Siapa yang Rentan Terkena Penyakit Ain?

0
718

BincangSyariah.Com – Pada dasarnya, semua orang bisa dan sangat mungkin terkena penyakit, baik laki-laki atau perempuan, muda atau tua dan lain sebagainya. Juga penyakit ain timbul dari siapa saja, baik dari orang saleh dan orang yang mencintai karena takjub atau dari orang yang dengki dan jahat karena iri. Hanya saja anak yang masih kecil atau bayi lebih rentan terkena penyakit ain atau gangguan setan lainnya.

Salah satu tanda bahwa bayi terkena penyakit ain adalah menangis secara tidak wajar dan tak kunjung berhenti, kejang-kejang tanpa sebab yang jelas, tidak mau menyusu pada ibunya tanpa ada sebab tertentu atau tubuh bayi tersebut kurus dan kering. Jika kondisinya demikian, maka bayi tersebut segera diruqyah karena kemungkinan sudah terkena penyakit ain.

Disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, bahwa suatu saat Nabi Saw. bertanya kepada Asma’ binti Umais, ‘Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?’ Asma menjawab, ‘Tidak, akan tetapi mereka tertimpa ain.’ Kemudian Nabi Saw. berkata, ‘Kalau begitu bacakan ruqyah untuk mereka.’”

Dalam hadis lain riwayat Imam Bukhari dari Sayidah Aisyah, bahwa suatu saat Nabi Saw. masuk rumah dan tiba-tiba mendengar jeritan bayi menangis. Kemudian beliau bersabda, ‘Kenapa bayi ini menangis terus? Mengapa kalian tidak segera meruqyahnya untuk mengobatinya dari penyakit ain.”

Dua hadis ini menunjukkan bahwa bayi rentan terkena penyakit ain. Hal ini karena pada umumnya banyak orang yang takjub pada bayi, gemes melihatnya dan kadang orang-orang sekitarnya banyak memujinya tanpa diiringi dengan zikir dan doa keberkahan. Akibatnya, karena banyak yang takjub dan memuji-muji bayi tersebut, maka dia rentan terkena penyakit ain.

Baca Juga :  Tantangan Ulama Perempuan Masa Kini

Dalam kitab Syarhus Sunnah, Imam Albaghawi menyebutkan sebuah riwayat bahwa suatu saat Sayidina Usman bin Affan melihat anak kecil yang sangat lucu. Kemudian beliau berpesan;

دَسِّمُوا نُونَتَه، لئلا تُصيبه العَيْن

“Beri olesan hitam pada lesung pipinya, agar dia tidak terkena penyakit ain.”

Agar bayi terhindar dari penyakit ain, maka orang tuanya dianjurkan untuk senantiasa membacakan doa ini kepada anaknya. Lafadznya sebagai berikut;

أُعِيذُكَ/ أُعِيذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here