Selain Istinja, Apakah Makruh Memegang Kemaluan dengan Tangan Kanan?

1
13

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa ketika kita istinja atau bersuci, kita dianjurkan untuk istinja’ dan menyentuh kemaluan dengan menggunakan tangan kiri. Menurut para ulama, memegang kemaluan dengan tangan kanan saat istinja’ hukumnya makruh. Namun bagaimana selain istinja’, apakah tetap makruh memegang kemaluan dengan tangan kanan?

Menurut para ulama, memegang atau menyentuh kemaluan dengan tangan kanan hukumnya adalah makruh dan dilarang, baik saat istinja atau selain istinja. Mereka mengatakan bahwa larangan memegang dan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan tidak hanya berlaku saat istinja, melainkan selain istinja pun juga dilarang dan dimakruhkan.

Ini sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Taimiyah dalam kitab Syarh ‘Umdatul Fiqh berikut;

أَمَّا مَسُّ الذَّكَرِ بِالْيَمِينِ، فَمَنْهِيٌّ عَنْهُ فِي كُلِّ حَالٍ؛ لِمَا رَوَى أَبُو قَتَادَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا يَمْسِكَنَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ، وَلَا يَتَمَسَّحُ مِنَ الخلاء بيمينه

Adapun menyentuh kemaluan (zakar) dengan tangan kanan, maka hukumnya dilarang dalam setiap keadaan. Ini berdasarkan hadis yang bersumber dari Abu Qatadah bahwa Rasulullah Saw bersabda; Janganlah seorang di antara kalian menyentuh memegang kemaluannya dengan tangan kanannya, dan jangan pula cebok dengan tangan kanannya.

Bahkan dalam kitab Al-Muhalla, Ibnu Hazm mengatakan bahwa tidak boleh bagi seseorang memegang kemaluannya dengan tangan kanannya secara umum, baik saat istinja’ dan lainnya, kecuali dalam keadaan darurat. Jika dalam keadaan darurat, misalnya untuk mengobati kemaluannya dan harus menggunakan tangan kanannya, maka hukumnya boleh.

Ibnu Hazm berkata sebagai berikut;

وَلَا يَجُوزُ لِأَحَدٍ مَسُّ ذَكَرِهِ بِيَمِينِهِ جُمْلَةً إلَّا عِنْدَ ضَرُورَةٍ لَا يُمْكِنُهُ غَيْرُ ذَلِكَ، وَلَا بَأْسَ بِأَنْ يَمَسَّ بِيَمِينِهِ ثَوْبًا عَلَى ذَكَرِهِ، وَمَسُّ الذَّكَرِ بِالشِّمَالِ مُبَاحٌ، وَمَسْحُ سَائِرِ أَعْضَائِهِ بِيَمِينِهِ وَبِشِمَالِهِ مُبَاحٌ

Dan tidak boleh bagi seseorang menyentuh kemaluannya (zakar) secara keseluruhan kecuali dalam keadaan darurat yang tidak memungkinkan kecuali menggunakan tangan kanan. Juga tidak masalah menyentuh dengan tangan kanannya karena mengobati kemaluannya. Menyentuh kemaluan dengan tangan kiri hukumnya boleh, dan menyentuh anggota lain dengan tangan kanan dan tangan kiri hukumnya boleh.

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here