Seorang Mukmin Tidak Akan Melakukan Kesalahan yang Sama

1
2839

BincangSyariah.Com – Al-Insan mahallul khata’ wan nisyan. Demikianlah kata pepatah Arab yang artinya manusia itu tempat salah dan lupa. Namun, meskipun begitu manusia hendaknya belajar dari setiap kesalahan yang telah ia perbuat. Setidaknya ia akan mengambil hikmahnya, sehingga ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Hal ini pun telah diajarkan oleh Nabi saw. di dalam hadis sebagai berikut.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ ». رواه البخاري.

Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. beliau bersabda: “Seorang mukmin itu tidak akan terperosok ke dalam lubang yang sama dua kali.” (HR. Al-Bukhari).

Hadis tersebut juga diriwayatkan oleh imam Muslim di dalam kitab shahihnya, serta imam Abu Daud dan imam Ibnu Majah di dalam kitab sunannya. Menurut imam Al-Khattabi di dalam kitab Ma’alimus Sunan pengertian hadis tersebut ada dua.

Pertama jika teks hadis tersebut menggunakan kata la yuldaghu (tidak akan terperosok), maka artinya adalah seorang mukmin yang terpuji adalah yang cerdas untuk tidak melakukan kesalahan lagi, ia tidak tertipu kedua kalinya.

Kedua, jika menggunakan kata la yuldaghil mukmin dengan bentuk larangan (jangan terperosok), maka artinya sabda Nabi saw. tesebut adalah janganlah seorang mukmin tertipu dan melakukan kesalahan yang sama. Hendaklah ia waspada untuk tidak melakukan hal yang dilarang dan tercela.

Dengan demikian, maka berdasarkan hadis tersebut menunjukkan bahwa seorang mukmin yang cerdas adalah dia yang mau belajar dari kesalahan yang pernah ia lakukan. Sehingga ia selalu waspada dan hati-hati untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Apalagi kesalahan yang berbeda, yang lebih parah atau ringan dari pada kesalahan yang pertama. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  Lebih Utama Mana, Membantu Kerabat yang Susah atau Naik Haji?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here