Salat Gerhana Bulan Setelah Subuh

1
335

BincangSyariah.Com – Sesuai analisis ilmu astronomi, akan terjadi gerhana bulan total terlama pada Sabtu, 28 Juli 2018. Mulai lewat tengah malam sampai lebih dari waktu Subuh. Ada sebagian masjid melaksanakan salat gerhana bulan sebelum Subuh. Ini tidak ada masalah. Namun ada juga yang melaksanakan salat gerhana setelah Subuh. Inilah yang menjadi pertanyaan. Bolehkah?

Dua Waktu Dilarang Salat Sunah

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ اﻟﺨﺪﺭﻱ ﺭﺿﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: ﻻ ﺻﻼﺓ ﺑﻌﺪ اﻟﺼﺒﺢ ﺣﺘﻰ ﺗﺮﺗﻔﻊ اﻟﺸﻤﺲ، ﻭﻻ ﺻﻼﺓ ﺑﻌﺪ اﻟﻌﺼﺮ ﺣﺘﻰ ﺗﻐﻴﺐ اﻟﺸﻤﺲ

Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh salat setelah Subuh sampai matahari naik. Dan tidak boleh salat setelah Asar sampai matahari tenggelam” (HR Bukhari dan Muslim).

Penjelasan Ulama Syafi’iyah

Hadis di atas menunjukkan larangan salat sunnah setelah Subuh dan Asar. Namun kita simak penjelasan ulama Syafi’iyah yang diwakili oleh Imam An-Nawawi:

ﺃﻣﺎ ﺣﻜﻢ اﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﻓﻤﺬﻫﺒﻨﺎ ﺃﻥ اﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ اﻟﺼﻼﺓ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻷﻭﻗﺎﺕ ﺇﻧﻤﺎ ﻫﻮ ﻋﻦ ﺻﻼﺓ ﻻ ﺳﺒﺐ ﻟﻬﺎ

Hukum masalah ini, menurut mazhab kita larangan salat di waktu tersebut adalah salat sunnah yang tidak memiliki sebab.

ﻓﺄﻣﺎ ﻣﺎ ﻟﻬﺎ ﺳﺒﺐ ﻓﻼ ﻛﺮاﻫﺔ ﻓﻴﻬﺎ ﻭاﻟﻤﺮاﺩ ﺑﺬاﺕ اﻟﺴﺒﺐ اﻟﺘﻲ ﻟﻬﺎ ﺳﺒﺐ ﻣﺘﻘﺪﻡ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻓﻤﻦ ﺫﻭاﺕ اﻷﺳﺒﺎﺏ اﻟﻔﺎﺋﺘﺔ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻛﺎﻧﺖ ﺃﻭ ﻧﺎﻓﻠﺔ … ﻭﺻﻼﺓ اﻟﺠﻨﺎﺯﺓ ﻭﺳﺠﻮﺩ اﻟﺘﻼﻭﺓ ﻭاﻟﺸﻜﺮ ﻭﺻﻼﺓ اﻟﻜﺴﻮﻑ

Sedangkan salat yang memiliki sebab maka tidak makruh. Maksudnya adalah salat yang memiliki sebab yang mendahului. Seperti meng-qadha salat, baik salat wajib atau salat sunnah… Salat jenazah, sujud tilawah, sujud syukur dan salah gerhana (Al-Majmu’ 4/170).

Mazhab Syafi’i membolehkan salat gerhana setelah Subuh. Hal ini ditegaskan oleh penarjih utama mazhab Syafi’i:

Baca Juga :  Negara Islam Hanya Sarana Bukan Tujuan

ﻭﻟﻮ ﻃﻠﻊ اﻟﻔﺠﺮ ﻭﻫﻮ ﺧﺎﺳﻒ ﺃﻭ ﺧﺴﻒ ﺑﻌﺪ اﻟﻔﺠﺮ ﻗﺒﻞ ﻃﻠﻮﻉ اﻟﺸﻤﺲ ﻓﻘﻮﻻﻥ (اﻟﺼﺤﻴﺢ) اﻟﺠﺪﻳﺪ ﻳﺼﻠﻲ ﻭاﻟﻘﺪﻳﻢ ﻻ ﻳﺼﻠﻲ

Jika fajar terbit dan bulan masih dalam keadaan gerhana, atau terjadinya gerhana setelah Subuh dan sebelum terbitnya matahari, maka ada 2 pendapat. Pendapat yang sahih dalam qaul jadid adalah dilaksanakan salat gerhana. Menurut qaul qqadim tidak dilakukan salat gerhana (Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ 5/54).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.