Sekali Lagi, Perlukah Khilafah di Indonesia?

1
401

BincangSyariah.Com – Ada segelintir muslimin yang memutlakkan legitimasi khilafah. Padahal khilafah hanyalah salah satu produk ijtihad sebagian ulama dalam pemikiran kenegaraan dan pemerintahan. Ini masalah cabang yang kontroversial (ikhtilafiyah) seperti lazimnya dengan masalah cabang (furu’iyah) lainnya, seperti praktik wudhu, batal tidaknya wudhu jika bersentuhan kulit dengan lawan jenis, penetapan (itsbat) awal Ramadhan, bilangan rakaat tarawih, dan sebagainya. Sehingga, menurut kami tidak usah “ngotot” mutlak-mutlakan merasa paling benar.

Jika tidak memahami persoalan adanya perbedaan pendapat dalam hal-hal furu’iyah ini, silahkan simak kitab Ana Muslimun Sunniyun Syafi’iyyun karya KH Abdullah bin Nuh yang sudah mengalami dua kali cetak di Cairo (Maktabah Dar as Sholih), atau kitab al-Mizan al-Kubro karya al-Imam Abdul Wahab as-Sya’roni.

Di Nusantara, ketika melihat khilafah sudah melapuk, para ulamanya pun berijtihad menemukan bentuk pemerintahan baru yang merujuk kepada Negara Madani Rasulullah SAW (Madinah) Itulah NKRI, yang ruh awalnya; Bhineka Tunggal Ika; ideologinya Pancasila; dan aturan dasarnya UUD 1945; kemudian secara fisik mewujud dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hasil ijtihad ini disepakati bersama oleh seluruh elemen bangsa dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote. Menjadi apa yang disebut kesepakatan agung (mitsaqon gholiidzon). Alhamdulillah, sudah berlangsung 74 tahun. Mari kita jaga supaya tidak ripuh kita sebagai bangsa. Memaksakan model model ijtihad khilafah, belum tentu diterima oleh seluruh masyarakat Nusantara. Malah boleh jadi, justru lebih madharat. Wallahu A’lam.

Baca Juga :  Penolakan Mahfud MD Mengenai Khilafah Ala Felix Siauw


BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

  1. kalau saya pantau sih bukan memaksakan mungkin, admin (ini opini pribadi yah) . mereka menawarkan opsi khilafah, mau diterima sukur ga diterima ya silakan.
    kalau menurut saya sih negri ini harus dirubah sistemnya, mulai dari hukum/ekonomi/politik ke syariah. selama hukum perdata/pidana masih ‘berkiblat’ ke negara kafir jangankan 74 tahun, lebih 100 tahun ini negeri ga bakal maju-majunya!!. dikorek-korek sama negara-negara lain. Masa kalah sama ‘negara’ kecil, tetangga yang sudah menerapkan hukum syariah. katanya kita bangsa yang besar!, ya harus mau berubah lah.
    eittt, tapi jangan salah. apapun pasti dari ‘dalam’ ada kendala, yaitu DPR itu sendiri pasti banyak penolakan karena pada takut hukum syariah. Tuh pak permadi (mantan anggota DPR) mengulas tuntas kelakuan badan anggaran. Silakan cari arsipnya di youtube TVone atau reposting youtuber yg lain. jah, dari DPR nya jg udah begitu.
    Kalau saya sih ada punya feeling, ada salah satu provinsi yang punya rencana memisahkan diri bila ini negeri tidak mau berubah. mereka sudah muak. rugi besar kita bila mereka mau memisahkan diri.

    dah segitu aje

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here