Mengapa Islam Anjurkan Umatnya Memiliki Sifat Malu?

1
763

BincangSyariah.Com – Sifat malu merupakan salah satu sikap yang dianjurkan dimiliki oleh pribadi setiap Muslim. Rasullulah bersabda,

عن عمران قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الحياء من الايمان

Dari Imran dia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: Malu adalah sebagian dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Disebutkan dalam hadits lain yang dikeluarkan oleh Ibnu Majah dari hadits Anas, Nabi saw. bersabda:

ان لكل دين خلقا، وخلق الاسلام الحياء

“Setiap agama mempunyai ciri khas akhlak dan ciri khas akhlak Islam itu rasa malu.” (HR. Ibnu Majah).

Rasa malu adalah akhlak Islam. Berarti setiap muslim harus memiliki sifat malu. Apakah itu berarti seorang muslim harus demam panggung? Seorang muslim harus malu bila berinterksi dengan dengan orang lain?

Disebutkan dalam buku Syarat-Syarat Kecakapaan Amaliah hal. 154, yang dimakksud haya’ (malu) adalah memelihara lisan dari ucapan-ucapan kotor dan tidak terpuji, serta menjaga diri dari perbuatan-perbuatan jelek dan tercela.

Rasa malu tidak hanya malu kepada orang lain, melainkan juga malu kepada Allah juga pada diri sendiri. Bila malu hanya kepada orang lain, tentu kita hanya meninggalkan kemaksiatan di saat orang lain bersama kita, dan berbuat semau nafsu (ammaroh) di saat sendiri. Di atas sana Allah mampu melihat kita kapan saja dan dimana saja. Malulah kepada Allah. Malulah kepada diri sendiri. Allah dan diri kita tahu atas apa yang kita perbuat. Wallahualam

Baca Juga :  Perlukah Update Ibadah di Media Sosial?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here