Sebagai Muslimah, Ini Tips Mempercantik Diri yang Perlu Diperhatikan

0
423

BincangSyariah.Com – Wanita secara naluri tentunya memiliki ketertarikan untuk selalu tampil cantik. Ia akan mencari cara agar kecantikannya tetap terjaga. Mulai dari mengoleksi busana hingga kosmetik yang selalu menjadi incarannya.

Tindakan demikian, bukan malah dinafikan oleh islam. Justru, Islam sangat menganjurkan agar seseorang selalu menjaga keindahan, kecantikan, dan kebrsihan. Hanya saja yang perlu diperhatikan oleh wanita adakah upayanya tidak bertentangan dengan ajaran agama. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan,

Satu, tidak bertentangan dengan ajaran Islam

Segala sesuatu pada dasarnya boleh dikerjakan asalkan tidak bertentangan dengan teks-teks keagamaan. Sebagaimana dijelaskan dalam kaidah fiqhiyah:

 ” “الأصل في الأشياء الإباحة مالم يدل دليل على حرمته

“segala sesuatu yang ada di dunia ini pada prinsipnya bersifat ibahah (menyandang hukum kebolehan) selama belum ditemukannya dalil yang mengharamkannya.”

Dalam hal ini Allah SWT. juga menegaskan dalam firman-Nya surah Luqman [31]: 20 sebagai berikut:

 اَلَمْ تَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَاَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهٗ ظَاهِرَةً وَّبَاطِنَةً ۗوَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَّلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ

“Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.”

Jadi mempercantik diri bagi wanita sah-sah saja, disamping naluri perempuan ingin selalu tampil cantik juga karena pekerjaan itu tidak dilarang selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Kedua, tidak meniru budaya wanita non-muslim secara khusus

Baca Juga :  Hancurnya Bangsa karena Salah Memilih Pemimpin

Sebagaimana dikatakan diatas mempercantik diri diperbolehkan asalkan tidak meniru hal-hal yang sudah menjadi kekhususan wanita non-muslim dalam berdandan dan berpakaian.

Ditegaskan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW. Yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibn Umar sebagai berikut:

من تشبه بقوم  منهم

Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.” (H.R. Abu Daud , No. 4031.)

Ketiga, tidak menyerupai laki-laki

Wanita yang hendak mempercantik dirinya tidak boleh berpenampilan dan bersikap layaknya laki-laki. Karena secarah fitrah Allah telah menciptakan manusia dengan jenis kelamin yang beda-beda (laki-laki dan perempuan) berdasarkan kehendaknya. Nabi Muhammd SAW. bersabda:

لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم المتشبهين من الرجال بالنساء، والمتشبهات من النساء بالرجال‏.‏

‏”Rasulullah SAW. melaknat laki-laki yang menyerupai wanita sebagaimana juga melaknak wanita yang menyerupai laki-laki.”  (H.R. al-Bukhori , No. 5885.)

Keempat, tidak merubah ciptaan Allah

Mempercantik diri bukanlah merubah segala sesuatu yang telah diciptakan sebaik mungkin dalam diri wanita. Ia hanya menjadikan tampilan ciptaan-Nya lebih indah dan lebih cantik dengan tanpa mengurangi, merubah dan mengganti. Nabi Muhammad SAW. bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ : لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُتَواشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Dari Abdullah ibn Mas’ud Ra.beliau pernah berkata “”Allah melaknat wanita-wanita yang mentato dan yang meminta untuk ditatokan, yang mencukur (menipiskan) alis dan yang meminta dicukur, yang mengikir gigi supaya kelihatan cantik dan merubah ciptaan Allah.” (H.R Bukhari, No. 5931)

Kelima, tidak berlebihan

Sebagai wanita muslimah tentunya dalam melakukan sesuatu -khususnya mempercantik diri- harus memperhatikan keseimbangan tidak boleh berlebihan. Karena berlebihan dilarang oleh islam sebagaiman disebutkan dalam firman Allah SWT. Berikut:

Baca Juga :  Perempuan Bukanlah Penghalang Ibadah kepada Allah

 إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖوَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.(” Al-Isra’ 27)

Keenam, tidak menyia-nyiakan waktu

Kadang sebagian wanita dalam berdandan mempercantik diri membutuhkan waktu yang sangat lama hingga dapat menyia-nyiakan waktu. Padahal waktu itu sangat berharga dlam islam yang harus digunakan sebaik mungkin dan memberikan manfaat pada kehidupan.

Nabi Muhammad bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ

“Kaki Anak Adam tidaklah bergeser pada hari Kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal; tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya.” (H.R al-Turmudi, No. 2417)

Ketujuh, tidak menimbulkan bahaya bagi dirinya

Kecantikan bukanlah segala-galanya bagi wanita. Ia harus memperhatikan cara-cara untuk tampil lebih cantik. Cara yang membahayakan bagi keselamatan  harus dijauhi apalagi dilakukan.

Nabi Muhammad SAW. bersabda:

عن أَبِـيْ سَعِيْدٍ سَعْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ سِنَانٍ الْـخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّـى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

 Dari Abû Sa’îd Sa’d bin Mâlik bin Sinân al-Khudri Radhyallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain.” (H.R al-Daruquthni, No. 3079)

Ketujuh, Benda yang digunakan tidak najis dan haram

Wanita yang hendak ingin mempercantik dirinya, ia tidak boleh sembarang menggunakan benda-benda yang dapat mempercantik dirinya. Ia harus selalu menjaga kesucianya. Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Baca Juga :  Sebagai Manusia, Kita Perlu Merenungi Tiga Pertanyaan Ini

لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ حُرِّمَتْ عَلَيْهِمْ الشُّحُومُ فَجَمَّلُوهَا فَبَاعُوهَا

“Allah melaknat Yahudi, telah diharamkan lemak hewan atas mereka namun mereka mempolesnya lalu menjualnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Orang-orang Yahudi, berdasarkan hadis tersebut, mereka dilaknat karena mengakali syariat) dan menghalalkan yang haram.

Kedelapan, dalam mempercantik diri bukan bertujuan untuk memikat lawan jenis

Sekalipun mempercantik diri diperbolehkan tapi ia tidak boleh berniat dan bertujuan memikat lawan jenis, karena antara dia dan fitnah serta kerusakan tak berjarak. Dunia akan rusak disebabkan wanita yang hanya mempertontonkan kecantikannya pada lawan jenis.

Wanita yang sudah bersuami jelas harus mempersembahkan kecantikannya hanya untuk suaminya, bukan yang lain. Sebagaimana yang disampaikan Nabi Muhammad, bahwa salah satu ciri-ciri istri shalihah selalu menjaga kehormatan dirinya, lebih-lebih ketika suami tidak bersama dengannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here