Sepuluh Karakteristik Kepribadian Muslim Menurut Syekh Nawawi

2
604

BincangSyariah.Com – Karakteristik kepribadian Muslim tidak hanya membahas tentang hal-hal yang empiris dan berwujud, tapi juga yang abstrak dan metafisik. Kepribadian dalam Islam tidak terdiri dari jasad dan organ-organ tubuh yang terlihat semata. Kepribadian dalam Islam juga mencakup ruh, qalb, dan aql yang lebih bermakna nilai dan fungsinya.

Apa yang menentukan siapa diri kita adalah kepribadian. Kepribadian akan memengaruhi banyak aspek dalam kehidupan, baik itu apa yang telah kita pilih untuk menjalani hidup. Bagaimana cara kita berinteraksi dengan keluarga, cara kita memilih teman, sahabat, bahkan pasangan hidup. (Baca: Tafsir An-Nisa’ [4]: 19: Sayangi Pasangan Hidup Kita)

Maka dari itu, kepribadian akan memberikan efek yang mendalam pada preferensi pribadi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari memilih teman, hingga menentukan selera musik. Kepribadian yang unik bisa memengaruhi setiap pilihan yang dibuat seseorang.

Pola pikir, pola rasa, pola tingkah laku dan pola ibadah seorang muslim itulah yang berkumpul dalam definisi taqwa, yang dirincikan Syekh Muhammad Nawawi Ibnu Umar Al-Jawi dalam Nasha’i al-‘Ibad (Nasihat-nasihat bagi Hamba Allah) sebagai berikut:

Pertama, ucapannya selalu jujur disertai dengan hati yang qonaah.

Kedua, selalu sabar dengan disertai rasa syukur yang terus menerus karena iman yang paling utama adalah sabar dan bersikap toleran.

Ketiga, ridho dengan kefakiran disertai dengan zuhud yang nyata karena keridhaan orang fakir itu akan mendapatkan keberuntungan atas pahala kefakirannya, jika tidak maka malah sebaliknya yaitu tidak akan mendapatkan keberuntungan.

Keempat, banyak ber-tafakkurmeskipun dalam keadaan perut yang lapar yaitu dengan ber-tafakkur dalam segala hal.

Kelima, senantiasa prihatin disertai dengan rasa takut kepada Allah karena yang dikatakan seseorang berilmu ialah apabila ia merasa takut kepada Allah swt.

Baca Juga :  Tidur dalam Keadaan Berwudhu, Apa Faidahnya?

Keenam, inti berpangku tangan dengan disertai ketawadhuan karena jika kuat memiliki sifat tawadhu’ akan terhindar dari sifat sombong.

Ketujuh, selalu bersikap lemah lembutdisertai dengan kasih sayangkarena siapa saja yang mempunyai sifat lemah lembut dan kasih sayang akan disegani dan dihargai orang lain.

Kedelapan, rasa cinta karena Allahdisertai dengan sifat malukarena-Nya.

Kesembilan, ilmu yang bermanfaatdengan disertai amal yang langgengkarena Allah tidak akan memberikan manfaat pada ilmu jika tidak diamalkan.

Kesepuluh, iman yang kekal dengan disertai akal sehatkarena sebaikbaiknya karunia adalah akal dan seburuk-buruknya musibah adalah kebodohan.

Sampai di sini kita bisa menyimpulkan bahwa kepribadian Muslim adalah integrasi sistem akal, kalbu, dan nafsu yang bisa menimbulkan sikap dan tingkah laku yang dominan dalam diri seseorang.

Kepribadian akan memberi citra pada pribadi seseorang. Secara spontan, kepribadian Muslim akan menjalin hubungan yang menyatu antara pikiran, perasaan, dan tindakan saat berhubungan dengan orang lain atau merespons ide-ide dari dalam atau luar dirinya.[]

2 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Dalam Islam, istilah kepribadian lebih dikenal dengan al-syakhshiyah. Syakhsiyah berasal dari kata syakhshy yang berarti pribadi. Kata tersebut kemudian diberi ya nisbiyah sehingga menjadi kata benda buatan, mashdar shina’iy. Syakhshiyah yang berarti kepribadian. (Baca: Sepuluh Karakteristik Kepribadian Muslim Menurut Syekh Nawawi) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here