Sejarah Singkat Perkembangan Kajian Hadis di Tunisia

0
84

BincangSyariah.Com – Apabila kita bertanya tentang kajian Hadis, pasti kita langsung tertuju kepada kota Madinah atau Mekkah tempat dimana Hadis itu muncul. Mesir dan Maroko yang terkenal dengan ulama-ulama Azhar dan keluarga al-Ghumari. Yaman dan bumi Syam yang terkenal dengan banyaknya para habaib dan ulama-ulama kharismatik disana. Jarang yang mengira bahwa Tunisia juga sangat menaruh perhatian terhadap Hadis.

Kemunculan Para Pelajar Hadis Pertama

Menjelaskan perkembangan kajian hadis di Tunisia saya mulai dengan mengutip kitab  Tarikh Hadis Nabawi fi Tunis karya Hadi Rusyu. Ia mengatakan bahwa ketika awal dibangunnya wilayah Tunisia sebagai negeri baru di tahun 50 H, masyarakat muslimnya sudah sangat tertarik dengan Hadis Nabi Muhammad Saw. Mereka mulai berguru kepada banyak sahabat yang datang ke wilayah tersebut. Diantara pelajar hadis yang pertama adalah  Maisaroh az-Zarudi, Yazid bin Qasith, dan Abu Said al-Maqburi yang meriwayatkan Hadis dari Ibnu Umar r.a. Juga Ikrimah al-Barbari dan Yazid al-Qasith yang masing-masing meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, dan Abdullah bin Amr bin al-Ash r.a.

Banyak juga dari penduduk Tunisia yang berkelana, khususnya ke kota Madinah tempat dimana Hadis Nabi itu banyak beredar. Salah satunya ialah Ali bin Ziyad at-Tunisi yang berkelana dan berguru kepada imam-imam besar seperti Malik bin Anas, Sufyan ats-Tsauri, Laits bin Sa’ad, dan Ibnu lahi’ah. Juga Sahnun bin Sa’id at-Tanukhi yang berguru kepada Sufyan bin Uyainah, Abdur Rahman bin Mahdi, Waki’ bin al-Jarrah, Abu Daud at-Thoyalisi dan lainnya.

Setelah itu mereka mulai meriwayatkan Hadis yang mereka dapat dan mengkajinya secara riwayat dan dirayat di berbagai tempat. Seperti Masjid, zawiyah, ribath, dan madrasah. Hingga kini tempat-tempat tersebut juga masih terdapat kajian Hadis. Baik berupa kajian sanad atau matan atau mencangkup keduanya. Tak jarang juga yang mengadakan Ijazah Hadis Musalsal bil awwaliyah, Musalsal bil mahabbah, Musalsal bit Tunisiyyin dan lainya.

Baca Juga :  Bolehkah Membayar Zakat Fitrah Sebelum Ramadhan?
Perhatian Masyarakat Tunisia Terhadap Hadis

Bukti pertama perhatian penduduk Tunisia terhadap Hadis ialah cerita yang Abu Bakar al-Maliki tulis di dalam kitabnya Riyad an-Nufus bahwa suatu ketika Asad bin Furat pernah membawa kitab fiqih yang ditulisnya “Asadiah“ kepada para penduduk Kairouan. Akan tetapi, setelah itu mereka malah menyindirnya karena kitab itu kosong dari Hadis Nabi Muhammad Saw, Karena tidak ada hukum-hukum fikih yang tidak bersandar kepada Hadis-hadis Rasul.

Bukti kedua ditambahkan Hadi Rusyu di dalam bukunya Tarikh Hadis Nabawi fi Tunis bahwa gurunya yang merupakan ulama besar Tunisia, Muhammad Syadzili an-Nafir pernah menjelaskan alasan mengapa para penduduk Tunisia banyak yang bermadzhab Maliki. Pertama, karena madzhab ini dibangun atas dasar Hadis Rasulullah Saw. Kedua, madzhab ini muncul di Madinah munawwarah tempat dimana Hadis itu berasal.

Bukti ketiga perhatian penduduk Tunisia terhadap Hadis juga ditunjukan Hadi Rusyu dalam karyanya, salah satunya ialah para ulama mazhab Hanafi yang terkenal mengedepankan pendapat ikut terpengaruh dengan lingkungan Tunisia yang menjadikan nash di tempat paling atas.

Mereka hiasi kitab-kitab fiqih mereka dengan Hadis-hadis Rasulullah, majlis-majlis mereka dengan kajian Hadis, dan jangan heran bila ada ulama madzhab Hanafi yang memberikan penjelasan atau komentar terhadap banyak kitab Hadis. Seperti Husein al-Barudi al-Hanafi yang memberikan komentar terhadap Hadis-hadis yang terdapat pada Shahih al-Bukhori, atau Muhammad Bayram I al-Hanafi yang memiliki karya yang berjudul Risalah fi Maudhuat al-Hadis.

Bukti lain ialah banyaknya karya-karya terkait Hadis, baik berupa riwayat kitab. Seperti kitab Muwattha yang diriwayatkan oleh sepuluh penduduk Tunisia. juga penjelasan terhadap kitab-kitab Hadis. Seperti Tafsir al-Muwattha karya Muhammad bin Sahnun, dan Al-Mu’lim bi Fawaaidi Shahih Muslim karya al-Maziri. Juga kitab biografi Thabaqat Ulama Afriqiya karya Abu al-‘Arab at-Tamimi.

Baca Juga :  Telaah Hadis Kecenderungan Nabi pada Perempuan

Begitulah perhatian penduduk Tunisia terhadap Hadis. Maka orang-orang yang datang ke negri ini tidak akan melewatkan kesempatan sedikitpun untuk mendapatkan transmisi Hadis dari Ulama-ulamanya, dan penduduk Tunsia yang berkelana tidak akan pulang tanpa mendapatkan riwayat-riwayat Hadis. Seperti Abdul Hayyie al-Kattani salah satu ulama Maroko yang menyebutkan di dalam kitabnya Fahras al-Faharis bahwa ia memiliki riwayat Hadis dari jalur mufti Tunisia Muhammad Thayyib an-Nafir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here