Sharing is Caring; Fenomena Saling Berbagi di Bulan Ramadan

0
98

BIncangSyariah.Com – Sharing is caring. Kalimat tersebut rasanya sering kita dengar tetapi kurang kita lihat realisasinya dalam fakta sosial saat ini. Lihat saja, di tengah gegap gempit teknologi informasi seperti sekarang, sharing seperti kehilangan makna caring-nya.

Kita hidup di era apa? Hoaks bertebaran di mana-mana, hujat-menghujat jadi hal lumrah di media sosial, speaker rumah ibadah bergemuruh marah, hingga obrolan-obrolan kering soal politik menghinggapi tiap pertemuan relasi di tingkat apapun (tak terkecuali kaum emak-emak yang berbincang di gerobak sayur).

Jika disadari, seluruh aktivitas yang disebutkan tadi merupakan bagian dari sharing. Tetapi sekali lagi, apakah ada sikap peduli dan beban moral bagi yang melakukan? Mari kita pertanyakan itu dalam-dalam di sanubari.

Dalam Islam, Rasulullah selalu menganjurkan umatnya agar berlaku adil. Adil mulai dari tutur, laku, hingga niat di hati. Adil berarti harus mengacu pada kebaikan, menyebarkan kebaikan dengan cara-cara yang baik dengan mengkalkulasi maslahat dan mudharatnya.

Di era teknologi informasi ini, mayoritas masyarakat cenderung lebih pintar lima kali lipat dibanding masyarakat yang hidup di lima dekade ke belakang—setidaknya menurut penulis. Bagaimana tidak pintar, semua hal yang ingin diketahui bisa langsung dicari tahu dalam hitungan detik lewat gawainya. Informasi mengenai agama, politik, ekonomi, bahkan alamat baru rumah mantan semua bisa diketahui dengan cepat.

Tapi, dari kecenderungan pintarnya masyarakat kita ini, sikap peduli seakan luntur dalam kesehariannya. Lho, tapi zakat infak sadaqah kan justru meningkat apalagi di bulan Ramadhan, itu bukannya bentuk peduli? Benar, tren kepedulian tentang ini memang meningkat. Berbagi rezeki fisik memang cenderung menjadi gaya hidup yang perlu kita syukuri. Tetapi, kepedulian lainnya tak bisa kita pungkiri memudar.

Baca Juga :  Hukum Menerima Beasiswa dari Non-Muslim

Kepedulian berbagi informasi menjadi pertanyaan besar masyarakat digital sekarang. Rasanya, energi bangsa terkuras besar akibat terjangan hoaks dan kegaduhan politik yang merambet hingga ke dapur-dapur rumah. Tak sedikit relasi yang hancur sebab perbedaan pandangan antara satu dengan lainnya. Lalu kita bertanya, bisakah kita berhenti sejenak untuk membagikan hal yang barangkali belum kita kalkulasikan maslahat dan mudharatnya?

Wallahu a’lam



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here