Sedang Sakit, Ini Cara Ustaz Yusuf Mansur Membalas Komentar Jahat Warganet

0
1099

BincangSyariah.Com – Kabar viral tak henti datang dari Ustaz Yusuf Mansur. Saat ini, Ustaz bernama lengkap Jam’an Nurkhatib Mansur kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 mendapat sorotan lantaran komentar jahat warganet tentang kondisinya yang sedang sakit.

Ustadz bersuara khas ini mengabarkan dirinya sedang mendapat perawatan di sebuah rumah sakit lewat postingan di Instagram pribadinya @yusufmasnurnew pada Sabtu 22 Agustus 2020. Dalam unggahannya, Ustaz Yusuf Mansur terbaring lemas di atas kasur RS. Ia pun meminta doa warganet untuk kesembuhannya. “Minta doanya lagi ya buat saya…” tulisnya.

Wirda Mansur, anak Ustaz Yusuf Mansur memberikan pernyataan bahwa sang ayah mengidap penyakit yang mengakibatkan adanya penyumbatan di leher ke kepala sehingga menyebabkan sang ayah merasa pusing.

Sayangnya, bukan komentar baik dan doa yang diterimanya, ia justru menemukan ada satu warganet yang menyerang dengan kata-kata yang tidak baik bahkan masuk dalam kategori ujaran kebencian.

Kasihan ya, bukannya jadi orang yang dihormati, malah jadi ustaz yang diolok-olok oleh orang. Mungkin ustaz harus sadar diri aja, #bisnisuang,” tulis salah satu akun netizen.

Melihat komentar tersebut, Ustaz Yusuf Mansur pun memberikan balasan:

Siap, Dan siap untuk ngegas pol bicara uang dan bisnis. Biar umat makin hebat, gak ketinggalan secara dunia. Plus gak malu-malu, dan nyari uangnya dengan cara yang benat dan jadi ibadah,” balas Ustaz Yusuf Mansur.

Tanggapan Ustaz Yusuf Mansur viral. Namun, komentar-komentar tak mengenakkan hati dari warganet kembali datang. Meskipun begitu, masih ada banyak warganet yang mendoakan kesembuhannya.

Komentar jahat atau hujatan warganet yang viral tersebut disebut-sebut berkaitan dengan sikap politik Ustaz Yusuf Mansur pada 2014 silam dan soal bisnis Ustaz Yusuf Mansur yang hingga saat ini menuai polemik. (Baca: Jika Sedang Ngerumpi, Baca Doa Ini Agar Terhindar dari Ghibah)

Baca Juga :  Kesultanan Mataram: Kesultanan yang Terbelah Menjadi Empat

Ghibah dan buruk sangka memang bisa diucapkan secara lisan, tapi bisa juga disimpan di dalam hati dan diungkapkan di media sosial. Ghibah dan buruk sangka jelas dilarang seperti tertera dalam keterangan Imam An-Nawawi sebagai berikut:

 اعلم أن سوء الظن حرام مثل القول، فكما يحرم أن تحدث غيرك بمساوئ إنسان، يحرم أن تحدث نفسك بذلك وتسئ الظن به، قال الله تعالى: (اجتنبوا كثيرا من الظن) [الحجرات: 2]. وروينا في صحيحي البخاري ومسلم عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إياكم والظن فإن الظن أكذب الحديث والأحاديث بمعنى ما ذكرته كثيرة، والمراد بذلك عقد القلب وحكمه على غيرك بالسوء

Artinya, “Ketahuilah, buruk sangka haram sebagaimana perkataan. Sebagaimana keharaman perkataanmu kepada orang lain terkait kekurangan seseorang, maka kau juga haram mengatakan kekurangan orang lain kepada dirimu sendiri dan buruk sangka terhadapnya. Allah berfirman, ‘Jauhilah banyak sangka.’ (Al-Hujurat ayat 2). Kami diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Jauhilah sangka karena sangkaan adalah perkataan paling dusta.’ Hadits yang maknanya serupa dengan ini cukup banyak. Yang dimaksud dengan sangkaan adalah pembenaran dan keputusan oleh hati atas keburukan orang lain,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 295).

Sebagai public figure, Ustaz Yusuf Mansur yang merupakan tokoh pendakwah, penulis buku dan pengusaha dari Betawi sekaligus pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Cikarang Tangerang dan pengajian Wisata Hati ini menjawab komentar jahat warganet dengan santai sembari memanjatkan doa:

Met maghrib…

Jangan ragu nyari dunia. Bab Muamalah, sampe ditulis berjilid kitab oleh para ulama terdahulu juga. Dan sambil dijalanin jadi pedagang. Jangan ampe ketinggalan dunia juga ummat Islam dan bangsa Indonesia.

Qur’an dan Hadits, bukan hanya mengatur malahan. Tapi juga memotivasi…. Penuh memotivasi…

Yang salah itu, kalau nyari duit, sia2. Ga jadi ibadah. Apalagi sampe ga nyari, hehehe. Ngapain kalo ga nyari? Minta? Tambah salah lagi. Kerja dan usaha, hrs sering dibicarakan, didiskusikan, dan dijalankan sbg contoh juga. Trmasuk contoh kalo pas salah dan rugi, hehehe… Gue banget ya? Hahaha. Aman. Terus belajar dan terus jalan. Human banget, manusia banget. Saya mah gitu. Apa adanya aja. Salah ya salah. Betulin. Rugi ya rugi. Tanggung jawab ajah. Kece. keren. Kan bs jd pelajaran juga.

Bismilllaah walhamdulillaah…

Met Milad Paytren yang ke-7…

Salam sejahtera buat para pekerja dan pengusaha, para pencari duit di jalan Allah… dengan cara2nya Allah…

Met maghrib ya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here