Sampai Usia Berapakah Seorang Anak yang Ditinggal Ayahnya Masih Disebut Yatim?

11
34946

BincangSyariah.Com – Bulan Muharram dan hari Asyura seringkali disebut dengan hari Lebaran anak yatim. Hal ini karena pada momen tersebut, seluruh umat Muslim dianjurkan untuk menyantuni dan mengusap anak yatim. Khusus di tengah kaum Muslim Indonesia, kadang dijumpai perselisihan terkait penentuan batas umur disebut anak yatim. Ada yang mengatakan bahwa jika sudah berumur 12 tahun sudah tidak disebut yatim karena sudah lulus SD, dan ada yang mengatakan masih disebut anak yatim. Sebenarnya, anak berusia 12 tahun, apakah masih disebut anak yatim?

Dalam Islam, ada dua kriteria untuk menentukan seseorang disebut yatim. Jika dua kriteria ini ada, maka disebut yatim. Sebaliknya, jika keduanya atau salah satunya tidak ada, maka tidak disebut yatim.

Pertama, seseorang yang ditinggal mati oleh bapak kandungnya. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Ali bin Muhammad al-Jurjani  dalam kitabnya at-Ta’rifat berikut:

اليتيم: هو المنفرد عن الأب؛ لأن نفقته عليه لا على الأم

Yatim artinya seseorang yang bapaknya wafat karena nafkahnya wajib ditanggung bapaknya, bukan ibunya.”

Kedua, masih belum baligh. Jika sudah baligh, meskipun bapaknya meninggal, maka tidak disebut anak yatim. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Abu Ishaq al-Syairazi dalam kitabnya al-Muhazzab berikut;

اليتيم هو الذي لا أب له وليس لبالغ فيه حق لأنه لا يسمى بعد البلوغ يتيماً

Yatim adalah seorang yang tak punya bapak sedang dia belum baligh. Setelah baligh maka orang itu tak disebut yatim.

Dalam kitab al-Mabsuth Imam al-Sarakhsi al-Hanafi juga menyebutkan sebagai berikut;

فإذا احتلم يخرج من اليتم

“Ketika seseorang itu sudah ihtilam, maka telah keluar dari sifat yatim.”

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Daud, Nabi saw bersabda;

Baca Juga :  Benarkah Menaati Pemerintah Indonesia Menjadi Kafir?

لا يتم بعد الحلم

Tidak disebut yatim orang yang telah hulm/baligh.

Dengan demikian, anak yang berusia 12 tahun jika belum baligh sementara bapaknya meninggal, maka masih disebut yatim. Namun jika sudah baligh, maka tidak disebut yatim. Seseorang sudah disebut baligh dengan adanya salah satu tanda berikut, 1) keluar mani, baik melalui mimpi atau lainnya, 2) haid atau hamil bagi perempuan, 3) sudah berumur 15 tahun Qamariyah.

 

11 KOMENTAR

  1. asalamualaikum wr wb,anak yang baru lahir lalu ayahnya meninggal atau ibunya saat melahirkan,apakah berhak di santuni trimksih,mohon jawaban

  2. Waalaikumsalam wr.wb. Bantu jawab. Tentu saja anak bayi yg tidak memiliki org tua wajib di santuni. (Saya memang sengaja tidak menggunakan kata hak). Tapi itupun disesuaikan, krn yg bersangkutan blm bisa apa², santunannya bisa disalurkan ke org yg merawatnya. Jika tdk ada yg merawat, bisa dirawat sekaligus. Atau klo mmg yg bersangkutan di rawat di panti asuhan, santunan jg bisa disalurkan ke yayasan terkait.

  3. […] Menurut para ulama, anak hasil zina tidak bisa disebut anak yatim dan tidak termasuk bagian dari anak yatim. Meski anak hasil zina secara syara’ tidak memiliki ayah, namun itu disebabkan bukan karena ayah kandungnya mati, tapi karena tidak memiliki ikatan nasab yang sah dengan ayahnya. Sementara di antara syarat anak kecil disebut anak yatim adalah karena ditinggal mati oleh ayahnya kandungnya. (Sampai Usia Berapakah Seseorang Anak yang Ditinggal Ayahnya Disebut Yatim?) […]

  4. […] Dalam masalah ini, terdapat perbedaan di kalangan ulama. Menurut kebanyakan para ulama, jika seseorang ditinggal mati oleh ayahnya dan dia masih belum baligh, maka dia disebut sebagai yatim, meskipun ibu dan kakeknya masih hidup. Mereka berpendapat bahwa kakek maupun orang lain tidak bisa mengganti posisi ayah dari anak tersebut. (Sampai Usia Berapa Seorang Masih Disebut Yatim?) […]

  5. Asalamualaikum, ibu isteri baru saja meninggal dunia dan ada mewasiatkan sebuah rumah. Isteri saya ada seorang adik lelaki.Adakah rumah itu statusnya harta anak yatim ?

  6. assalamualaikum,, mau bertanya ibu surat sudah ditinggal suami nya dan mempunyai 2 anak tapi anak2 nya tersebut sudah baligh satu anak pertama sudah menikah dan punya dendam dengan kakak dari ibu nya sampai mencari dukun untuk membuat istri dri kakak nya tersebut sakit anak itu sudah ditegur dan dia tidak terima dengan teguran kakak dari ibu nya tersebut malah didukung oleh ibu nya sehungga dia merasa bangga,, bagaimanakah sikap untuk menangani anak tersebut agar tidak semakin menjadi keterlauannya ??
    terima kasih
    wassalamualaikum wr.wb

  7. Assalamualaikum jika anak yatim lalu pada saat bayi ditinggal ibunya nikah lagi dan anak itu ditinggalkan diurus kakek dan nenek namanya apa ya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here