Sekolah Hadis el-Bukhari Institute Buka Kelas Mushtalah Hadis Priode Januari-Februari 2020

0
999

BincangSyariah.Com – Baru-baru ini seorang dai Indonesia berceramah tentang status orang tua Nabi Saw di akhirat. Ia menegaskan bahwa kedua orangtua Nabi akan masuk neraka berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut :

عن أنس أن رجلا قال : يا رسول الله أين أبي قال : في النار، فلما قفى دعاه، فقال إن أبي وأباك في النار

Sayidina Anas bercerita, ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Saw, Di mana ayah ku?”, Rasulullah Saw menjawab, “di neraka”. Ketika laki-laki tersebut berbalik arah, Rasulullah Saw memanggilnya, “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka.”

Merujuk kepada sanad-nya, hadis tersebut bernilai shahih karena diriwayatkan oleh para perawi yang tsiqah dan muttashil hingga ke Rasulullah Saw. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana hal tersebut bisa diketahui? Apa pengertian sanad, shahih, rawi, tsiqah, dan muttashil itu? Dan bagaimana pemahaman di atas (seperti yang disampaikan oleh sang dai) bisa disimpulkan?

Nah untuk menjawab semua pertanyaan tersebut setidaknya ada tiga cabang Ilmu Hadis yang harus kita miliki, yaitu pengetahuan tentang istilah-istilah Ilmu Hadis (Musthalah Hadis), Ilmu Takhrij al-Hadits, serta Ilmu Pemahaman Hadis (Thuruq Fahm al-Hadits).

Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan istilah hadits shahihhasan dan dhaif serta syarat dan pengaruhnya terhadap hukum maka kita harus belajar Ilmu Musthalah al-Hadits. Kemudian, untuk menarik kesimpulan tersebut kita perlu melakukan penelitian secara komprehensif, apakah hadis tersebut hanya mempunyai satu ragam redaksi saja atau ada hadis lain yang semakna dengannya?

Untuk itu perlu adanya proses jam’u al-riwayah dan dirasah al-asanid, yaitu pengumpulan hadis-hadis yang semakna dengan hadis tersebut dan analisis kualitas perawi serta ketersambungan sanadnya. Tahapan ini dilakukan melalui ilmu khusus yang disebut dengan Ilmu Takhrij al-Hadits wa Dirasah al-Asanid.

Setelah itu, baru kita dapat menarik kesimpulan berupa pemahaman dari hadis-hadis yang telah diteliti tadi. Namun untuk menarik kesimpulan tersebut tidak bisa dilakukan begitu saja. Ada banyak alat bantu serta metode khusus yang diperlukan dalam memahaminya. Hadis-hadis tersebut harus dipahami secara komprehensif dari berbagai perspektif yang ada.

Baca Juga :  Menikahi Saudara Kandung dalam Undang-undang Perkawinan di Indonesia

Kita harus mengkaji aspek kebahasaannya, maqashid-nya, sababul wurud-nya, konteks serta dalalah-nya serta banyak hal lainnya. Nah untuk menguasai itu semua, kita harus matang dalam kajian khusus yang disebut dengan Ilmu Thuruq Fahm al-Hadits.

Tampaknya apa yang disampaikan dai kontroversial mengenai orangtua Nabi masuk neraka itu belum melalui tahap penelitian panjang seperti yang disampaikan di atas. Belum lagi, bila dipahami secara tekstual, hadis di atas bertentangan dengan Alquran surah al-Isra ayat 51 yang menyebutkan bahwa sekelompok masyarakat tidak akan mendapat beban agama yang harus dilakukan sampai datang seorang Rasul. Saat orangtua Nabi hidup, belum ada rasul yang menyampaikan pesan-pesan agama, sehingga masa ini disebut masa fatrah oleh para ulama.

Karena pentingnya ilmu ini, maka sejak tahun 2016 kemaren el-Bukhari Institute membuka Program Sekolah Hadis dalam tiga jenjang. Pertama, Musthalah Hadis. Di sini peserta akan mendapatkan pemahaman terkait istilah-istilah dalam Ilmu Hadis seperti MursalMaudhu’Maqth’Jarh dan seterusnya.

Kedua, Takhrij dan Analisis Sanad. Di sini peserta akan diajak untuk menelusuri sumber utama hadis dan bagaimana menentukan kualitas sebuah hadis. KetigaThuruq fahm al-Hadits (Metode Pemahaman Hadis). Di sini peserta akan mendiskusikan bagaimana metode-metode yang benar dalam memahami hadis.

Pada priode kali ini, sekolah hadis el-Bukhari Institute membuka kelas Mushtalah Hadis terlebih dahulu sebagai ilmu dasar dalam menyalami sunah Rasulullah. Berikut informasi lengkapnya:

⭐(Kelas Mustalah Hadis)⭐

Jadwal Pelaksanaan :

Mulai belajar : senin, 3 Februari 2020.

Batas Akhir Pendaftaran :

Dari sekarang hingga senin, 27 Januari 2020.

Pilihan Hari Belajar :

Untuk hari dan jam belajar disesuaikan dengan kesepakatan para peserta dan pengajar.

Baca Juga :  El-Bukhari Institute Buka Kelas Baru Sekolah Hadis Jilid II

Durasi dan Jam Belajar :

(Weekday: 1,5 jam, 16.00 – 17.30 WIB. Dan harinya disesuaikan dengan kesempatan bersama)

(weekend: jam belajar disesuaikan dengan  kesepakatan bersama)

Kuota Maksimal Kelas :

Hanya 10 orang

Jumlah Pertemuan :

8 x pertemuan dan diselesaikan dalam satu bulan

Metode Pengajaran :

Ceramah, FGD, Student Active Learning dengan variasi-variasi lainnya.

Buku Pegangan Dasar :

📚.Taisir Mustalah Hadis_.

Output program:

📓Menguasai materi-materi dasar terkait Ilmu Mustalah Hadis.

Biaya:

Weekday: 350k/peserta

Weekend: 500k/peserta

Fasilitas:

  1. Hand bag
  2. Modul sekolah hadis
  3. Nadzam Baiquni
  4. Sticker el-Bukhari Institute
  5. Sertifikat

Tempat :

Kantor el-Bukhari Institute, Jalan Cirendeu Indah II, No. 95. RT. 04/RW. 09, Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten.

Contact Person :

WA Only : 0852 6325 3933 atau 0821-1000-9737

FB : el-Bukhari Institute

Twitter : @elbukhari_inst

www.elbukhbariinstitute.or.id

IG : @Elbukhari_Institute

#AyoNgajiHadis.!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here