Senang Orang Mati dalam Keadaan Kafir, Kisah Osama bin Laden Dicap Sama Dengan Setan

2
1908

BincangSyariah.Com – Kisah ini sebenarnya sepenuhnya penulis kuti dari penelitian pemahaman hadis terhadap komunitas Jamaah Tabligh yang dilakukan oleh Alfauzi, MA., salah seorang peneliti el-Bukhari Institute. Tesis ini berjudul “Problematika Pemahaman Hadis (Studi Kasus Pemahaman Hadis Jamaah Tabligh Masjid Jami’ Kebon Jeruk Jakarta Barat Tahun 2015-2017)”, dan saat ini sedang dalam proses pengeditan ulang untuk diterbitkan kembali oleh Penerbit el-Bukhari Institute dalam versi yang lebih populer.

Sebagai sedikit bocoran, ciri khas dari buku ini adalah penulisnya mencoba menyajikan bagaimana pemahaman hadis terhadap sejumlah amalan yang jadi ciri khas Jamaah Tabligh lalu mencoba menjelaskannya dari sudut pandang metode pemahaman hadis yang disebutnya sebagai “pemahaman yang benar” (al-Fahm as-Shahih). Hasilnya maka ada poin-poin kritik terhadap pemahaman hadis yang dipahami oleh komunitas Jamaah Tabligh. Betapapun demikian, buku ini juga sangat kaya dengan data wawancara terhadap para anggota jamaah Jamaah Tabligh. Data-datanya disampaikan sangat gamblang.

Salah satu yang mengusik penulis adalah bagaimana kesaksian seseorang bernama Pak Q (nama tidak disebutkan lengkap), tentang bagaimana jamaah tabligh memahami hadis-hadis tentang jihad. Pak Q kemudian mengutip kisah bagaimana Osama bin Laden pernah dicap sama dengan setan oleh seorang tokoh Jamaah Tabligh di Pakistan bernama Syekh Wahab. Pasalnya, Osama (yang awalnya menjadi pengajak jihad ke Afghanistan) sebenarnya sedang mencari simpati dari penganut JT di Pakistan, tapi Syekh Wahab menolak itu. Berikut ini penulis coba kutipkan dialog antara Syekh Wahab dengan Osama bin Laden (h. 85),

Osama bin Laden: “wahai Wahab, kamu itu sibuk aja mengeluarkan jamaah dari masjid ke masjid, bawa kompor, bawa ini, bawa itu keluar tiga hari apa faedahnya bagi umat Islam?  mengapa kamu tidak ikut jihad bersama kami saja untuk memerangi orang kafir?”

Baca Juga :  Ngaji al-Hikam: Perintah Bersikap Rendah Hati

Syekh Wahab: “Betul, kata kamu memang betul. saya bertanya kepadamu, kamu memerangi orang kafir lalu orang kafir mati kamu senang tidak?”

Osama bin Laden: “Senang !”.

Syekh Wahab: “Begitu juga setan, setan itu menginginkan orang kafir mati semua lalu di masukkan ke dalam neraka senanglah setan. Lalu apa bedanya kamu dengan setan? Katanya. Kita ini orang yang memikirkan bagaimana caranya agar orang kafir masuk ke dalam agama Islam, dapat hidayah, dan mati masuk surga. Itulah pola fikir orang Islam, fikir nabi, kecuali bila turun perintah untuk berperang, baru Rasulullah ikut berperang. Perang itu juga ada adabnya dan ada rukun-rukunya. Misalnya, udah berapa kali didakwahi untuk membayar upeti, tetapi tidak mau membayar juga, baru perang. Dan dalam berperang itu juga tidak boleh membunuh anak kecil, wanita, menebang pohong dan lain-lain.”

Berperang juga tidak boleh pakai nafsu. Perang itu harus karena Allah. Kalau perang dengan mengandalkan nafsu mati, maka dia mati sengit bukan mati syahid.” “Berjihad kan bersungguh-sungguh jadi berjihad itu pada dasarnya tergantung kondisi seseorang kalau sekarang kita disuruh berperang apa yang harus kita perangi ?”. “Orang orang Islam kalu saling membunuh. Yang dibunuh dan yang membunuh kalau mati dua-duanya masuk neraka. Menurut dia, syahid itu ada dua, syahid dunia dan akhirat. Yang kita kejar yaitu syahid dua-duanya kalau syahid di dunia doang bagaimana tuh ?”

Kiranya kisah ini bisa menjadi pelajaran kita semua. Pandangan tokoh Jamaah Tabligh bernama Syekh Wahab ini mengingatkan saya dengan pandangan K.H. Baha’uddin Nur Salim (Gus Baha’), bahwa para ulama terdahulu justru sangat menahan diri menyampaikan sesuatu yang jika disampaikan potensi tumpahnya darah kaum muslim menjadi besar.

Baca Juga :  Hukum Makan Testis Kambing atau Sapi

2 KOMENTAR

  1. Osama berperang karena sejak awal menjadi korban agresi sekutu barat. Sejarah perjuangan rakyat Afghanistan, Taliban, Al Qaedah, bahkan di Palestine tdk lepas dari provokasi dan intimidasi kelompok orang2 kafir barat. Sy yakin tdk ada kelompok perlawanan ISIS, Al Qaedah, Taliban dll klo dunia Timur Tengah tdk ada kelompok jahat orang2 dari luar timur tengah

  2. Gak nyambung, kisah mana untuk yg mana, kebanyakan utak atik dalil, malah gk pake dalil, menjauh dari jihad,..hadeeeuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here