Sabda Nabi Tentang Balasan Orang yang Pelit Ilmu

0
10896

BincangSyariah.Com – Salah satu tugas orang yang telah berilmu agar ilmunya bermanfaat adalah mengamalkan apa yang telah diketahui. Terlebih ilmu itu adalah ilmu agama yang menjadi pegangan hidup sehari-hari.

Selain itu, ia juga harus mengajarkannya kepada orang lain. Dan tidak boleh pelit berbagi ilmunya ketika ada yang bertanya kepadanya. Hal ini disebabkan karena Rasulullah saw. sangat mengecam umatnya yang pelit ilmu sebagaimana hadis berikut.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ عَلِمَهُ ثُمَّ كَتَمَهُ أُلْجِمَ يَوْمَ القِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ. رواه الترمذي.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang ditanya tentang ilmu yang ia ketahui, kemudian ia menyimpannya, maka ia akan dikekang dengan kekang dari api di hari Kiamat.” (HR. At-Tirmidzi).

Imam Al-Mubarakfuri di dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi syarh Sunan At-Tirmidzi mengatakan bahwa yang dikekang adalah mulutnya. Yakni tempat keluarnya ilmu dan kata yang seharusnya ia gunakan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Imam Ibnu Hajar juga menjelaskan bahwa belajar ilmu adalah bertujuan untuk menyebar luaskannya agar bisa diambil manfaatnya oleh seluruh manusia. Oleh karena itu, menyembunyikannya adalah termasuk menghilangkan tujuan itu. Dan hal itu harus dijauhkan dari dalam diri para ulama dan hukama’.

Namun, jika memang ia benar-benar tidak tahu jawaban atas pertanyaan yang diajukan kepadanya, maka jangan malu untuk mengatakan tidak tahu. Jangan sampai menjawab sekenanya atau sekadarnya saja, tanpa didasari dengan ilmu. Sebaiknya, jika memang tidak tahu, maka ia mengatakan bahwa ia akan mengkajinya terlebih dahulu agar tidak sesat dan menyesatkan sang penanya.

Demikianlah sabda Nabi saw. tentang balasan orang yang pelit ilmu. Yakni ia akan dikekang mulutnya dengan kekang yang terbuat dari api di hari Kiamat kelak. Naudzubillah min dzalik. Semoga kita dijauhkan dari sifat tidak terpuji tersebut. Aamiin. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Anda dapat membaca artikel-artikel Annisa Nurul Hasanah lainnya di sini.

Baca Juga :  Tiga Wasiat Nabi untuk Abu Hurairah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here