Saingi Hoaks! Yuk Berdakwah di Media Sosial

0
992

BincangSyariah.Com – Dakwah merupakan kegiatan mengajak dan menyerukan kepada kebaikan, mengabarkan sesuatu yang bernilai edukatif. Ladang dakwah kini pun sudah luas cakupannya, terutama berdakwah di sosial media. Orang-orang berilmu dan memiliki hati yang baik, tak boleh berdiam diri melihat bagaimana paham radikal dan dakwah yang melenceng di media sosial mulai merebak. Bahkan radikalisme telah membungkus dirinya dengan dalih ‘dakwah’ di media sosial.

Kita melihat fenomena menggeliatnya umat untuk mengaji dan mengkaji ajaran agama Islam belakangan ini. Tentu ini merupakan sinyal positif bagi perkembangan Islam, namun di sisi lain geliat ini rentan disusupi kaum radikal. Mulai dari kaum radikal garis halus, hingga kaum radikal garis keras yang ekstrem. Akhirnya tak sedikit umat yang terkecoh dengan kabar bohong atau hoaks dengan embel-embel sebagai media dakwah.

Orang awam yang tak pernah mengenal apalagi mengkaji ajaran Islam ibarat secarik kertas putih. Jika dibubuhi tinta, maka ia akan terisi dengan tulisan-tulisan yang bermakna. Tapi jika terguyur oleh tinta, ia tak sama sekali bisa dimaknai, gelap. Di sinilah tugas para orang-orang berilmu untuk turun tangan, bahkan Rais PCINU Australia-New Zealand Nadirsyah Hosen menyebut dakwah di sosial media saat ini hukumnya sudah fardu kifayah.
Namun, berdakwah seperti apa yang ideal di media sosial?

Kita bisa menengok peranan Rasulullah dalam hal ini. Berdakwah sejatinya sebuah tugas mulia, yang mana (kalau bahasa anak Jaksel, which is), tugas itu pernah disandang Rasulullah. Dakwah Rasul adalah dakwah langit yang harus disampaikan kepada manusia. Sementara itu, saat ini, dakwah adalah menyampaikan apa-apa yang telah diajarkan Rasulullah dan juga ajaran Alquran kepada seluas-luasnya umat.

Baca Juga :  Media Sosial yang Ramah

Karena merupakan tugas yang mulia, maka menjalankan perkara ini tidak boleh ditempuh dengan cara-cara yang batil apalagi dakwah itu bertujuan menyerukan kemungkaran. Jelas tidak boleh. Berdakwah memiliki kode etik yang mana kode etik tersebut memiliki pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. sehingga kita patut menjalankan kode etik tersebut.
Berbicara kasar, menghujat, memfitnah, tidak dibenarkan dalam proses berdakwah.

Namun juga, kita harus cerdas menyusun konten dakwah kita agar dapat menarik umat untuk ikut masuk ke dalamnya. Kaum radikal menggunakan media sosial dengan menghalalkan segala cara dalam penyampaiannya, termasuk iming-iming surga. Hal ini barangkali yang membuat umat kalangan ‘kertas putih’ tadi tergiur. Apalagi, mereka memiliki tim yang siap bekerja membungkus ‘dakwah’ mereka secara catchy.

Melawan gerakan masif media dakwah abal-abal yang bertujuan sempit dan menyesatkan, kita wajib turun tangan dan menyerukan hal-hal baik yang bisa bermanfaat bagi kelangsungan umat. Baik kebaikan umat secara rohani serta jasmani. Kita juga patut berpikir kreatif dan inovatif dalam menyusun konten dakwah yang ingin disampaikan. Jangan sampai dakwah kita tidak diterima lantaran branding dakwah yang dicap kuno dan ketinggalan zaman oleh sebagian umat.
Menjadi bagian dari orang-orang yang berdakwah merupakan bagian dari orang-orang yang beruntung. Allah Swt. berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 104 sebagai berikut:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Waltakun minkum ummatun yad’uwna ilal-khairi wa ya’muruwna bil-ma’rufi wa yanhauna anil-munkar. Wa ulaikahumul-muflihuwn,”

Artinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Baca Juga :  Tiga Kebohongan yang Ditolerir dalam Hadis Nabi

Sebagaimana janji Allah selalu benar, maka tak ada alasan untuk mengelak bagi orang-orang yang berilmu untuk ikut berdakwah dan meramaikan syiar Islam yang rahmatan lil-alamin di media sosial. Semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang beruntung sesuai janji Allah.
Yuk berdakwah!

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here