaturrahim dengan sanak saudara harus pupus karena protokol yang telah ditetapkan pemerintah.

Silaturrahim Dengan Platform Online

Menyorot peristiwa ini, banyak orang yang pada akhirnya tidak bisa pulang ke kampung halaman, dikarenakan ada pembatasan hingga pelarangan moda transportasi massal yang digunakan. Mereka selanjutnya harus memendam asa untuk bertemu keluarga pada lebaran tahun ini. Namun setidaknya dengan adanya media sosial berbasis teknologi (online), silaturrahim sebenarnya masih sangat bisa untuk dilakukan.

Perusahaan-perusahaan Start Up yang bergerak pada bidang jasa komunikasi, akhir-akhir ini dibanjiri konsumen. Mereka yang terbatas akan sarana dan tempat, namun tetap ingin melakukan teleconference dengan orang lain seperti rapat, kuliah, hingga silaturrahim, bisa menggunakan aplikasi dari perusahaan tersebut.

Beberapa diantara aplikasi ini misalnya Whats Up; Zoom; Google Duo; Skype dan Hangouts. Aplikasi tersebut bisa dimanfaatkan rata-rata oleh pengguna dalam perangkat iOS, Android, Mac, Windows, hingga pada web. Di dalamnya, kita bisa bersua via suara dan panggilan video (video call) secara gratis dan berbayar.

Tentu kemajuan teknologi ini bisa kita pergunakan secara optimal untuk mempermudah sekaligus menjangkau ha-hal yang jauh, termasuk bersilaturrahim. Harapannya, dengan menggunakan fasilitas teknologi ini, masyarakat yang terhaang untuk mudik tetap bisa melimpahkan kerinduan dalam momen lebaran dan merajut kembali hubungan persaudaraan via gawai atau smartphone masing-masing.

Wallahu A’lam bi as Showaab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here