Belajar Tauhid: Mengenal Sifat “Jaiz” atau “Boleh” bagi Allah

2
17120

BincangSyariah.Com – Selain sifat wajib bagi Allah Swt. yang ada dua puluh dan sifat mustahil bagi Allah Swt. yang ada dua puluh, Allah Swt. juga mempunyai sifat jaiz yang ada satu. Lalu, apakah sifat jaiz atau boleh bagi Allah Swt. itu?

Syekh Thahir Al-Jazairi di dalam kitabnya Al-Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil A’qidah Al-Islamiyyah mengatakan bahwa sifat jaiz bagi Allah Swt. itu adalah sebagai berikut.

هي فعل الممكنات وتركها، مثل أن يجعل الإنسان غنيا أو فقيرا، صحيحا أو سقيما، وأشباه ذلك.

Sifat Jaiz bagi Allah Swt. adalah melakukan hal-hal yang mungkin dan (atau) meninggalkannya, seperti dijadikannya manusia itu kaya atau miskin, sehat atau sakit, dan lain sebagainya.

Atau di dalam kitab-kitab tauhid lainnya dibahasakan sifat jaiz bagi Allah Swt. adalah fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu, yakni melakukan segala sesuatu yang mungkin atau meninggalkannya.

Artinya, segala sesuatu yang mungkin itu tidak wajib diwujudkan oleh Allah Swt. dan tidak pula mustahil bagiNya, karena semuanya adalah atas dasar kehendakNya, tidak ada unsur keterpaksaan dari pihak manapun. Misalnya menciptakan manusia bagi Allah Swt. adalah jaiz atau boleh, yakni Allah Swt. tidak wajib menciptakan manusia, tidak pula mustahil bagiNya. Begitu pula dengan menjadikan manusia cantik atau tidak, tampan atau tidak, miskin atau kaya, sakit atau sehat, pintar atau tidak, dan lain sebagainya semuanya adalah jaiz bagi Allah Swt. Berbeda dengan manusia yang ketika akan melakukan segala sesuatu yang mungkin baginya tidak mesti atas dasar kehendaknya, yakni tidak jarang ada intervensi dari pihak lain yang mewajibkannya untuk melakukannya atau intervensi untuk meninggalkannya.

Demikianlah sifat jaiz atau boleh bagi Allah Swt. Jadi, semuanya tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah Swt. Allah Swt. boleh melakukannya atau meninggalkannya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  Islam Menolak Nepotisme

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here