Serba-serbi Hukum Waris dalam Islam di Indonesia

0
5

BincangSyariah.Com – Ajaran Islam tidak hanya mengatur tentang ibadah kepada Allah Swt., tapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya, termasuk masalah kewarisan. Berikut adalah serba-serbi hukum waris dalam Islam di Indonesia:

Nabi Muhammad Saw. membawa hukum waris Islam dengan tujuan untuk mengubah hukum waris jahiliyah. Mengapa hukum sebelumnya mesti diubah? Sebab, hukum sebelumnya sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur kesukuan yang menurut Islam tidak adil.

Dalam ketentuan hukum waris Islam, setiap pribadi, baik perempuan dan laki-laki berhak memiliki harta benda dari harta peninggalan.

Warisan tidak hanya terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan harta benda saja. Warisan juga mencakup non-harta benda. Ayat al-Qur’an yang menyatakan demikian di antaranya ada dalam Q.S. an-Naml (27) ayat 16 sebagai berikut:

وَوَرِثَ سُلَيْمَٰنُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ

Wa wariṡa sulaimānu dāwụda wa qāla yā ayyuhan-nāsu ‘ullimnā manṭiqaṭ-ṭairi wa ụtīnā ming kulli syaī`, inna hāżā lahuwal-faḍlul-mubīn

Artinya: “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata.”

Secara istilah, warisan adalah berpindahnya hak kepemilikan dari orang yang meninggal kepada ahli waris yang masih hidup. Warisan bisa berupa harta berbentuk uang, tanah, atau apa saja yang berupa hak milik legal secara syar’i.

Definisi lain juga menyebutkan bahwa warisan adalah perpindahan kekayaan seseorang yang meninggal dunia kepada satu atau beberapa orang. Hal tersebut akibat-akibat hukum dari kematian seseorang terhadap harta kekayaan. (Baca: Terkait Hukum Waris, Ini Sepuluh Prinsipnya yang Harus Anda Ketahui)

Baca Juga :  Apakah Anak Angkat Berhak Mendapatkan Warisan?

Ilmu mawaris biasa disebut dengan ilmu faridh yakni ilmu yang membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan harta warisan. Hukum waris dalam Islam mencakup masalah-masalah orang yang berhak menerima warisan.

Ilmu mawaris juga membahas soal bagian masing-masing dan cara melaksanakan pembagiannya. Selain itu, ilmu mawaris juga memabas hal-hal lain yang berkaitan dengan ketiga masalah tersebut.

Jika ada sengketa waris diantara ahli waris sebab tidak adanya kesepakatan, maka langkah yang mesti dilakukan adalah membicarakan pilihan hukum atau choice of law. Nilai plusnya, hukum positif di Indonesia masih membuka ruang untuk para pihak yang bersangkutan memilih dasar hukum dalam proses penyelesaian pembagian harta warisan.

Hal tersebut memberi konsekuensi pada pengadilan mana yang berwenang untuk mengadili sengketa tersebut. Pilihan hukum yang dimaksud di sini adalah sengketa yang bisa diajukan ke Pengadilan Negeri.

Jika penyelesaiannya tunduk pada Hukum Adat atau KUH Perdata atau civil law, atau bisa diajukan ke Pengadilan Agama dan penyelesaiannya tunduk pada Hukum Islam. Hal tersebut disebabkan karena Indonesia masih menganut sistem pluralisme hukum.

Bagi pewaris yang beragama Islam, dasar hukum utama yang menjadi pegangan adalah UU Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan UU Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Dalam Penjelasan Umum UU tersebut dinyatakan:

“Para pihak sebelum berperkara dapat mempertimbangkan untuk memilih hukum apa yang dipergunakan dalam pembagian warisan, dinyatakan dihapus”.

Secara eksplisit, sebenarnya hukum Islamlah yang mesti menjadi pilihan hukum bagi Kaum Musliman. Sayangnya, ketentuan ini tidak mengikat sebab UU Peradilan Agama tidak tegas mengatur persoalan penyelesaian pembagian harta waris yang beragama Islam dan non-Islam.

Dalam praktiknya, pilihan hukum tersebut sebenarnya bisa menimbulkan berbagai masalah. Sebab, ahli waris bisa saling menggugat satu sama lain di pengadilan. Demikian artikel tentang hukum waris dalam Islam. Semoga bermanfaat.[]

Baca Juga :  Hukum Hibah Tanpa Persetujuan Ahli Waris

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here