Sedekah Tanpa Harta, Mungkinkah?

0
616

BincangSyariah.ComSedekah kerap kali dimaksudkan dengan harta. Memberikan sebagian harta yang kita miliki kepada fakir miskin atau orang yang membutuhkan. Sehingga sedekah kadang diartikan hanya bisa dilakukan oleh orang kaya. Padahal, sedekah tidak melulu tentang harta. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Nabi saw. di dalam sabdanya,

عَنْ أَبِي ذَرٍّ، أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا رَسُولَ اللهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالأُجُورِ. يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي. وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ. وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ. قَالَ: أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً. وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً. وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً. وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً. وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ. وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ. وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟. قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟. فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ. (رواه مسلم)

Dari Abu Dzarr r.a. Beberapa orang sahabat datang mengadu kepada Nabi saw.: “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya akan banyak memperoleh pahala. Mereka salat sebagaimana kami salat, berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Tetapi mereka bisa bersedekah dengan sisa harta mereka.” Nabi saw. memberi nasihat. “Bukankah Allah telah menetapkan banyak hal sebagai sedekah; setiap ucapan tasbih (subhanallah) adalah sedekah, setiap takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah. Setiap memerintahkan kebajikan sedekah. Setiap menolak kemungkaran adalah sedekah. Bahkan dalam persenggamaan kamu ada sedekah.” Mereka kaget dan bertanya: “Wahai Rasul, bagaimana seorang yang melampiaskan nafsu syahwatnya memperoleh pahala?” “Bukankah kalau nafsu itu dilampiaskan dengan cara haram akan berdosa. Begitupun kalau dilakukannya dengan cara yang halal. Maka akan memperoleh pahala.” jawab Rasulullah saw. (H.R. Muslim)

Baca Juga :  Sedekahnya Orang Miskin

Berdasarkan hadis tersebut sungguh kita disuguhkan dengan ungkapan yang sangat bijaksana dari Nabi saw. kepada sahabatnya yang miskin yang mengeluh karena merasa tidak bisa bersedekah dengan harta seperti sahabat-sahabat yang kaya lainnya.

Kata Nabi saw. sedekah itu tidak melulu tentang harta. Masih banyak hal yang bisa dijadikan media untuk bersedekah, sehingga ketika bersedekah tidak perlu menunggu kaya raya.

Sedekah itu dapat kita lakukan dengan apa saja yang kita mampui dan kita miliki. Harta, tenaga, pelayanan yang baik kepada orang lain, berbagi ilmu pengetahuan bahkan dengan lisan pun kita bisa bersedekah.

Ucapan yang baik dan mengandung hal yang positif pun sedekah. Membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir atau saling menasihati dalam kebaikan juga sedekah.

Selain itu, Nabi saw. di dalam keterangannya yang akhir mengajarkan bahwa berhubungan intim dengan istri juga sedekah. Baik suami maupun istri masing-masing mendapatkan pahala. Karena dalam hubungan intim ini terjadi pelayanan dan pemuasan yang timbal balik. Sehingga gagasan utamanya adalah melayani dan menyenangkan pasangan itu sedekah. Oleh karena itu, jika hubungan seksual dilakukan dengan cara menyakiti, memaksa dan adanya kekerasan, maka justru akan mendapatkan dosa.

Demikianlah kata-kata bijak dari Nabi saw. kepada umatnya yang masih belum mampu untuk bersedekah dengan harta. Yakni sedekah tanpa hartapun bisa. Karena masih banyak media sedekah yang bisa dilakukan selain dengan menggunakan harta. Wa Allahu a’lam bis shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here