Sahihkah Hadis Dukhon Terjadi Tanggal 15 Ramadhan ?

9
20407

BincangSyariah.Com – Di tengah bangsa Indonesia tengah menghadapi tantangan wabah pademik covid-19, bukankah sebaiknya kita selalu menaruh harapan untuk berlalunya wabah ini. Ironisnya di tengah kecemasan banyak orang terhadap wabah ini, beberapa kali saya berselancar di dunia maya menemukan akun youtube yang mengait-ngaitkan covid-19 dengan hadis Dukhon yang disebut-sebut terjadi pada 15 Ramadhan tahun 2020. Benarkah demikian ?

Maraknya ceramah-ceramah ustadz di youtube menandakan dua hal. Pertama, bahwa masyarakat muslim Indonesia khususnya, sangat menyukai ceramah-ceramah yang bersifat futuristik/ramalan. Channel keagamaan agama di beberapa kanal Youtube pun seakan menjadi rujukan otoritatif dalam beragama. Yang disayangkan adalah beberapa konten ceramah tersebut dilandasi dari beberapa hadis dhaif bahkan maudhu’. Tak ayal konten-konten ceramah seperti ini hanya akan membuat masyarakat resah dan beragama dalam takut, tanpa pernuh harapan sembari beramal shalih.

Di akun yang dilihat dan dikunjungi hampir sekitar 1 juta ini memperlihat beberapa kelemahan dan harus dikritisi sumber dan otoritasnya. Pertama, kita harus bertanya bagaimana kualitas hadis al-Dukhan yang terjadi pada 15 Ramadhan bertepatan hari Jumat yang menjadi tanda hari kiamat di mata para ahli hadis? Kedua, bagaimana intepretasi para ulama tentang hadis tersebut.

Untuk menjawab pertanyaan pertama, penulis akan cantumkan lengkap redaksi hadisnya.

في الخامس عشر من شهر رمضان ليلة الجمعة ستكون فزعة ( نفخة ) ، توقظ النائم ، وتفزع اليقظان ، وتخرج النساء من مخدعهن ، وفى هذا اليوم سيكون هناك الكثير من الزلازل

Artinya Pada hati ke lima belas pada bulan ramadhan malam jumat akan terjadi suara dahsyat (suara sangkala), yang membangunkan orang tidur, mengagetkan orang yang terjaga, dan mengeluarkan wanita dari tempat peraduannya. Dan pada hari itu akan terjadi gempa.

Berikut kita ambil beberapa pendapata para ahli hadis dalam menilai hadis di atas. Al-Uqaili dalam al-Dhu’afa al-Kabir menilai bahwa hadis ini laisa li hadzal hadits ashlun min tsiqati wa la min wajhn yasbut had(hadis ini tidak ada sumbernya/rujukannya di kitab-kitab hadis dari hadis orang tsiqah dan tidak juga dari riwayat lain yang kuat.

Baca Juga :  Memahami Hadis Pengusiran Yahudi dari Jazirah Arab

Setelah diteliti, ternyata sanad hadis ini terdapat seorang pewarta yang bernama Musallamah bin Ali dari Ibnu Wahab. Perawi ini dinilai para ahli hadis sebagai orang yang bermasalah, tidak terpercaya. Bahwa menurut al-Dzahabi bahwa perawi ini dikenal berdusta dalam meriwayatkan hadis Nabi.

Pendapat al-Dzahabi ini jauh sebelumnya juga ditegaskan oleh beberapa ahli hadis. Seperti Ibnul Jawzi dalam al-Madhu’at bahwa hadis ini merupakan hadis palsu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw. Ternyata Ibnul Jawzi juga menyoroti penggunaannya di masanya yang disebarkan oleh para pemalsu hadis Nabi. Di sisi lain, Ibnu Qayyim al-Jawziyah menyebutkan hadis di kitab al-Manar al-Munif bahwa hadis ini tidak valid terjadi di sejarah-sejarah masa selanjutnya.

Beberapa pendapat di atas menegaskan bahwa hadis tentang huru-hara merupakan hadis palsu. Padahal dalam beragama kita harus mengedepankan nalar dan logika daripada dibayang-bayangi ketakutan. Bukankah keyakinan teologis tidak selalu berbanding lurus dengan narasi ketakutan.

9 KOMENTAR

  1. Ass,,,,sebaik baiknya muslim,janganlah memberi kabar yg tidak jelas,dan benar.itu SEMUA KEHENDAK ALLAH SWT,,,.
    para pemuka masing” agama.para ustat” tolong jangan anda sekali” memberikan kabar yg tidak baik,,,,,
    Banyak para pemuka agama yg menghamili anaknya sendiri,,,APAKAH ITU BUKAN D A J A L..

  2. BEGITU LEMAHNYA,,,SEORANG PARA PEMUKA AGAMA LANCANG BICARA SEPERTI ITU,,,,SUNGGUH AMAT DISAYANGKAN,,,,,.
    ANEH ANEH SUNGGUH ANEH.

  3. ada juga ,sepengetahuan saya pribadi,,,waktu sekolah dan ngaji,,,,
    Jalankan sholat 5 waktu,,dan juga nabi kita Muhammad selewlohualaihiwasalam.
    Seketika mau dicabut nyawanya ,,,,beliau menangis bukan karena takut harta yg ditinggalkan,bukan takut teringat keluarganya, BELIAU BERPESAN ,,,,dengan kalimat ,,,UMATI,3X. SHOLAT,3X…
    ….MAKA. …dengan saya katakan itu ustad” TAKABUR.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here