Sabda Nabi tentang Enam Hak Antar Sesama Muslim

0
6148

BincangSyariah.Com – Setiap orang memiliki kewajiban yang harus dipenuhi dan hak yang harus diterima dari orang lain. Khususnya bagi orang muslim. Lalu apa saja hak antar sesama muslim kepada muslim lainnya? Berikut adalah enam hak antar sesama muslim sebagaimana terdapat di dalam hadis Nabi saw.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟. قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ. (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Hak seorang muslim kepada muslim lainnya ada enam.” Dikatakan, ‘Apa saja wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab, ‘Apabila berjumpa dengannya, maka ucapkan salam, apabila ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya, apabila ia meminta nasihatmu, maka nasihatilah, apabila ia bersin lalu ia memuji Allah, maka doakanlah, apabila ia sakit, maka jenguklah, dan apabila ia meninggal dunia, maka ikutlah ke pemakamannya.” (H.R. Muslim)

Berdasarkan hadis tersebut, maka enam hak antar sesama muslim adalah sebagai berikut.

Pertama. Mengucapkan salam ketika berjumpa. Imam Ibnu Abdil Barr beserta ulama lainnya menjelaskan bahwa memulai mengucapkan salam kepada saudaranya sesama muslim berhukum sunnah, sedangkan menjawab salamnya berhukum wajib. Meskipun demikian, pahalanya lebih besar memulai salam daripada menjawab salam.

Imam Muslim di dalam kitab shahihnya meriwayatkan suatu hadis bahwa Nabi saw. memerintahkan untuk menebarkan salam (terlebih dahulu) adalah karena hal itu dapat menimbulkan rasa kasih sayang. Di dalam riwayat imam Muslim lainnya beserta imam Al-Bukhari juga disebutkan Nabi saw. pernah mengatakan bahwa termasuk amal yang paling utama adalah memberikan makanan orang lain dan mengucapkan salam, baik kepada yang ia kenal maupun tidak.

Baca Juga :  Hanya Lima Golongan Ini yang Akan Berbahagia saat Ajal Menjemput

Kedua. Memenuhi undangan saudaranya. Hal ini menunjukkan bahwa hak sesama muslim adalah memenuhi undangan saudaranya yang muslim, undangan dalam hal apapun itu. Namun, ulama mengkhususkan undangan walimatul ursy (pesta pernikahan), bahkan ada yang berpendapat hal ini berhukum wajib, sedangkan memenuhi undangan lainnya berhukum sunnah. Terlepas dari hal itu, sangat disangsikan bahwa perasaan seseorang ketika undangannya dipenuhi oleh saudaranya adalah bahagia sekali. Ia merasa dihargai dan disitulah timbul rasa kasih sayang semakin kuat.

Ketiga. Jika ia meminta nasihat, maka nasihatilah. Hal ini menunjukkan bahwa wajibnya memberikan nasihat kepada orang yang meminta nasihat dengan tanpa ada unsur penipuan di dalamnya. Sedangkan menasihati saudaranya tanpa diminta adalah disunnahkan. Hal ini disebabkan karena saling menasihati merupakan perbuatan baik, sebagaimana di dalam surah Al-Asr, Allah memerintah agar saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Keempat. Mendoakan saudaranya yang bersin dan memuji Allah swt. Adapun tata cara mendoakannya adalah sebagaimana di dalam riwayat imam Al-Bukhari dan Muslim disebutkan Nabi saw. bersabda, “Jika salah satu dari kalian bersin, maka hendaknya ia mengucapkan Alhamdulillah, dan hendaknya saudaranya mengucapkan kepadanya yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu), dan hendaknya ia (yang bersin) mendoakan (pula) yahdikumullah wa yuslihu balakum (semoga Allah memberikan petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu).

Kelima. Menjenguk saudaranya yang sakit. Hal ini menunjukkan bahwa seorang muslim wajib menjenguk saudaranya sesama muslim lainnya yang sakit. Imam Al-Bukhari pun menegaskan tentang kewajiban hal ini, namun wajib kifayah. Sementara mayoritas ulama berpendapat menjenguk saudaranya yang sakit adalah sunnah, bahkan imam Nawawi menegaskan bahwa ijma’ ulama menghukumi sunnah. Menjenguk saudaranya ketika sakit merupakan suatu bentuk empati yang sangat tinggi, betapa sesama muslim saling membantu dan menguatkan satu dengan lainnya baik di saat senang maupun susah.

Baca Juga :  Kitab Mawa'idh al-Ushfuriyyah; Keutamaan Orang yang Sabar Saat Sakit

Keenam. Mengikuti ke pemakaman saudaranya yang meninggal dunia. Seorang muslim tidak hanya diajarkan Nabi saw. untuk berempati kepada saudaranya ketika ia hidup saja, bahkan ketika ia meninggal dunia pun, sepatutnya seorang muslim juga harus berempati dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Demikianlah enam hak antar sesama muslim yang diajarkan oleh Nabi saw. Keenam hak tersebut sungguh menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi antar muslim dengan lainnya. Hal ini seharusnya diingat dan diaplikasikan ke dalam kehidupan sehar-hari seorang muslim. Bukan saling membenci dan nyinyir, tetapi sebaliknya saling menghormati dan mendoakan serta berempati satu dengan lainnya. Semoga kita dapat mengamalkan keenam hak antar sesama muslim yang telah diajarkan Nabi saw. tersebut. Aamiin. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here