Selain Musibah Kematian, Apakah Boleh Mengumumkannya dengan Kalimat Istirja’?

0
1016

BincangSyariah.Com – Pada umumnya, kalimat istirja’ diucapkan ketika kita mendengar musibah kematian seseorang, entah itu keluarga sendiri, tetangga atau orang lain. Bahkan kalimat ini biasa digunakan untuk mengumumkan kematian seseorang. Selain musibah kematian, kita jarang mendengar pengumuman dengan menggunakan kalimat istirja’ ini. Bagaimana hukum mengumumkan musibah selain kematian dengan menggunakan kalimat istirja’, apakah boleh?

Pada saat kita tertimpa musibah, baik itu berupa kematian, kehilangan barang, atau musibah lainnya, kita disunahkan untuk membaca kalimat istirja’ atau ‘Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Kalimat ini tidak hanya dianjurkan ketika kita mendapat musibah berupa kematian, tapi juga musibah lainnya seperti kebanjiran, tsunami, gunung meletus dan lainnya.

Karena kalimat istirja’ tidak khusus pada musibah kematian, maka kita boleh mengumumkan musibah lainnya dengan kalimat istirja’ ini. Misalnya, mengumumkan adanya tsunami, kebanjiran, gunung meletus dan musibah-musibah lainnya. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 155-156 berikut;

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Dan Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.”

Menurut Imam al-Qurthubi, maksud musibah dalam ayat ini adalah semua hal yang menimpa dan menyakiti seseorang. Misalnya, penyakit, rasa sedih, dan lainnya. Beliau berkata dalam kitab Tafsir al-Qurthubi sebagai berikut;

قوله تعالى : مصيبة المصيبة : كل ما يؤذي المؤمن ويصيبه ….قلت : هذا ثابت معناه في الصحيح ، خرج مسلم عن أبي سعيد وعن أبي هريرة رضي الله عنهما أنهما سمعا رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ما يصيب المؤمن من وصب ولا نصب ولا سقم ولا حزن حتى الهم يهمه إلا كفر به من سيئاته .

Baca Juga :   Agar Hati Tidak Mati, Raihlah Hal Ini

“Firman Allah, ‘Musibah’ adalah semua hal yang menyakiti orang beriman dan menimpanya. Saya berkata, ‘Makna ini telah ada dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah-semoga Allah meridhai keduanya- bahwa keduanya mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit (yang tidak kunjung sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuni.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here