Siapa Saja yang Boleh Berfatwa?

1
1502

BincangSyariah.Com – Di era terbukanya informasi seperti sekarang ini, banyak sekali orang yang sering berfatwa, alias menghukumi haram, halal atau bid’ah.Tak jarang para ustadz yang bermunculan di beranda media sosial itu menimbulkan kegaduhan sebab fatwa-fatwa yang ia keluarkan. Padahal dalam Islam, tidak semua orang bisa berfatwa seperti itu. Lalu siapa saja sebenarnya yang boleh berfatwa?

Perlu diketahui, ustadz itu bukan mujtahid, bukan ahli fiqih dan bukan ahli hadits, maka dia tidak boleh berfatwa mengharamkan atau menghalalkan sesuatu. Orang yang bukan ahlinya tidak boleh bicara hal-hal yang di luar kemampuannya.

Para ustadz hanyalah sekedar menyampaikan fatwa para ulama. Yang berfatwa bukan sang ustadz, tapi para ulama seperti fatwa Al-Imam Asy-Syafi’i, Al-Imam Abu Hanifah, Al-Imam Malik, Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullah.

Maka yang kita ikuti fatwa para ulama, bukan fatwa para ustadz. Ustadz itu kerjanya sekedar menyampaikan fatwa para ulama yang sesungguhnya. Ustadz bukan sumber fatwa tapi agen fatwa.

Para Ustadz itu harus jujur, amanah, valid, tidak korup, apa adanya, adil, bertanggung-jawab dan bisa menunjukkan rujukan pustaka tempat dia mendapatkan sumber fatwa aslinya serta menjelaskan kenapa bsia ada perbedaan pendapat dalam hal tersebut. Karena itu, seorang yang ingin berfatwa haruslah mengenal ulama dan membaca kitab mereka serta mempelajari perbedaan-perbedaan pendapat di antara ulama. Sebagaimana Imam ‘Atha berkata

لا ينبغي لأحد أن يفتي الناس، حتى يكون عالمًا باختلاف الناس

“Tidak boleh seseorang berfatwa di tengah masyarakat kecuali dia telah paham benar tentang perbedaan”.

Mayoritas para ulama berpendapat bahwa seseorang yang tidak memahami perbedaan pendapat tersebut tidak layak untuk berfatwa, seperti pendapat yahya bin Salam berikut;

Baca Juga :  MUI dan PBNU Imbau Masyarakat Jangan Tolak Jenazah Pengidap Virus Corona

لا ينبغي لمن لا يعرف الاختلاف أن يفتي، ولا يجوز لمن لا يعلم الأقاويل أن يقول: هذا أحب إليّ

Tidak dibenarkan bagi yang yang tidak paham khilafiyah untuk berfatwa. Dan tidak boleh bagi orang yang tidak paham perbedaan pendapat untuk berkata, pendapat ini lebih saya sukai.”

Begitu juga pendapat Umar bin Abdul Aziz, salah seorang khalifah Abbasiyah berkata

ما أحب أن أصحاب محمد لا يختلفون لأنه لو كان قولًا واحدًا لكان الناس في ضيق، وإنهم أئمة يقتدى بهم، فلو أخذ رجل بقول أحدهم كان سنة

“Aku tidak suka kalau melihat para shahabat nabi tidak saling berbeda pendapat. Sebab kalau mereka sepakat pada satu pendapat saja, maka orang akan berada dalam kesempitan. Mereka itu adalah para imam yang diikuti. Cukup ikuti satu saja dari mereka, kita sudah termasuk ikut sunnah.”

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here