Salah Menyebutkan Jumlah Mahar dalam Akad Nikah, Apakah Nikah Sah?

1
1411

BincangSyariah.Com – Di Indonesia, jumlah dan jenis mahar atau maskawin biasanya sudah ditentukan terlebih dahulu antara mempelai pria dan wanita sebelum akad nikah dilangsungkan. Jumlah dan jenis mahar yang telah disepakati ini kemudian disebutkan dalam akad nikah. Dalam sebuah akad nikah, pernah terjadi sebuah kasus dimana mempelai pria salah menyebutkan jumlah mahar yang telah disepakati bersama. Dalam keadaan seperti demikian, apakah akad nikah tetap sah? (Bolehkah Perempuan Menentukan Jumlah dan Bentuk Mahar?)

Menurut para ulama, menyebutkan jumlah dan jenis mahar dalam akad hukumnya adalah sunnah, dan bukan bagian dari rukun dan syarat sah akad nikah. Oleh karena itu, tidak menyebutkan jumlah dan jenis mahar, atau salah dalam menyebutkan jumlah dan jenisnya dalam akad nikah, maka hal itu tidak mempengaruhi keabsahan nikah. Artinya, akad nikah tetap dianggap sah meskipun tidak menyebutkan atau salam dalam menyebutkan jumlah dan jenis mahar.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Zainudin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

وينعقد النكاح بلا ذكرمهر في العقد بل يسن ذكره فيه وكره اخلأه عنه

Sah akad nikah yang tidak menyebutkan mahar, tetapi disunnahkan menyebutkan mahar dalam akad nikah dan makruh meninggalkannya.

Dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Al-Zuhaili menyebutkan sebagai berikut;

ﻭﻗﺎﻝ  اﻟﺠﻤﻬﻮﺭ : ﻻ ﻳﻔﺴﺪ اﻟﻌﻘﺪ ﺑﺎﻟﺰﻭاﺝ ﺑﺪﻭﻥ ﻣﻬﺮ، ﺃﻭ ﺑﺎﺷﺘﺮاﻁ ﻋﺪﻡ اﻟﻤﻬﺮ، ﺃﻭ  ﺑﺘﺴﻤﻴﺔ ﺷﻲء ﻻ ﻳﺼﻠﺢ ﻣﻬﺮا؛ ﻷﻥ اﻟﻤﻬﺮ ﻟﻴﺲ ﺭﻛﻨﺎ ﻓﻲ اﻟﻌﻘﺪ ﻭﻻ ﺷﺮﻃﺎ ﻟﻪ، ﺑﻞ ﻫﻮ ﺣﻜﻢ  ﻣﻦ ﺃﺣﻜﺎﻣﻪ، ﻓﺎﻟﺨﻠﻞ ﻓﻴﻪ ﻻ ﺗﺄﺛﻴﺮ ﻟﻪ ﻋﻠﻰ اﻟﻌﻘﺪ. ﻭﻫﺬا ﻫﻮ اﻟﺮاﺟﺢ

Kebanyakan ulama mengatakan bahwa akad nikah tidak rusak tanpa menyebutkan mahar, atau dengan syarat tanpa mahar, atau menyebutkan sesuatu yang tidak pantas dijadikan mahar. Hal ini karena mahar bukan rukun akad nikah, juga bukan syarat, akan tetapi hanya bagian hukum dari hukum-hukum nikah. Oleh karena itu, tidak menyebutkan mahar dalam akad nikah tidak mempengaruhi keabsahan nikah. Ini adalah pendapat yang unggul.

Baca Juga :  Urutan Kerabat yang Berhak Jadi Wali Nikah

Dengan demikian, meski dalam akad nikah terjadi kesalahan dalam penyebutan jumlah dan jenis mahar dari mempelai pria, maka hal itu tidak masalah dan akad nikahnya tetap sah.

1 KOMENTAR

  1. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
    Alhamdulillah… Dgn saya aktifkan notifikasi situs web bincang syariah ini, stiap harinya saya mendapatkan berbagai jenis ilmu dan hukum agama yg mna dibahas didalamnya. Akan ttpi sdikit saran dari saya, alangkah baiknya stiap artikel yg dikirimkan ini memakai pendapat dari 4 mazhab, agar stiap pembaca atau masyarakat luas yg membacanya tak ada keraguan atau masih bimbang isi artikel ini. Sekian,, Terimakasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here