Sekolah di Padang Minta Siswi Non-Muslim Pakai Jilbab, Ustadz Ahong: Non-Muslim Tak Boleh Dipaksa Jalankan Syariat Islam

0
23

BincangSyariah.Com – Di media sosial ada orangtua yang mengunggah video di Facebooknya. Nama akun Facebooknya itu Elianu Hia. Ia sedang memperjuangkan hak putrinya yang bersekolah SMK Negeri 2 Padang. Informasinya di sekolah itu mewajibkan semua siswi menggunakan jilbab, padahal ia itu siswi non-Muslim.

Menanggapi hal ini, Ustadz Ahong mengutip tafsir al-Thabari mengenai ketidakbolehan seorang Muslim memaksakan agama Islam pada pemeluk agama lain.

“Imam al-Thabari mengutip salah satu riwayat mengenai turunnya ayat tersebut. Menurut beliau, ada sekelompok sahabat ansar yang memaksa anak mereka masuk Islam. Salah satu yang dikutip Imam at-Thabari adalah cerita mengenai sahabat al-Hushain,” jelas Ustadz Ahong.

“Diriwayatkan dari sahabat Ibnu ‘Abbas yang menyatakan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan seorang lelaki dari kalangan ansar bermarga Bani Salim bin Auf. Lelaki itu bernama al-Hushain. Dia itu mempunyai dua anak beragama Kristen, sementara ia beragama Islam. Ia bertanya pada Nabi, “Nabi, saya sudah memaksa keduanya (masuk Islam), tapi mereka hanya mau memeluk agama Kristen. Bagaimana menurutmu?” Ayat ini pun turun berkaitan dengan pertanyaan sahabat al-Hushain ini,” tambah ustadz peraih Maarif Award 2020 ini.

Menurut Ustadz Ahong, keterangan serupa juga terdapat dalam banyak kitab-kitab hadis. Di antaranya ada di Sunan Abi Daud, Shahih Ibnu Hibban, Mushannaf Ibn Abi Syaibah, al-Sunan al-Kubra karya al-Baihaqi.

Selain itu, Ustadz Ahong juga mengutip keterangan ulama yang terdapat dalam kitab al-Wajiz fi Ushul al-Fiqh karya Syekh Wahbah al-Zuhaili. Menurutnya, ulama dari kalangan mazhab Syafii, seperti imam al-Razi dan al-Isfarayini, mayoritas ulama mazhab Hanafi, dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad, bahwa nonmuslim itu tidak terkena kewajiban menjalankan ibadah seperti shalat, zakat, termasuk juga pake jilbab bagi wanita non-Muslim.

Memungkasi pendapatnya ini, Ustadz Ahong memaparkan bahwa jika kita bersedih mendengar berita ada muslimah yang dipaksa lepas jilbab di negara mayoritas nonmuslim, kita juga harus sedih jika ada saudara kita yang nonmuslim dipaksa pakai jilbab di negeri kita tercinta ini, termasuk pada siswi non-Muslim di Padang tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here